Kalau orang Jakarta sedang berbahagia dengan pemimpin barunya
kok justru orang luar Jakarta kebakaran jenggot membahas kepemimpinan di Jakarta?
Selalu saja ya kita ini ikut campur sama daerah orang :')
Memperdebatkan hal-hal yang sebenarnya tidak menganggu kenyamanan hidup orang banyak, tidak berdampak pada kemiskinan, tidak berdampak pada inflasi dan hal yang merugikan lainnya.
Sekarang rasa-rasanya masyarakat menjadi terlalu sensitif akan sebuah redaksional, reaksi yang berlebihan yang dijadikan berita nasional justru terkesan menutupi berita yang lebih krusial diberitakan.
Ndak usah lah memperpanjang masalah, boleh gak sih kita gak usah baperan ?:')
jangan terlalu tersinggung dengan pernyataan !
masalahnya Itu bukan disana.
Masalahnya tuh hanya karena kita suka nyari kesalahan orang biar orang tersebut bisa dikucilkan, masalahnya bukan pada orang yang kita salahkan.
masalahnya ada pada kita yang sedikit-sedikit nyalahin orang.
Resiko jadi pemimpin memang gitu, siap kena kritikan, siap di polisikan, siap dicaci maki.
Tapi lantas kemudian apakah semua cacian kita menyelesaikan masalah ?
Apakah ketidaksepakatan kita akan sebuah pernyataan ataupun kebijakan menyelesaikan masalah yang ada?
Tidak ada yang selesai dengan keberadaan kita mengangkat isu yang tidak penting untuk dipermasalahkan terlalu serius.
Isu abadi suatu daerah adalah perihal kesenjangan antar masyarakat.
itu masalah.
Saya berharap kita yang diluar Kota Jakarta ini turut mendoakan agar problematika yang ada di Ibu Kota Negara kita lekas selesai, jangan ikut campur dengan memanaskan media sosial anda memposting dengan tujuan melampiaskan kekecewaan akan sebuah redaksional "pribumi". Kita kudu bijak jangan terjebak dengan propagandanya pihak yang memang punya kepentingan lain selain ketersinggungannya degan 1 kata itu.
Kita kawal Negara ini menjadi negara yang bijak dalam bersikap, Masyarakat yang beradab, jangan banyak berdebat apalagi terpecah belah kembali karena perihal redaksi -redaksi yang dijadikan masalah besar.
Udahlah!
Doakan Jakarta kita damai sentosa, pemimpin yang baru amanah, pemimpin yang lama apresiasi Kinerjanya.
Mari kita dukung Ibu Kota kita, jangan banyak mencaci deh.
*Tulisan ini tidak bermaksud menggurui pembaca, ini hanya opini yang tercipta akibat kegerahan saya membaca respon pembaca berita yang suka nyinyir keterlaluan akan suatu fenomena (khususnya komentar tak mendidik)
kita semua asli bumi Indonesia kok apapun ras anda, agama anda, gak ada yang bisa membendung cinta kita untuk negeri ini.
Jadi gak usah berlebih-lebihan.
19 Oktober 2017
#SayaCintaJakarta
#SayaIndonesia
#KitaSemuaPribumi
#OpiniPagi