Corona dan Harapan Kita.
Persebaran virus Corona di tanah air kini makin kelihatan menginfeksi Ekonomi. Nilai tukar kemarin sudah tembus Rp. 14.750 padahal Februari sempat di angka 13.500 san.
Jangankan Indonesia, negara lainpun sedang berjuang melawan virus ini. Semoga bulan Ramadhan nanti ibadah kita semua bisa lancar dan menjadi titik akhir dari persebaran berbahaya ini. Tetap jaga "kemanusiaan" dengan tidak melakukan penimbunan dan perilaku serakah dengan memainkan Supply dan harga barang. Demand akan produk kesehatan saat ini sangat tinggi, tentu saja rasa takut akan membuat kita berani mengeluarkan berapapun untuk memiliki semuanya. Tapi tetaplah ingat, bahwa apa gunanya anda menimbun produk kesehatan, jika nanti uang hasil jualan anda adalah hasil dari ketakutan-ketakutan dan ketidakridhoan konsumen yang terpaksa membeli produk anda yang sudah terlampau tinggi harganya.
Dan lagi mohon berita kesembuhan pasien Corona harus diberitakan seheboh berita pertambahan kasusnya. Ketakutan kita jika tidak dibarengi dengan "harapan" tentu akan jadi ketakutan berkepanjangan. Berita kesembuhan ini perlu diperhatikan juga agar tiap korban ataupun masyarakat bisa lega dan berjuang bersama-sama, bahwa ada potensi sembuh di depan sana asalkan mau berjuang dan berserah pada yang kuasa. Karena sejak dulu Allah menciptakan sesuatu berpasangan, tentunya kita semua percaya bahwa virus ini diciptakan bersamaan dengan penangkalnya. Jadi harapan sembuh pasti ada, karena begitulah memang kiranya tiap insan jika diberi cobaan pasti Allah sudah memastikan kadar cobaan tersebut sesuai dengan kapasitas diri sang hamba.
Semoga Allah menjaga Indonesia dan seluruh masyarakat di dalamnya.
Jakarta, 14 Maret 2020