Bukankah
yang saat ini kamu rasakan begitu menyejukkan ?
Ada
mekaran-mekaran bunga yang tumbuh didalam hatimu. Kamu pasti suka senyum-senyum
sendiri entah karena pesan pujaan hati terlalu manis menyanjungmu ataukah
mungkin perlakuan manis yang membikin hatimu tertuju padanya. Indah bukan
rasanya jatuh cinta ?
Kekagumanmu
seolah-olah mematahkan segala macam bisikan malaikat bahwa terlalu dalam kau
jatuh cinta maka terlalu dalam pula luka saat kau kecewa.
Ketika kau
jatuh cinta kau akan menaruh harapan yang membuat kamu terkadang kesakitan sendirian karena harapanmu bertepuk sebelah tangan.
Cinta
memang mampu membuat mata hati kita buta pada perasaan sakit yang akan datang
karenanya. Otak kita memblokir semua akses pikiran untuk membayangkan bagaimana
jika perpisahan terjadi, bagaimana ketika ternyata cinta kita hanya sekedar
rasa yang tak terungkap hingga nanti hati telah tersakiti ?
Cinta
adalah penipuan logis jika karenanya semua jalan menjadi benar dan kesalahan
adalah lawan yang dibenarkan.
Tidak
sedikit cinta yang terjalin mesra berujung pada melemahnya iman hingga tiada
lagi batas-batas penengah antara manusia dengan para syaian yang bahagia bahwa
kehadirannya berhasil menghasut 2 insan untuk melanggar hukum Tuhan. Cinta
seperti itu bukanlah cinta yang semestinya. Semestinya cinta tidak melibatkan
hasrat kehewanan yang bebas melakukan apa saja tanpa hukum Tuhan.
Aku
menuliskan ini karena sudah terlalu sering jatuh cinta sehingga aku ingin
mencengah generasi selanjutnya agar tidak jatuh cinta bilamana keberanian dan
kemampuan untuk membangun rumah tangga belum sejalan. Aku telah melawati
masa-masa percintaan yang memuakkan yang tak sedikit mengoyak perasaan. Aku
benci mengatakan ini bahwa setelah kisah percintaanku yang terakhir kali aku
kini “takut untuk jatuh cinta”. Aku takut mengulang lagi kesalahan yang sama,
aku takut mengulang semua hal yang ternyata mempermainkan keimananku. Mungkin
imanku yang terlalu rapuh namun logikaku masih mampu menawar racun itu. Logika
dan imanku kini bersatu, bahwa tiada cinta yang benar-benar nyata sampai pada
akhirnya kita dengan pasangan sah dalam sebuah acara yang disebut “nikah”.
Aku ingin
mengatakan bahwa cinta adalah muslihat kekinian para syaitan untuk mengelabui
para generasi muda agar tunduk pada perintahnya. Ketika syaitan telah
dilibatkan dalam percintaan maka percayalah kedepannya bukan lagi cinta yang
isitimewakan melainkan hasrat dan hasrat yang datangnya bukan dari perasaan
tapi dari pikiran yang selalu ingin mencoba segala hal. Cinta adalah kelemahan
para generasi muda agar terlena oleh bisikan syaitan yang ingin merusak.
Hati-hati
disaat kamu jatuh cinta. Aku takut semua kemudharatan dilakukan hanya karena
mengatasnamakan cinta dan perasaan yang tak kunjung sehat.
Berhentilah
jatuh cinta jika kamu belum yakin mampu untuk menikahi pasanganmu.
Saran saja,
tak perlulah kita memperdebatkan opini ini J