Wahai Bapak Ibu yang terhormat
Yang kini sosoknya sungguh bermartabat
Yang kemarin-kemarin banyak di Kritik soal Asmat
Apakah Amanah kini masih terasa nikmat?
atau justru semakin terasa berat ?
Belum puas rasanya aku menyaksikan perpecahan yang kian hebat
Yang semua orang serba terlibat
Aku belum puas dengan debat online rakyat
Aku masih ingin menonton para pendebat beradu pendapat, hingga tak ada lagi kata-kata yang mampu terucap selain hujat menghujat
Negeri ini penuh tipu daya dan muslihat
Senyum tulus orang kini kadang didefinisikan sebagai celaan
karena itu harus dibalas dengan hujatan
Negeri ini memang sudah tak lagi sehat
Wakil rakyat adalah sebuah istilah untuk penyalur aspirasi dan suara
Namun kenapa disana masih saja berkibar bendera kepentingan yang gila ?
Rasanya menjadi lebih menarik ketika menonton kartun di televisi dibandingkan menyaksikan janji sejuta imaji yang sang wakil hembuskan di telinga-telinga
Kita menjadi budak Opini yang berbahaya
Yang di pertontonkan oleh media-media yang juga terperdaya
Seharusnya mereka berdiri di tengah
Bukan di sisi kiri yang berduit
Dan di sisi kanan yang berkuasa
Ada kelucuan yang kita terpaksa menertawakannya
Adalah setiap drama-drama Korea yang kian diminati generasi muda dibandingkan menonton berita yang menyampaikan kondisi terkini bangsa yang semakin menggila
Kita harus tertawa
Karena banyak generasi kini tak peduli negaranya
Belum lagi dalam dunia akademik ternyata praktik manipulasi data dan nota masih diminati
Banyak sekali judul-judul kegiatan yang dibiaskan dengan tanda tangan perwakilan semu
Kini memang negeri sedang bernostalgia
Seakan kita kembali pada masa kolonialisme dahulu
Tentang penjajahan-penjajahan mengerikan
Oleh manusia kepada moral yang semakin tipis bentuknya
Jika kita bertanya-tanya kenapa gerangan bangsa kita semakin banyak masalah?
Mungkin saja karena kita telah bosan dengan hidup rukun
Mungkin saja karena kita sudah bosan hidup jujur
Mungkin saja karena kita sudah tidak peduli kepentingan umum
Kita mungkin sudah di perbudak oleh kepentingan pribadi yang bertopeng
Negara dalam negara adalah fakta yang tak terbantah
Seolah kabinet kerja hanyalah formalitas belaka
Karena diluar sana ada banyak sekali cerita-cerita tentang perebutan Takhta
Begitulah kiranya, negara yang semakin mirip panggung perburuan jabatan
Yang di mana kompetitor-kompetitornya terdiri dari para generasi yang pernah muda
Kini ketika ingin menebak kejujuran teramat sulit rasanya,
Ketika para tokoh negeri berdebat sengit
Ada rakyat dibawah yang sedang terbirit-birit
Kepada siapa mereka hendak menitip kritik ?
Jika ternyata para penyalur aspirasi tak berani berbisik-bisik pada telinga lawan
Kini kawan dan lawan tidaklah penting bukan ?
Yang terpenting sekarang mengamankan jabatan agar kelak tak tersingkirkan.
Malang, 17 Februari 2018
#SajakPagi