Rabu, 25 Maret 2020

Corona dan Harapan Kita

Corona dan Harapan Kita.

Persebaran virus Corona di tanah air kini makin kelihatan menginfeksi Ekonomi. Nilai tukar kemarin sudah tembus Rp. 14.750 padahal Februari sempat di angka 13.500 san. 

Jangankan Indonesia, negara lainpun sedang berjuang melawan virus ini. Semoga bulan Ramadhan nanti ibadah kita semua bisa lancar dan menjadi titik akhir dari persebaran berbahaya ini. Tetap jaga "kemanusiaan" dengan tidak melakukan penimbunan dan perilaku serakah dengan memainkan Supply dan harga barang. Demand akan produk kesehatan saat ini sangat tinggi, tentu saja rasa takut akan membuat kita berani mengeluarkan berapapun untuk memiliki semuanya. Tapi tetaplah ingat, bahwa apa gunanya anda menimbun produk kesehatan, jika nanti uang hasil jualan anda adalah hasil dari ketakutan-ketakutan dan ketidakridhoan konsumen yang terpaksa membeli produk anda yang sudah terlampau tinggi harganya. 

Dan lagi mohon berita kesembuhan pasien Corona harus diberitakan seheboh berita pertambahan kasusnya. Ketakutan kita jika tidak dibarengi dengan "harapan" tentu akan jadi ketakutan berkepanjangan. Berita kesembuhan ini perlu diperhatikan juga agar tiap korban ataupun masyarakat bisa lega dan berjuang bersama-sama, bahwa ada potensi sembuh di depan sana asalkan mau berjuang dan berserah pada yang kuasa. Karena sejak dulu Allah menciptakan sesuatu berpasangan, tentunya kita semua percaya bahwa virus ini diciptakan bersamaan dengan penangkalnya. Jadi harapan sembuh pasti ada, karena begitulah memang kiranya tiap insan jika diberi cobaan pasti Allah sudah memastikan kadar cobaan tersebut sesuai dengan kapasitas diri sang hamba. 

Semoga Allah menjaga Indonesia dan seluruh masyarakat di dalamnya.

Jakarta, 14 Maret 2020

Di Timur Pejaten



Rantau adalah candu memabukkan 
Selepas bergelut dengan pendidikan, 
Kemudian pertarungan merebut mimpi diperkotaan yang katanya kejam
Padahal Kota tidak pernah kejam, kekejaman adalah bukti ketiadaan "sifat baik" dalam diri tiap insan
Di Sebelah Selatan Jakarta
Disana ada titik terang yang mempertemukan jiwa keras sang pecandu rantau dengan pendewasaan
Jiwa berontaknya kini melunak,
Dia kini faham kerasnya mencari sesuap nasi 
Terkadang rindu berselimut getir datang menerkam
Mencoba goyahkan tiap detik penantian
Pada mimpi dan cinta yang sudah direncanakan
Pada asa yang sudah didambakan kepada Tuhan
Di sebelah Timur Pejaten ada tempat beraroma Bunga 
Menjadikan rasa suntuk bekerja jadi nikmat merebahkan kepala

Pada titik itu rasa nyaman telah mendamaikan setiap suasana 
Walaupun pecandu kini membelot dari istana, tapi para kucing tetaplah obyek kerinduan yang mendalam
Mungkin tidak semua orang mencintai kucing liar,
Tapi di sebalah Timur Pejaten ada harapan dan cinta untuk mereka

Jika sang pecandu sehat,
Kelak kucing kucing liar itu akan tetap dijangkaunya
Jarak Pejaten dan rindu hanya fiksi
Sedangkan pertemuan adalah hal paling ilmiah atas rindu yang membuncah

SUGUHAN SPESIAL

Pada usia 25

Pada usia 25, kita tentunya menjadi pribadi yang lebih dewasa. Dewasa dalam berfikir, dewasa dalam bertindak, dewasa dalam segala hal...