ZAMAN NOW VS ZAMAN DOELOE
menyalahkan generasi zaman now bukanlah sebuah pilihan bijak,
Hal negatif yang mereka tunjukkan tentunya terinspirasi dari apa yang kita pernah lakukan selaku generasi jaman Doeloe di beberapa waktu yang lalu. Kita harus akui itu.
Jangan ada komparasi antara jaman now dengan jaman Doeloe.
Karena pada akhirnya menolak datangnya perubahan merupakan awal dari matinya peradaban. Jaman now ditelanjangi dengan teknologi sedangkan jaman Doeloe kita dikebiri oleh ketidaktahuan akan banyak hal. Jadi tidak ada hal yang perlu kita komparasikan antara generasi baru dan lama. Semua generasi memiliki eranya masing masing. Bukan karena kita masuk dalam generasi tua lantas kita mencaci generasi baru yang hadir dan tumbuh bersama teknologi yang kian menjadi-jadi. Tidak ada pembenaran logis untuk menyalahkan teknologi ataupun menyalahkan bobroknya akhlak generasi jaman now. Kita harus bertanggungjawab bersama-sama akan fenomena degradasi moral. Bukan membandingkan mana yang emas mana yang perak.
generasi jaman now dan jaman Doeloe mestinya sama-sama membangun peradaban, bukan saling memperdebatkan generasi mana yang paling beradab. Karena kita punya zaman yang jelas berbeda. zaman kita dahulu masih banyak hal yang bisa dilakukan tanpa pakai internet, dulu ketergantungan kita justru pada permainan tradisional yang memakai banyak keringat.
Lantas apakah generasi zaman now harus menjadi kita pada zaman yang lalu?
kita banyak mengerucutkan perbandingan generasi zaman sekarang dengan zaman dahulu hanya pada sisi tertentu yang berbau negatif saja. Kenapa tidak kita kolaborasikan semangat jaman now sama Doeloe agar bisa menghasilkan gagasan baru ?
Stop membandingkan dulu dan sekarang, yang perlu kita kerjakan dan gagas adalah bagaimana kita memajukan bangsa ini hingga jadi macan dunia ?
8 Januari 2017
edisi revisi
Suherman
menyalahkan generasi zaman now bukanlah sebuah pilihan bijak,
Hal negatif yang mereka tunjukkan tentunya terinspirasi dari apa yang kita pernah lakukan selaku generasi jaman Doeloe di beberapa waktu yang lalu. Kita harus akui itu.
Jangan ada komparasi antara jaman now dengan jaman Doeloe.
Karena pada akhirnya menolak datangnya perubahan merupakan awal dari matinya peradaban. Jaman now ditelanjangi dengan teknologi sedangkan jaman Doeloe kita dikebiri oleh ketidaktahuan akan banyak hal. Jadi tidak ada hal yang perlu kita komparasikan antara generasi baru dan lama. Semua generasi memiliki eranya masing masing. Bukan karena kita masuk dalam generasi tua lantas kita mencaci generasi baru yang hadir dan tumbuh bersama teknologi yang kian menjadi-jadi. Tidak ada pembenaran logis untuk menyalahkan teknologi ataupun menyalahkan bobroknya akhlak generasi jaman now. Kita harus bertanggungjawab bersama-sama akan fenomena degradasi moral. Bukan membandingkan mana yang emas mana yang perak.
generasi jaman now dan jaman Doeloe mestinya sama-sama membangun peradaban, bukan saling memperdebatkan generasi mana yang paling beradab. Karena kita punya zaman yang jelas berbeda. zaman kita dahulu masih banyak hal yang bisa dilakukan tanpa pakai internet, dulu ketergantungan kita justru pada permainan tradisional yang memakai banyak keringat.
Lantas apakah generasi zaman now harus menjadi kita pada zaman yang lalu?
kita banyak mengerucutkan perbandingan generasi zaman sekarang dengan zaman dahulu hanya pada sisi tertentu yang berbau negatif saja. Kenapa tidak kita kolaborasikan semangat jaman now sama Doeloe agar bisa menghasilkan gagasan baru ?
Stop membandingkan dulu dan sekarang, yang perlu kita kerjakan dan gagas adalah bagaimana kita memajukan bangsa ini hingga jadi macan dunia ?
8 Januari 2017
edisi revisi
Suherman