Senin, 02 April 2018

Berhetilah Jatuh cinta




Bukankah yang saat ini kamu rasakan begitu menyejukkan ?
Ada mekaran-mekaran bunga yang tumbuh didalam hatimu. Kamu pasti suka senyum-senyum sendiri entah karena pesan pujaan hati terlalu manis menyanjungmu ataukah mungkin perlakuan manis yang membikin hatimu tertuju padanya. Indah bukan rasanya jatuh cinta ?
Kekagumanmu seolah-olah mematahkan segala macam bisikan malaikat bahwa terlalu dalam kau jatuh cinta maka terlalu dalam pula luka saat kau kecewa.
Ketika kau jatuh cinta kau akan menaruh harapan yang membuat kamu terkadang kesakitan sendirian karena harapanmu bertepuk sebelah tangan.
Cinta memang mampu membuat mata hati kita buta pada perasaan sakit yang akan datang karenanya. Otak kita memblokir semua akses pikiran untuk membayangkan bagaimana jika perpisahan terjadi, bagaimana ketika ternyata cinta kita hanya sekedar rasa yang tak terungkap hingga nanti hati telah tersakiti ?
Cinta adalah penipuan logis jika karenanya semua jalan menjadi benar dan kesalahan adalah lawan yang dibenarkan.

Tidak sedikit cinta yang terjalin mesra berujung pada melemahnya iman hingga tiada lagi batas-batas penengah antara manusia dengan para syaian yang bahagia bahwa kehadirannya berhasil menghasut 2 insan untuk melanggar hukum Tuhan. Cinta seperti itu bukanlah cinta yang semestinya. Semestinya cinta tidak melibatkan hasrat kehewanan yang bebas melakukan apa saja tanpa hukum Tuhan.

Aku menuliskan ini karena sudah terlalu sering jatuh cinta sehingga aku ingin mencengah generasi selanjutnya agar tidak jatuh cinta bilamana keberanian dan kemampuan untuk membangun rumah tangga belum sejalan. Aku telah melawati masa-masa percintaan yang memuakkan yang tak sedikit mengoyak perasaan. Aku benci mengatakan ini bahwa setelah kisah percintaanku yang terakhir kali aku kini “takut untuk jatuh cinta”. Aku takut mengulang lagi kesalahan yang sama, aku takut mengulang semua hal yang ternyata mempermainkan keimananku. Mungkin imanku yang terlalu rapuh namun logikaku masih mampu menawar racun itu. Logika dan imanku kini bersatu, bahwa tiada cinta yang benar-benar nyata sampai pada akhirnya kita dengan pasangan sah dalam sebuah acara yang disebut “nikah”.  

Aku ingin mengatakan bahwa cinta adalah muslihat kekinian para syaitan untuk mengelabui para generasi muda agar tunduk pada perintahnya. Ketika syaitan telah dilibatkan dalam percintaan maka percayalah kedepannya bukan lagi cinta yang isitimewakan melainkan hasrat dan hasrat yang datangnya bukan dari perasaan tapi dari pikiran yang selalu ingin mencoba segala hal. Cinta adalah kelemahan para generasi muda agar terlena oleh bisikan syaitan yang ingin merusak.

Hati-hati disaat kamu jatuh cinta. Aku takut semua kemudharatan dilakukan hanya karena mengatasnamakan cinta dan perasaan yang tak kunjung sehat.

Berhentilah jatuh cinta jika kamu belum yakin mampu untuk menikahi pasanganmu.
Saran saja, tak perlulah kita memperdebatkan opini ini J



SUGUHAN SPESIAL

Pada usia 25

Pada usia 25, kita tentunya menjadi pribadi yang lebih dewasa. Dewasa dalam berfikir, dewasa dalam bertindak, dewasa dalam segala hal...