Minggu, 13 Mei 2018

Hijabku bukan untukmu, cinta (Based on True Story)



Aku begitu bahagia awalnya, bisa bersamamu, melewati hari-hari manis hanya denganmu. Lebih dari 1000 hari aku hitung  hari indah itu berlangsung bersamamu. Aku ingat sekali dahulu kau mencintaiku katamu, mencitaiku apa adanya ucap mulut manismu waktu itu. Aku kala itu sebagai gadis remaja yang lugu hanya mampu tersipu malu, aku berharap saat itu waktu berhenti saja bergerak, agar aku bisa menatapmu selamanya di hadapanku. Seiring waktu berjalan, kau dan aku semakin berseberangan. Saat aku mulai mengubah kebiasaanku kaupun terlihat menunjukkan keegoisanmu. Perlahan aku menutupi auratku dengan kerudung, dan saat itu cintamu pun perlahan mulai berujung. Aku tak menyangka ujung dari cintamu hanya terletak pada kasus seperti “hijrah berhijabku”. Aku begitu mengharapkan masa depan bersamamu saat itu, sehingga aku menjadi sosok yang berkeperibadian berbeda. Di saat kau tak di sisiku aku memakai kerudung itu di kepalaku, namun saat kita berada dalam suatu kebersamaan aku membukanya, demimu, demi cintamu, demi apa yang kita lalui selama kurang lebihnya 4 tahun waktu itu. Kau seperti cinta terakhir kala itu, dimana semua hanya ingin kupercayakan padamu. Semua berjalan dengan baik-baik saja waktu itu. Aku jalani kisah kita dengan menjadi 2 pribadi yang berbeda. Meski aku tahu, bagi Tuhan bukan seperti ini cinta yang semestinya. Aku rela melanggar itu demi menjadi sesuatu yang kau inginkan.

Sayang sekali, waktu kembali menyadarkanku bahwa kau tidaklah benar-benar mencintaiku. Hijrahku menjadi wanita berhijab tak lantas membuatmu mendukungku, sepertinya kau tak pernah siap menerima kenyataan ini. Maafkan aku, sepertinya hijabku ini bukan untukmu, sepertinya ucapmu untuk mencintaiku selalu hanyalah sekadar janji saja. Kau menunjukkan ke angkuhanmu sebagai pasangan, kamu mendominasiku, padahal seharusnya cinta harus saling seimbang. Kamu bukanlah Tuhan yang harus aku penuhi selalu permintaannya. Maafkan aku, aku harus memilih hijabku, bukan cintamu yang hanya serba inginmu itu. Kau inginkan aku tampil seperti yang dulu, tanpa kerudung indah di kepalaku. Maaf, aku harus melepaskanmu, walau berat, tapi inilah pilihan terbaik kita. Ternyata kita memang tidak pernah saling menginginkan. Kau dan aku hanyalah cerita yang sudah selesai. Semoga kau menemukan sosok yang bisa mengubah sudut pandangmu mengenai cinta. Bahwa cinta itu bukan tentang memaksa kehendak, melainkan saling menerima kondisi satu dengan lainnya. Cinta itu tentang saling mendukung bukan saling mengurung dalam kehendak-kehendak yang beruntunmu.

Cinta terakhir, siapakah dirimu?




Aku belum lelah, aku belum lelah mencari mu. Aku masih terus berusaha menujumu perlahan, mencari sosokmu dalam tiap diri wanita yang hadir di depan. Aku mencari sosokmu dengan sungguh, sebagaimana sejak dulu aku memanjatkan doa terbaik untuk kehadiran cinta terakhir. Aku bukanlah sosok sempurna untuk mewarisi segala keistimewaan dunia, termasuk kehadiran sosok wanita yang istimewa. Yang aku tahu bahwa aku adalah hati yang tepat untuk sebuah kesetiaan.
Dulu aku pernah menjatuhkan rasa dan damba pada sosok-sosok yang datang, namun ternyata aku belum menemukan dirimu di antara mereka. Mereka hanya sekedar datang lalu kemudian pergi membawa sesuatu milikku yang berharga dan meninggalkan sesuatu yang sama sekali tidak kubutuhkan. Mereka pergi membawa hati,  lalu meninggalkan resah dan tanya dalam kepalaku.


Aku masih mencari mu. Mencari mu tanpa lelah, walau terkadang rasanya ingin berhenti dan menunggu takdir membawamu padaku. Tapi aku takut, aku takut sekali bilamana aku dipertemukan lagi dengan sosok yang hanya iseng mengetuk hati, lalu saat pintunya dibuka bergegas berlari. Menjauh, melesat secepat mungkin hingga tak mampu ku imbangi

Aku adalah kesatria cinta, yang sedang memperjuangkan sebuah mimpi. Salah satu mimpi itu adalah menemukan mu. Aku ingin menemukan cinta terakhir yang bisa kuberikan semua cerita-ceritaku, semua resah-resahku, semua derita-deritaku dan semua list mimpiku. Aku ingin berbagi mimpi-mimpi yang sudah aku ikrarkan di dalam doa-doa. Aku ingin mimpi itu terwujudkan bersamamu, cinta terakhir, siapapun dirimu.
Aku belum lelah mencarimu.
Dalam setiap sujud terakhir aku memohon berulang kali untuk dipertemukan denganmu, mungkin dalam sujud-sujud panjang itu Tuhan mengilhamkan namamu di kepalaku, hingga aku harus mencarimu sendiri di seluruh dunia.

Aku mencarimu wahai cinta terakhir, dimanakah dirimu? Seperti apakah wujudmu? Apakah mungkin Tuhan belum mendatangkanmu karena aku belum begitu baik sebagai calon imam?
Wahai cinta terakhirku, jika tak keberatan tolong menunggulah sedikit lagi, aku sedang mempersiapkan semua kebutuhan kita di masa depan. Tolonglah bersabar. Jika saat ini dirimu ada di antara wanita di sekitarku, tolong muncul sejenak, dan berbisiklah bahwa kau benar-benar ingin kuperjuangkan. Maka aku akan berjuang lebih keras lagi. Namun jika dirimu belum mampu untuk muncul, cukup bantulah aku berdoa, berdoa agar apa yang kita damba soal cinta terjawab dengan akhir bahagia oleh Tuhan.
Hanya Tuhan saja yang tahu siapa dirimu sebenarnya

Kamu tak perlu khawatir, aku sudah mendamaikan diri dengan masa lalu yang kelam, aku perlahan terlepas dari kenangan - kenangan lama. Aku perlahan membangun pribadiku menjadi berbeda, menuju pribadi terbaik yang bisa kulakukan. Kamu tak perlu khawatir, aku akan menerima apapun masa lalumu, sebagai seorang kesatria aku hanya inginkan kejujuran dan kesetiaan. Cara untuk mencintaiku hanya sesederhana itu.

Sampai jumpa di masa depan ya, cinta terakhir, barangkali dalam waktu dekat kita dipertemukan, maka tolonglah sejak kini berbenah, agar pertemuan kita nanti menjadi sebuah langkah menuju restu Allah, sang Tuhan yang maha Esa



Malang, 13 Mei 2018

Jumat, 11 Mei 2018

Selamat Berjuang Pejuang Muda SBMPTN 2018



Pada tahun 2013 melalui jalur SNMPTN saya dinyatakan lolos menjadi mahasiswa Universitas Brawijaya, sehingga saya belum pernah merasakan betapa beratnya perjuangan kawan-kawan yang jalur SBMPTN. Yang saya tahu Jalur SBMPTN adalah jalur yang cukup berat karena kawan-kawan harus berhadapan dengan soal ujian yang memuakkan.
Dibandingkan dengan jalur SNMPTN yang hanya seleksi berkas yang sangat ketat.

2013 berlalu begitu saja, sekarang 2018 tahun dimana saya berada pada kampus yang sama dengan strata pendidikan yang setingkat lebih tinggi dari sebelumnya. Saya melihat semangat adik-adik yang hendak test SBMPTN begitu tinggi, 2 hari ini saya menyaksikan banyak dari mereka yang membawa wajah khawatir ke ruangan ujian. Takut salah dan takut kecewa.

Adik-adik sekalian, jangan lupa bahwa tidak ada perjuangan yang sia-sia selama doa dan usaha kalian di atas rata-rata maka hasilnya juga bakalan luar biasa. Percayalah.

Kami yang jalur SNMPTN juga demikian waktu itu. Kami harus konsisten menaikkan nilai dari kelas 10 sampai dengan 12 , tidak cukup dengan nilai akademik saja, kami harus punya prestasi non akademik sebagai pertimbangan kuat.

Kobarkan semangatmu wahai anak muda, bagaimanapun hasilnya Insyaallah itu adalah buah dari usaha dan doamu. Jika Tuhan membalasnya dalam bentuk kelolosan maka itulah jawabannya. Jika Tuhan membalasnya dengan kamu belum lolos, itu juga jawabannya, mungkin Tuhan sedang mempersiapkan kamu untuk bertemu dengan sesuatu yang lebih hebat.

Kamu hanya perlu percaya pada diri sendiri dan jangan kalah sama ketakutan-ketakutan. Ketakutan hanya akan mengarahkan kamu untuk meragukan diri. Dan musibah seorang pejuang adalah ketika dia sudah ragu akan perjuangannya.

Pejuang yang hebat adalah mereka yang tidak takut gagal. Mereka menghadirkan semangat beriringan dengan doa-doa yang mengetuk pintu langit. Jangan ragu untuk berjuang, perkara lolos atau tidak setidaknya Kalian lebih beruntung sudah pernah melalui tahap ini, saya sebagai mahasiswa S2 kalah karena tidak pernah merasakan euforia SBMPTN. Kalian harus bangga karena punya cerita suka duka seputar SBMPTN yang bisa Kalian ceritakan kelak, ketimbang saya yang hanya bertanya-tanya seperti apa rasanya?.


Jadi sekarang, kalian hanya perlu lakukan yang terbaik yang bisa dilakukan. Buktikan pada dunia bahwa kalian layak disebut sebagai pejuang.
Dan jangan takut gagal, karena gagal bukan berarti kamu tidak beruntung. Selalu ada alasan dibalik kejadian, dan gagal adalah kesuksesan yang terpending sementara. Hanya sementara !


Malang, 8 Mei 2018




Rabu, 02 Mei 2018

Opini Pendidikan

Wah kayaknya momen bagus nih buat beropini mengenai pendidikan.

ada yang bilang bahwa pendidikan Indonesia tidak bisa membuat orang pintar karena sejak SD kita dituntut untuk belajar semua mata pelajaran yang bahkan tidak semuanya kita sukai. berbeda dengan negara tertentu yang sejak dini sudah menegaskan pendidikannya harus berfokus pada kesukaan saja sehingga mampu menciptakan orang yang ahli dalam bidang tersebut. Saya rasa tidak ada yang salah dengan dua model pendidikan yang di atas.

siapa bilang Indonesia tidak mampu menciptakan pakar di bidang-bidang tertentu?
orang-orang sukses negara kita banyak juga yang jadi pakar walaupun dari dulu mempelajari banyak hal sekalipun dia tidak menyukainya.

mungkin rasionalisasi mengapa Indonesia menuntut warga negaranya mempelajari banyak hal dari bangku SD-SMA adalah untuk bekal nanti kalau udah kuliah saat ditanyakan sesuatu yang bukan bidangnya setidaknya dia bisa jawab walaupun sedikit.

Bersambung 

Skripsi cepat atau Skripsi lambat ? lulus cepat atau lulus terlambat? (gak masalah)



Menarik sekali membahas skripsi untuk kesekian kalinya karena memang setiap waktu menjadi kegelisahan bagi mahasiswa/i semester akhir. Belakangan ini saya menemukan sindiran halus yang berbunyi "ah ngapain skripsi kelar cepat, kalau cuma jadi pengangguran" ada juga " ah aku mau nikmati dulu ilmu dikampus, jadi skripsi lama".

Sebaiknya sih saran saya jangan terlalu sombong jadi orang. Seakan-akan mereka yang lulusnya cepat dengan Skripsi selesai cepat adalah orang-orang yang salah langkah yang tak layak di apresiasi kemampuannya.

Lucu sekali jika kita menilai seseorang hanya dengan menggunakan kepentingan pribadi yang nyatanya skripsi belum kelar. Karena itu hobbynya menciptakan statement bahwa "aku sengaja lulus lama, Skripsi juga sengaja dibikin lama". iya, so what?

Kenapa memang ? Ada apa dengan lulus lama? Ada apa dengan lulus cepat ?

Mahasiswa lulus cepat itu bukan gengsi kok yang mau dibeli, bukan apresiasi yang gila-gilaan, bukan karena udah kebelet kerja, bukan karena niat pengen pamer, semuanya semata-mata karena pengen menyelesaikan tugas dari orang tua aja yang udah menyekolahkan anaknya jauh-jauh dengan penuh keresahan tiap harinya. Pernah gak mikir perasaan orang tua kalau anaknya lulus lama-lama dengan disengaja?

Pernah gak mikir bahwa gimana caranya lulus cepat dengan kesibukan lain juga yang tak kalah hebat?

Pernah gak mikir gimana perasaan orang tua yang udah menyekolahkan jauh-jauh lantas dengan sombong sang anak mengatakan "aku sengaja lulus lama, skripsi santai aja, biar gak cepet jadi pengangguran". Apa kata orang tua jika seperti itu balas jasa anaknya ?

Orang tua memang gak pernah mengatakan dengan jelas bahwa "kami terbebani oleh pendidikan mu nak" tapi sebagai mahasiswa seharusnya peka aja sama kondisi orang tua, masa jargonnya agen buat masyarakat tapi  sama orang tua sendiri kagak peka ?

Orang tua gak pernah bilang dengan jelas bahwa " kami pengen kamu cepet lulus" tapi kita sebagai anak lah yang harus peka. Diluar daripada itu coba pikirkan bagaimana rindunya orang tua pada anaknya ? Sejak kuliah kebanyakan dari kalangan mahasiswa lupa menghubungi kedua orang tua karena udah Nemu keasyikannya dikampus. Jangan jadi anak sombong dan pelupa dong.

Jadi tulisan ini niatnya ingin mengklarifikasi bahwa lulus cepat itu tidak mudah loh, kita harus kerja keras lebih intens saat mengerjakan skripsi. Perihal ternyata pas lulus cepat ternyata masih menganggur, ya itukan masalah telat datang rezeki aja.

Ketahuilah bahwa tanpa lulus kuliah kita akan kesusahan dalam mengaply pekerjaan yang kita inginkan. Kebanyakan syarat kerja kini adalah ijazah sarjana.

Loh saya ada ijazah SMA kok...
Lah ngapain kuliah kalau gitu ?  kalau cuma mau mengabaikan nilai ijazah kuliah?

tulisan ini temanya bukan mau menyinggung tentang kuliah cuma buat dapat ijazah doang, bukan itu. maksud saya adalah kalau alasannya kuliah pengen dapat ilmu aja ya sudah mendingan les private aja biar belajarnya bisa kurang dari 2 tahun udah berilmu. Saya sepakat bahwa orang kuliah itu Nanti akan sangat membutuhkan ijazah sarjananya buat bekerja, itu gak Munafik, itu faktanya. Tapi selama kuliah itu harus ada "track record" dong. harus ada progress apa saja yang pernah dicapai.

back to topik, intinya sih tulisan ini pengen menyentil mereka yang suka saling berdebat dan saling hina antara "yang skripsi kelar cepat sama skripsi kelar lama" dan juga " lulus cepat dengan lulus lama". Gak usah lah saling menyindir. Jalani saja proses belajarnya dengan baik. Sesama penuntut ilmu kita harusnya saling mendukung bukan saling mencari celah untuk menjatuhkan satu sama lain.

gak masalah skripsi kelar cepat dan lulus cepat
gak masalah skripsi lambat dan lulus terlambat
gak masalah.


masalahnya adalah jangan ada saling sindir menyindir antar kedua belah pihak. Jangan ada kesombongan yang terencana disini. Dan yang paling penting jangan lupakan orang tua yang udah susah payah menyekolahkan kita jauh-jauh.


pada akhirnya saya akan mengatakan bahwa tulisan ini hanya sebatas opini yang tercipta dari keresahan saya. Jika ada yang kurang setuju silahkan buat opini dari keresahan anda sendiri biar banyak orang tahu keresahan anda seperti apa. Jangan malah sindir menyindir ya, buatlah opinimu maka masalah selesai.


Malang, 18 Juli 2017

#OpniSubuh

Saya Brawijaya dan saya Bangga

Sekolah saya sebelumnya adalah Universitas Brawijaya dan sekarang pun demi masa depan saya mempercayakan mimpi saya kepada Universitas Brawijaya

Tidak ada yang salah dengan pilihan saya, saya memilihnya dengan sadar dan akan mencintainya dengan cinta yang besar. 

Berbicara tentang kualitas mahasiswa di kampus kami memang tidak semua sama, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.


Berada di kampus ini saya berstatus sebagai alumni dan juga sebagai mahasiswa akan dengan tegas menentang siapapun pihak yang ingin mencemarkan nama baik almamater saya.

Jangan salahkan kenapa Universitas Brawijaya tidak dapat memberikan kamu apa saja yang kamu inginkan, sesekali muhasabah diri apakah sebenarnya usaha yang sudah dilakukan sudah layak menerima hasil yang di ekspektasikan?


Universitas Brawijaya bukan Tuhan
Para pimpinan dan para dosen bukan Tuhan
mereka tidak akan mampu memberi garansi masa depan selain memberikan ilmu dan ruang untuk "belajar".

Perihal masa depan itu adalah urusan kita dengan Tuhan semesta alam. Jadi jangan ada yang coba-coba menghina kampus ini, kampus ini tidak pernah salah. Barangkali yang salah adalah oknum tertentu yang menganggap kampus ini sebagai pabrik rupiah dengan pendekatan akademis atau mereka yang mengira kampus ini adalah kampus yang biasa saja. seyogianya instansi pendidikan dimanapun berada, swasta atau negeri, terakreditasi atau tidak semuanya adalah kampus luar biasa yang punya misi mulia yaitu "mencerdaskan kehidupan bangsa".

udah itu aja, bersyukurlah adik-adik yang bisa kuliah, khususnya kepada yang kuliah di Brawijaya, karena kita ada di kampus yang juga tak kalah hebatnya dengan kampus lain yang ada dari ujung Barat hingga Timur Indonesia.


Ingat, Brawijaya gak bisa ngasih apa-apa selain menyediakan wadah untuk mengupgrade diri dengan menyelami asin manisnya lautan pengetahuan.

Jadi jangan banyak menyalahkan Brawijaya, salahkanlah siapa saja yang membuat Brawijaya terlihat tidak becus, karena ketidakbecusan itu bukan karena Brawijaya tapi karena oknum tertentu saja.

Banggalah menjadi Brawijaya, Bersyukurlah jadi bagiannya.

Kita satu Brawijaya.

14 September 2017

#celotehPagi

cinta itu sederhana

Cinta itu cukup sederhana. Tak perlu kau dengungkan berulang pada dunia bahwa kau mencintai insan yang mulia
Cukup kau bisikkan pada bumi ketika kegelapan malam sedang berkuasa
Mintalah pada penguasa alam semesta tentang cinta dan kriterianya

Mintalah pada sang Maha Cinta agar kelak di pertemukan kau dengan cinta yang semestinya bukan seadanya atau bahkan  karena ada apanya.

Cinta teramat rumit di bibir manusia namun begitu sederhana di hadapan Tuhan.

Mencinta adalah ketika kamu dan hatimu sudah tunduk pada Tuhan, bukan pada perintah pasangan.

Mencintai adalah hak dan kewajiban manusia, asal jangan libatkan para setan di dalam naskahnya.
Karena ketika setan telah menjamah naskahnya maka cinta bukan lagi cinta , melainkan hadirnya merupakan sebuah pertanda bahaya.

Aku dan mimpiku


Aku seperti lahir kembali hari ini,
Lahir dari kesedihan-kesedihan yang tersembunyi
Pada kepingan-kepingan imaji yang dulu kuyakini
Telah kembali nafas untuk berlari kencang
Terimakasih atas kesadaran yang telah kembali kepermukaan
Dia telah lama ditenggelamkan kegetiran
Ketidakyakinan pada mimpi
Keletihan menjalani hari

Masih ada memang kepingan penyesalan yang lalu
Tentang kisah-kisah maya yang menjadi racun tubuh dahulu
Mengacukan imaji-imaji yang tercatat rapi

Kini akan kuperhitungkan kembali mimpiku
Akan kubawa ayah ibu melihat dunia
Aku ingin mereka seperti aku, melintasi batas
Pulau demi pulau,
Aku ingin menyatukan rindu
Yang seharunya bertemu dalam pelukan
Aku ingin ayah ibu terbang bahagia
Anaknya kini sudah dijalan yang benar

Malang, 2 Mei 2018

SUGUHAN SPESIAL

Pada usia 25

Pada usia 25, kita tentunya menjadi pribadi yang lebih dewasa. Dewasa dalam berfikir, dewasa dalam bertindak, dewasa dalam segala hal...