Kamis, 31 Agustus 2017

Lebih baik kita menipu rasa sebelum rasa menipu kita (cerita fiktif)



Tentang cinta.
Bagaiamana  bisa rasa kita menjadi sama. Saat awal berjumpa hanya menjadi kesan biasa, tersenyum biasa saja seolah tak pernah ada rasa kagum didasar hatiku. Bagiku rasa cinta adalah hal yang relativ dimiliki oleh tiap manusia. Namun aku tidak pernah tahu mengapa rasaku datang saat sekian kali aku melihatmu tersenyum,tertawa dan menyebut namaku dengan lembut. Sekian lama aku hanya bisa berdiam, mempertayakan rasaku untukmu. Kau inign tahu awal dari sekian ribu rasa kagumku untukmu datang ?
Saat itu kau sedang duduk termenung di depan bangku taman kampus, hari itu aku masing sangat ingat kau mengenakan hijab berwarna merah , dihiasi dengan motif bunga-bunga, ditambah lagi pakainmu anggun menutupi auratmu, sehingga tiada kesan laki-lai menatapmu dengan hasratnya. Hari itu kau tidak menyadari aku ada ditengah keramain yang sedang berteriak dengan membawa baliho “Pemerintah harus buka mata”, dikepalaku ada headbned berwarna merah persis seperti warna pakain yang kau kenakan itu. Hari itu aku sedang meneriakkan aspirasi bersama ratusan mahasiswa lainnya yang menuntut Pemeritah untuk menurunkan harga Bahan Bakar Minyak yang naik drastis. Aku berteriak, bernyanyi seakan Pemerintah akan mendengarkan aspirasi kami, sampai suara parau tiadapun tanggapan keuacli orang-orang mentap kami sebagai “sumber kemacetan”. Hari itu kampus kita benar-benar ramai dengan kehadiran kami yang membawa suara bising ditengah terik siang.  Berteriak menuntut pemerintah didalam kampus hingga keadaan menjadi semakin rumit, kami hanya menjadi tontonan orang-orang yang tengah belajar tiba-tiba berhamburan keluar kelas, yang tengah besantai tiba-tiba terkaget, semuanya menjadi kacau hari itu. Yang aku tahu saat itu aku sedang meneriakkan suara rakyat yang terjepit dengan kemiskinan. Hari itu aku sedang meneriakkan kebenarn yang belakanagn ini tengah terlupakan. Hari itu akusangat kecewa dengan Pemerintah karena menaikkan BBM tanpa memikirkan rakyat jelata. Namun beberapa saat kemudian aku berhenti berteriak, mataku tertuju pada seorang wanita yang sedang duduk menghadap danau kecil didepan gedung rektorat. Tanpa sedikitpun menoleh kaearah kami para demonstran , seolah tidak merasa terganggu akan kebisingan yang kami buat. Tanpa kamu menolehpun aku tahu kalau itu adalah kamu, seoarang gadis seangkatanku di Fakultas yang aktif sebagai anggota Rohis. “Nurul Jamilah”, itulah nama lengkapmu, namun akrabdipanggil Nurul saat berada dikelas. Kamu begitu aktif saat dosen memberi pelajaran, tak heran kamu menjadi salah satu mahasiswi faforit para dosen di fakultas. Namamu sama seperti dirimu. Cahaya kecantikan. Senyumanmu sangat teduh, membuatku kadang merasa malu saat kau melemparnya padaku. Hari itu untuk pertma akalinya hatiku bergetar saat menatapmu disana, duduk terdiam, dan nampak memikirkan hal lain yang lebih penting daripada memerhatikan aksi kami yang sedang berdeonstrasi.
Disuatu sore yang mendung, kita berpapasan di depan perpustakaan kampus. “Assalamualaikum”, katamu ramah. “Walaikumsalam”, balasku sembari berusaha menyaingi senyuman manis yang baru saja kau lontarkan padaku. Hari itu kau sedang memakai Hijab berwarna merah, untuk kesekian kalinya aumenagumi pesona dirimu yang terlalu indah untuk kuungkakkan dengan kata-kata. Gaun merah mu seakan memberikan magnet bagiku untuk senantiasa memandangmu tanpa rasa bosan sedikitpun. Disore itu ksu mengajakku untuk masuk ke perpustakaan tanpa kau mengetahui sebenranya aku tidak suka dengan tumpukan buku ilmiah yang begitu kaku saat dibaca. Namun ajakanmu sore itu membuatku tidak bisa menolak, utuk kali pertamanya aku menginjak lantai dibalik ointu perpustakaan. Biasanya aku hanya numpang lewat dan mengabaikan tulisan “buka”. Sudah 2 tahun sejak aku menjadi mahasiswa baru kali itu aku memasuki Perpustakaan yang berisikan ribuan buku dan ratusan rak cokelat tertata rapi didalamnya. kau benar-benar memiktaku. Aku terduduk tepat dibelakangmu, sedang kau sedang asyik membca buku, enahlah apa judul buku itu, yang jelas kau terlihat begitu menikmatinya. Sampai pada saat aku sedang berada dipucak lamunanku tiba-tiba suaramu mengagetkanku,”hai”, ditangan kananmu kau sodorkan sebuah buku dengan judul “menjadi aktivis yang agamis”. Bukan mainbetapa kagetnya aku saat itu, batinku bertanya, dari mana gerangan kau mengetahui aku adalah seorang Mahaiswa akivis yang sering menjadi bagian dari demonstran dijalanan ? aku begitu malu rasanya, saat itu. “nih baca buku ini, semoga dapat menjadi aktivis yang benar”, tambahmu seraya berpaling dan melanjutkan bacaanmu. Aku masih terpaku sesaat. Hingga kau berbalik lagi padaku, “, sudah jangan kaget begitu, aku sudah tahu kalau kamu itu bagian dari pendemo-pendemo yang sering bikin berisik itu”, kau tertawa kecut, “ lantas aku hanya mahasiswi aneh yang selalu cuek akan segala hal”,. Tepa sekali, aku langsung berfikir, apakah dirimu ini mampu membca pikiran orang? Sehingga apa yang ada dalam pikiranku mampu kau jawab sebelum aku bertanya lebih jauh tentangmu. Perlahan aku membuka buku tadi, dan membca lembar demi lembar, hingga akhirnya aku merasa kantuk yang cukup berat. “, hei, ga usah dipaksain , kalau ngantuk mendingan gausah dibaca”, lagi-lagi kau membuatku kaget. Dan pada lkahirnya sore itu berkahir dengan perpisahan, karena aku harus keluar untuk alasan yang sebenarnya aku buat-buat agar tidak berlama-lama duduk didalam perpustakaan itu dan kesempatanku untuk berlama-lama denganmu akhirnya sirnah, dan aku sangat menyesalinya.

Hari minggu merupakan hari tenang bagi mahasiswa. Namun tidak bagiku. Sabtu ini ada aksi didepan Balai Kota Malang yang mengharuskan aku menjadi kordinator aksi. Sebenranya aku lelah dengan semua aktivitas melelhkan ini. Kerjaan hanya teriak-teriak tanpa memberi hasil signifikan, begitulah pengalamanku selama 2 tahun ini aktif sebagai demonstran. Suara seraj]k berteriak tanpa menghiraukan terik siang, tak ayal beberapa orang perah jatuh pingsan saat Unjuk rasa berlansung anarkis dan polisi mengeluarkan gas air mata. Aku lelah dengan kebiasaan ini. Berteriak menuntut keadilan sedang keadilan bagi penikmat jalan raya tidak kami hormati. Aku sejujurnya sangat malu sbagai mahasiswa saat turun kejalan raya dan menjadi sumber kemacetan lalu lintas. Apa gerangan pendapat masyarakat diluar sana yang menjadi penikat jalan raya? Banggakag mereka degan aksi aspirasi kami? Atau mungkin kami sedang keliru menyuarakan suara hati. Ataukah mungkin yang kami suarakan adalah suara hati kami sendiri ? karena ketika aku telusuri suara yang kami sampaikan tidak semuanya sesuai dengan yang rakyat inginkan. Rakyat inginkan keadilan, sedang kami menyuarakan keadilan tanpa menghormati keadilan berlalu lintas. Mungkin sudah waktunya aku berhenti menjadi demonstran. Mengapa tidak aku coba mencoba untuk jadi kutu buku diperpustakaan? Mengingat tahun depan sudah jadwal untuk melakukan Skripsi. Terjadi gejolak batin dalam diriku. Namun apapun yang aku pikirkan tidak sesuai dengan kenyataan. Aksi unjuk rasa kembali dilaksanakan dibawah komandoku. Akhirnta kembali teripta kemacetan yang luar biasa. Didepan Kantor Balai Kota ini, arus lalu lintas mulai sesak. Ratusan mahasiswa mulai berterika tidak jelas. Bernyayi lagu perjuangan. Aku benaar-benar meras dikenadlikan oleh emosiku, bukan oleh hati nuraniku yang sudah sejak keamrin mulai memberontak. Siang, ketika matahari tengah berada tengah langit, aksi berhasil dibubarkan dikarenakan barisan polisi yang terlalu tebal untuk kami tembus ditanbah lagi gas air mata yang menjadikan kami seperti kambing kehujanan. Semua rekan-rekan sudah kembali, dan aku tercengang ketika sebuah pesan masuk di Ponselku. “Akhirnya, bubar juga ya”, pesan darimu. Darimana kau tahu kalau baru saja aksi kami dibubarkan?. Aku menerwang dsekitarku, berharap menemukan sookmu ditengah keramaian jalan raya yang sudah mulai lancar kembali, namun tidak membuahkan hasil. “kau dimana?”, bantiku gelisah, sejak kapan aku gelisah dibuatmu?

Kau terlihat begitu cerah pagi ini. Entah mengapa setiap hari senin kau selalu mengenakan pakaian yang serba kuning. Membuatnya telihat seperti cahaya yang kemilaunya menyilaukan mata.

BERSAMBUNG …..




Minggu, 27 Agustus 2017

Agar Tuhan Memaafkan Saya



Saya adalah seorang lelaki pendosa yang hingga kini Allah SWT masih menutupi aib-aib yang telah saya lakukan. Banyak sekali cerita masa lalu yang membuat saya malu dihadapan Allah. Sebagai hamba yang diberi nikmat tiada batasnya nyatanya saya masih sering berkhianat kepada-Nya. Allah selalu mencintai saya sedangkan saya seringkali terlena untuk mencintai ciptaan-Nya dengan berlebih. Kini usia saya semakin menua dan Alhamdulillah sebuah cahaya datang menyinari kegelapan hati saya yang gemar melakukan dosa, entah itu yang terlihat orang ataupun dalam keadaan sendiri. Saya merasa sangat bersyukur kesadaran ini datang sebelum Nafas ini hendak dicabut oleh Malaikat Maut, saya merasa lega bahwa Allah masih memberi saya kesempatan untuk mencintainya lebih banyak dari biasanya.

Sebagai permohonan maaf saya sebagai hamba yang berdosa saya mengikrarkan perlahan dalam hati kecil sumber kejujuran ini untuk meninggalkan perlahan segala hal yang membuat saya terlalu berfokus pada dunia yang penuh kesemuan ini. Bilamana dahulu saya dan perasaan cinta berlebih ini berkolaborasi untuk mengkhianati Allah, kini saya berjanji akan meninggalkan rasa yang memuakkan itu. Saya ingin berpasrah diri pada kehendak-Nya, mencintai Allah dengan sisa waktu yang saya miliki, meminta maaf tiap hari agar Allah benar-benar memafkan seluruh dosa saya yang lalu-lalu.

Allah berkata dalam ayat-ayat cintanya bahwa meminta maaflah maka dengan segala cintanya akan dimaafkan-Nya dosa hamba-Nya. Saya ingin meminta maaf dan tidak ingin menjadi hamba yang sama dengan kisah masa lalu saya. Agar Allah memaafkan, saya ingin mengentikan seluruh kebiasaan buruk saya sebagai hamba dan menggantinya dengan kebiasaan baik yang di Sunnahkan oleh Rasulnya. Saya berharap semua berjalan dengan lancar tanpa hambatan keduniaan yang telah membuat saya mengecewakan Allah berkali-kali.


Ya Allah, agar engkau memaafkan hamba, saya siap berubah menjadi pribadi yang engkau cintai. Maafkan hamba yang berdosa ini, izinkan saya memakai kesempatan kedua, agar hamba tak menyesali kehidupan di dunia. Saya begitu takut meninggalkan dunia ini tanpa memperoleh ampunanmu.

Allah, maafkan saya yang banyak mengecewakanmu.


Malang, 27 Agustus 2017

Rabu, 23 Agustus 2017

MUSE PART 1 of 3

FIRST

Cinta, masih pantaskah semua hubungan di dunia ini di sebut cinta ? sementara, ketika cinta itu berada di genggaman, dia justru memilih pergi tanpa alasan yang pasti. Mungkin mereka benar, cinta itu hanya akan berakhir seperti akhir dari sinetron. Hanya aka nada dua jenis akhir yang ditemui menyenangkan atau menyedihkan dan paling buruknya “tragis?”. Ketika akhir menyedihkan yang kau dapati, maka telak hatimu akan bersimbah luka. Luka yang mungkin akan membuatmu berpikir 2 kali untuk mendekati “cinta”. Sedang cinta itu akan datang dengan keindahannya dan akan membuatmu terbuai dalam kisah-kisah fantasi yang diciptakannya. Jika cinta itu mendapatkan sedikit celah untuk berpaling, maka dia akan pergi, dan meninggalkan luka yang teramat dalam. Berhati-hatilah !!!

            Seperti biasa, Vino selalu saja melakukan kebiasaan lamanya ketika pulang dari sekolah, tidak lain hanyalah masuk ke dalam ruang musik lalu menghabiskan waktu siangnya di dalam sana. Beruntungnya, selalu saja ada 2 orang temannya yang setia menemaninya. Entah itu untuk bermain musik, atau hanya sekedar nongkrong dan bercerita tentang hal-hal yang tidak penting sama sekali. Kebiasaan itu ia lakukan sejak kelas  1 SMA, kala itu ia sedang tertarik dengan seorang gadis yang juga merupakan cinta pertamanya. Semenjak waktu itu, ia selalu mengajak teman-temannya untuk masuk ke dalam sana dan akhirnya tertarik juga, meski tak ada alasan mengapa harus tertarik. Yang mereka tahu hanyalah prinsip kesetiakawanan, “tertarik tidak tertarik, harus tertarik demi menciptakan iklim pertemanan yang baik”.
Sebenarnya Vino adalah anggota dari eskul Bola dan kedua temannya adalah eskul basket, tidak heran kalau tubuh dan gaya mereka membuat para cewek tertarik. Apalagi kalau mereka beraksi di lapangan, pasti itu akan menjadi tontonan serius yang tidak akan dilewatkan begitu saja oleh kalangan wanita. Tapi itu diri mereka setahun yang lalu, ketika Pak Sam yang masih sebagai pelatih dan guru olahraga itu belum di pecat dari sekolahnya. Bapak Sam mendapat tudingan mengumpulkan dana dari anak sekolah tanpa seisin dari kepala sekolah. Tentu saja itu adalah berita yang sangat mengejutkan dan  tidak bisa mereka terima. Hanya karena hal itu, guru kesukaan mereka di pecat? Padahal tidak seorang pun dari siswa yang keberatan dengan pengumpulan dana itu, beliau hanya ingin membuat seragam olahraga yang khusus untuk bidang olahraga masing-masing. Tapi yang namanya peraturan tetaplah aturan, beliau harus di pecat, menurut ibu kepala sekolah itu adalah pelanggaran berat. Semenjak pemecatan itu, Vino mengundurkan diri dari Tim Bola, Begitupun kedua temannya, mereka juga ikut mengundurkan diri dari tim basket. Dan keputusan akhir mereka adalah bergabung dengan eskul Musik dan sudah 1 tahun mereka jalani Hobby baru ini.


Ada satu hal lain yang membuat Vino masih sering berkunjung kesana, adalah kenangan bersama Rini yang harus ia hapus sesegera mungkin. Tidak ada gunanya mengenang cerita indah bersama orang yang telah menyakiti hatinya. Tidak ada juga alasan mengapa dia harus benci dengan kenangan yang pernah mereka lalui di ruangan itu. Memang cara terbaik untuk melupakan kenangan adalah tidak masuk lagi dalam ruangan itu, tapi hal tersebut juga tidak bisa ia lakukan. Terlalu banyak kisah yang telah ia rangkai bersama teman-temannya di ruangan itu, dan ketika mulai sadar ternyata ia juga mencintai musik sama seperti kakaknya yang sudah menjadi musisi terkenal di Indonesia. Yah, tak apalah toh kenangan itu juga pasti akan terlupa dengan sendirinya. Tinggal menunggu waktu saja dan ia pun akan menjalani harinya dengan normal kembali.
“ hei, entar sore kita ke Mall yuk. Gue mau beli hadiah ulang tahun buat Frisca, calon pacar gue”, ajak Roni dengan wajah yang penuh harap dihadapan kedua sahabat karibnya.
 Serentak Vino dan Jacky menjawab,”nggak ah”.
Kemudian  Vino menambah komentarnya,” eh,dodol. Emangnya loe yakin Friska itu mau sama loe. Ngaca dong Monyet aja ogah kalau mau kencan ama loe, hahaha”, ucapnya terbahak.
Tentu saja ucapan itu tidak membuat Roni sakit hati. Malah ia segera membalas celaaan Vino dengan wajah sinis,” emangnya elu, yang mau pacaran ama monyet. Eh asal loe tau juga item-item gini semua cewek pada naksir ama gua, iyyakan Jack ?”, ungkapnya dan meminta persetujuaan Jacky yang sedari tadi hanya tertawa.
 Dasar si Jacky yang tidak mau ikut campur dengan perdebatan kedua kawannya, dia hanya bilang,” tau ah, guwe gak ngerti bahasa monyet”.
Lantas saja jawaban itu membuat Vino terbahak-bahak. “Ron,Ron. Tuh kan udah terbukti, gorilla aja nolak pendapat elu”.
“ apa loe bilang, gua gorilla?” sergah Jacky yang merasa dirinya dicela, “ gua gampar ntar baru tau rasa loe. Nyet....nyet ada-ada aja lu, ngatain gua gorilla. Bukannya ellu yang mau pacaran ama monyet? tawa pun kembali meledak di ruangan itu. Terkadang persahabatan memang mengesampingkan rasa sakit hati hanya untuk menyaksikan tawa dari sahabat-sahabatnya.

 Kalau tidak ada obrolan penting, seperti itulah mereka, saling bercanda satu sama lain tanpa menghiraukan waktu yang sebentar lagi akan menjelang sore.

Jumat, 18 Agustus 2017

PROLOG MUSE (DALAM RENUNGAN AKU MENEMUKANMU)


“Cinta, masih pantaskah semua hubungan di dunia ini disebut cinta ? Sedang cinta yang kita percaya hanyalah kesemuan yang menyakitkan. Saat kau gantungkan harapannmu pada cinta sedang cinta memilih pergi dan menggoreskan luka pada hatimu ?
 Cinta ?
 Saat kau gantungkan harapan pada cinta sedang dia menutup pintu menuju harapanmu itu, apakah cinta setega itu ? Ataukah cinta yang kita tahu itu bukanlah benar-benar cinta ?”

            Pagi telah menjelang, Vino lekas membuka mata dan bergegas bangun dari tidurnya.  Segera ia buka jendela kamar dan membiarkan angin pagi menerpa wajahnya yang masih kusut itu. Ada sesuatu yang selalu menghantui dirinya belakangan ini. Semenjak kejadian siang itu, tepatnya di taman sekolah, ia selalu mengalami mimpi buruk ketika tidur. Dan mimpinya selalu itu-itu saja yang terulang. Kalau saja siang itu Rini tidak memutuskan hubungan dengannya, mungkin mimpi buruk itu takkan pernah datang. Tapi kini semuanya terlambat, mimpi buruk itu selalu datang di setiap tidurnya. Dan kisah cinta yang ia jalin selama hampir 3 tahun bersama gadis itu, semuanya sirnah sudah. Di dalam hatinya masih terdapat luka yang begitu dalam dan mungkin akan sulit untuk di sembuhkan. Dia telah merasakan sakit hati karena cinta, dan dia telah kehilangan sebagian dari semangat hidupnya, semua itu karena Rini. Gadis itu telah pergi, dan entah kapan ia akan kembali. Dan apakah gadis itu akan kembai lagi padanya? Entahlah, dalam hatinya kini ia merasa benci dengan yang namanya cinta, buat apa punya cinta kalau ujung-ujungnya hanya akan menggores luka yang dalam didalam hati. Mungkin saja gadis itu akan kembali, tapi tak menutup kemungkinan Vino tak ingin lagi merajuk kembali kisah yang pernah mereka lalui, itupun kalau Vino masih punya yang namanya “cinta”.


Senin, 14 Agustus 2017

CINTA ITU TENTANG “MEMPERTAHANKAN”



Halo reader…
Apakah kalian percaya bahwa cinta itu adalah fitrah yang gak akan tertukar meski telah di campur adukkan dengan banyak cinta yang ada di dunia yang begitu luas ini. Saya selalu percaya bahwa tulang rusuk gak akan tertukar sekalipun sebelumnya dia telah singgah pada banyak rusuk-rusuk lainnya sebelum diri kita. Reader tahu gak soal pasangan selebriti suami istri yang sudah berbelas tahun berumah tangga ternyata bukan jodoh. Atau mungkin kalian tahu bagaimana kisah beberapa selebriti yang dua kali menjada karena menemukan laki-laki yang belum jodohnya? Atau kalian tahu cerita orang-orang terdekat kalian yang ternyata bercerai karena tidak cocok dalam berumah tangga?
Banyak sekali kasus menyedihkan yang menjadikan bercerai adalah jalan keluar bagi pasangan suami istri yang rapuh dalam mempertahankan cintanya.  Maka dengan demikian sudah semestiya pernikahan itu terjadi atas dasar cinta dan komitmen sehidup semati. Kunci terbaik dalam membangun hubungan adalah jika kamu laki-laki adalah megalah jika kamu perempuan adalah mengerti. Sebagai laki-laki sudah seharusnya banyak mengerti akan hati wanita sekalipun kita dalam keadaan benar. Tidak ada yang mau mengatakan bahwa saat kamu benar maka kamu harus menang, teradang untuk menciptakan hubugan harmonis itu kamu harus banyak mengalah. Mengalah tidak selalu bermakna kalah dalam sebuah hubungan. Hubungan yang dewasa adalah hubungan yang saling mencari jalan untuk mempertahankan bukan mencari kesalahan untuk argumen saling melepaskan. Jika kedua belah pihak tidak pernah saling mempertahankan maka lebih baik jangan pernah berfikiran untuk membangun suatu hubungan sejak awal. Semua orang bisa saja berubah seiiring waktu berjalan. Semua perasaan bisa goyah dengan banyaknya ombak cobaan yang silih bergantian datang. Namun cinta yang abadi adalah cinta yang mampu berselancar diatas ombak cobaan itu. Bukan justru hanyut tenggelam dalam lautan perpisahan yang menyedihkan.

Tapi satu hal paling benar adalah ketika setiap pasangan ada yang merasa lelah dalam berhubungan tapi justru memilih untuk saling mempertahankan. Dalam hidup saya sendiri telah banyak kisah-kisah menyenangkan maupun pahit yang telah terjadi. Hidup saya terlalu drematis rasanya. Beragam kisah cinta telah saya saksikan dan alami sendiri sejak saya masih Sekolah Dasar hingga saat ini telah menyelesaikan strata satu di salah satu perguruan tinggi ternama negeri. Dengan itu saya telah mengamati banyak kisah cinta yang fakta maupun dalam dunia fiksi yang belum tentu pasti. Tapi hal yang mampu menjadi pemutus benan merah antara nyata dan fiksi adalah bahw cinta itu butuh untuk dipertahankan bersama bukan sebelah pihak saja. Sejenuh apapun kamu dalam mencintai dan menjalani hubunganmu jangan sampai ada opsi perpisahan didalamnya apalagi yang sudah berstatus suami dan istri. Allah sendiri tdak melarang perceraian namun perceraian pula salah satu hal yang paling tidak disukai-nya.

Bilamana hendak berbicara mengenai cinta maka tolong jangan pernah ada kata menyerah untuk mempertahankannya. Selama cinta itu masih ada dalam hati manusia maka tidak akan lekang oleh masa, kisahnya akan abadi selamanya.

So pertahankanlah cintamu sebisa mungkin, selama mungkin, atau mungkin selamanya.


Malang, 14 Agustus 2017

Minggu, 13 Agustus 2017

Bosan aku jadi orang Indonesia



Disaat aku berjalan-jalan keluar rumah kemudian kutelusuri trotorar Kota
Kudapati pemandangan menyesakkan
 volume kendaraan yang mungkin jumlahnya sudah sebanyak manusia di Negeri ini
350 juta kata data statistika total manusia, mungkin perkepala punya lebih dari 1 kendaraan pribadi
Dan lagi anak-anak bayi yang sudah berumur 12 tahun sudah merengek minta di belikan motor buat kesekolah tiap hari
Para pekerja baru pula sudah membayar kredit mobil-mobil mahal yang ingin dipakai buat bergaya
Bagaimana mungkin ini bisa terjadi secepat ini ? Kota-kota kini jadi saksi kejamnya globalisasi
Gengsi manusia jika tak punya mobil
Malu jika tak punya motor
Sengsara jika tak mampu membunyikan klakson di desanya saat pulang

Kini di Saat kau menghirup udara rasa-rasanya sudah bercampur dengan bau-bau limbah industri
Kini di saat kau menatap kedepan sana tak ayal terlihat hanya barisan gedung-gedung yang sudah bisa menutupi matahari
Kini di saat kau lengah sedikit saja seluruh benda berharga bisa hilang sekejap tergantikan dengan kemewahan yang kalap
Kini saat kau membuka berita di televisi, setiap hari ada saja orang yang mati terbunuh
Dan lagi berita-berita para “peseni ” yang tidak penting kau ketahui jadi berita nomor “sici” uniknya masyarakat menikmati seperti makanan cepat saji


Lalu dengan penuh keragu-raguan aku kembali melanjutkan perjalanan
Di sana di beberapa warung pinggir jalan menjadi kantor keliling para peminta-minta
Dengan modal pakaian lusuh, wajah memelas, dan suara serak dibuat-buat
dalam sehari mungkin saja para “pebisnis belas kasih” ini mengumpulkan uang lebih banyak daripada yang di kumpulkan para dosen dalam 2 jam memberi materi hingga mulut berbusa-busa
Mungkin saja penghasilan pebisnis belas kasih ini bisa lebih banyak daripada omset penjual es keliling di sekolah-sekolah dasar hingga keringatnya mengering di sore hari
Mungkin saja penghasilan para penjual sembako di pasar tak mampu menjangkau hasil kerja keras para pebisnis belas kasih ini dalam sehari
Dengan begini aku semakin bersedih, sembari terus berdiri mengamati perilaku para pebisnis belas kasih di depan sana
Mereka cukup pandai dalam memainkan perasaan pelanggan
Cukup dengan berdiri mematung, menggendong bayi yang terpaksa mengemis terlalu dini dengan Ibu palsunya, lalu menunggu orang-orang memberikan simpati
Oh ya simpati tidak penting, mereka hanya membutuhkan uang

Pemandangan ini sudah seringkali, setiap hari, dimanapun aku pergi pasti kudapati sosok-sosok yang sama
Pekerjaan yang sama, modal yang sama, dan motif Ekonomi dan rasa malas yang jadi motivasi
Ketika yang lain bekerja keras sedang pebisnis belas kasih hanya bisa memelas
Ketika yang lain berkeringat bercampur getir pada pekerjaan yang ditolak bos
Sedang para pebisnis belas kasih ini hanya bisa keringat bercampur khianat

Mereka mengkhianati tubuhnya yang masih sehat dan kuat
Mereka mengkhianati rambu-rambu kemanusiaan dengan berpura-pura memelas
Mereka mengkhianati perasaan para mengulur kasih yang tak tega menyaksikan mereka mengais rezeki dengan cara memuakkan seperti itu
Mereka kurang layak untuk dikatakan pekerja berat
Karena keringat mereka tak seharga dengan kerja keras para aparat yang rela berpanas-panas mengayimi rakyat


Bosan aku jadi orang Indonesia, jika hanya pemandangan seperti ini yang menjadi kenyataan sehari-hari
Tapi aku tahu Indonesia bukan obyek kebonasan yang tepat
Indonesia adalah harga mati yang dihadiahkan oleh para pendahulu yang telah tewas
Tidak, aku tidak bosan jadi orang Indonesia
Aku hanya muak dengan sesama orang Indonesia yang seringkali saling sikat dan berkhianat
Aku muak, sungguh muak,benar-benar muak
Oh Indonesiaku betapa malangnya dikau dirumahi para pengkhianat.


Malang, 13 Agustus 2017

Ketegasan Rasa


Pernah waktu itu semestaa turut beerbahagia meyaksikan kita membicarakan perasaan yang menyejukkan , yang kita arahkan pada sesuatu yang bernuansa sakral. Kita pernah membicarakan mimpi dan cerita masa lalu yang menyakitkan, kita pernah megurai air mata karena ketidakmampuan melawan kenyataan. Namun ternyata kini semua hanya hikmah dari kisah kehidupan. Bagaimana kiranya rasa sakit itu bsa kau ciptakan berulang-ulang tanpa sadar, sedang kau hanya tenang dan seolah bungkam. Kau seakan menciptakan keberadaan dan ketiadaan diwaktu yang bersamaan. Andaikan kau mengerti betapa tulusnya hati membagi perasaan maka kau mungkin tiada lagi meragu untuk masa depan. Namun ternyata kita hanya bertemu sebagai hikmah dan dipertemukan untuk saling memberi rasa sakit dengan cara yang berbeda. Kita dipertemukan hanya untuk saling menjadi bayangan dalam hidup kita masing-masing. Kita ditakdirkan hanya untuk saling menceritakan kesakitan dan mengukitnya dalam-dalam.
Bagaimana kiranya cara yang tepat untuk menghentikan pengharapan yang tak kunjung sampai ?
Pada hati yang senantiasa menginginkan kehadiranmu yang ternyata hanya diam dan menghilang tanpa sebab dan kabar. Masihkah kita layak utuk disyukuri oleh semesta yang kesakitan? Pertemuan yang kita sepakati ternyata berbuah tak menyenangkan. Pada akhir seperti ini kepada siapa lagi hendak kupercayakan ketulusan ?

Apakah hati semestinya bungkam kembali untuk waktu yang lama ? kembali meragukan setiap titik belas kasih yang datang menyapa perlahan. Kau dan aku hanyalah hikmah yang saling berseberangan. Kau kurang tegas dalam membicarakan perasaan hingga aku terluntah-luntah untuk belajar memaknai itu. Namun aku sadar perasaan yang tak berkomitmen akan cepat pudar dan diragukan. Hingga mungkin pada akhirnya pertemuan kita termasuk cerita yang perlu disesalkan. Mengapa rasa begitu membabi buta datang sedang dia enggan untuk menhilang ? Rasa datang dengan bebas dan pergi membawa sandera kemudian meninggalkan banyak resah yang membuncah.

Kekasih ? Bahasa tak berguna yang senantiasa dilantunkan dalam setiap pengharapan yang dibicarakan dalam keseharian yang lalu, harus disesali bahwa aku akan mulai menghilang dari hidupmu perlahan, jika itu yang kau ingikan. Asal kau begitu memahami rasa sakit yang kau ukir dengan belati perhatianmu mungkin kau akan tahu betapa beratnya tanggungan dalam pikiran ini. Bahkan setiap kata rindu dan cinta yang selalu kau lantunkan dulu dari mulutmu menjadikanku semakin ragu dan cemburu, siapa gerangan sosok-sosok yang kau sampaikan kata-kata yang sama. Jika ini hanyaah sebuah permainan perasaan maka lepaskan,… biarkan aku pergi, menghilang, membawa seutas rasa sesal dan kesal yang selalu kau ciptakan bersamaan . Perihal luka yang sudah terbuka biarkan kukeringkan saja dengan waktu yang akan selalu datang. Mungkin kita dipertemukan adalah kesalahan kesekian yang pernah dilakukan oleh masa lalu.
Jika yang kau inginkan adalah saling melepaskan maka pergilah dan jangan kembali datang. Karena sekali saja kau menghilang maka tiada jalan untuk pulang. Begitulah kiranya perasaan harus ditegaskan.

Malang, dibulan Agustus 2017




Sabtu, 12 Agustus 2017

Merdeka dalam kata-kata



Sebentar lagi akan datang hari hari sakral bangsa yang akan membikin setiap saudara dibelahan Barat hingga Timur Nusantara bergembira
Bangga kita menyebut bangsa ini telah merdeka 72 tahun lamanya
Merdeka tanpa perang, darah dan tangisan perpisahan akan nyawa yang melayang demi sebuah kedaulatan
Bangga kita menyebut bangsa ini merdeka dengan segala macam nikmat Tuhan tak terhingga diatasnya
Bangga, kita mesti bangga dengan semua pemberian para pendahulu yang membayar senyum kita hari ini dengan darah lalu nyawa

Bukankah kita sudah merdeka 72 tahun lamanya ?
Mari kita lihat sedikit pecahan kisah bangsa terkini, di abad “gendeng” teknologi
Saking merdekanya kini ada manusia yang jadi pencuri, pembunuh dan pemerkosa
Saking merdekanya kini banyak pejabat yang korupsi, kolusi dan menipu istri
Saking merdekanya kini terlalu banyak jenis dosa yang dilakoni generasi terbaru negeri
Dampak dari merdeka kini adalah lahirnya para pelupa yang berbaur dengan mordernisasi

Bukankah kita sudah merdeka 72 tahun lamanya ?
Mari kita lihat lagi kondisi masyarakat kita kini
Saking merdekanya dalam dunia nyata banyak yang salling tikam demi jabatan dan kebanggaan
Saking merdekanya dalam dunia maya para pecundang saling fitnah memfitnah beserta caci dan sumpah serapah
Saking merdekanya dalam sekejap banyak manusia yang tak lagi mau mengormati guru-gurunya, para pahlawannya dan lagi pemimpinnya dicaci bagai hewan
Mereka terlahir untuk mengutuk segala hal dengan dangkalnya pengetahuan

Bukankah kita sudah merdeka 72 tahun lamanya ?
Mari kita lihat kembali kondisi keberagaman kini yang kian hari semakin sering “mengafiri”
Saking merdekanya sekarang manusia suka lancang menyesatkan sesama kawan
Saking merdekanya sekarang manusia bisa saling memenjarakan karena perbedaan keyakinan
Saking merdekanya sekarang manusia mampu menciptakan ajaran baru dan Tuhan yang menurutnya mampu memberi toleransi pada dosa-dosanya

Benarkah kita sudah merdeka?
Belum…
Kebodohan masih terlalu pintar untuk kita kalahkan
Merdeka bukan sekadar dalam kata-kata atau peringatan tahunan yang sementara lalu terlupakan
Merdeka adalah menjaga kehormatan bangsa tanpa banyak pertanyaan dan pernyataan
Merdeka adalah terbebas dari kebodohan-kebodohan yang kini mewabah ditengah hirup pikuk keduniaan
Merdeka adalah kesyukuran tanpa kekufuran.

Merdekakah kita atau sedang membercandai kemerdekaan ?
Mari kita jawab diam-diam
Jangan beritahu sifulan kalau kita sedang berpuisi dalam keperihatinan




Malang, 12 Agustus 2017

Jumat, 04 Agustus 2017

Kehadiran transportasi berbasis online saat ini sudah bukan lagi sebuah pertanyaan besar.


Perihal kehadirannya mengambil pasar tranportasi umum lainnya itu adalah pembahasan yang sebenarnya menyentuh ranah "pelayanan".
Saya memilih naik Transportasi Online karena pertama saya butuh cepat dan pelayanan ramah. terlebih lagi kejelasan harga yang menjadi salah satu Indikator baiknya transparansi harga transportasi online.

Kurang lebih 3 tahun 6 Bulan saya sekolah di Malang, 3 tahun pertama saya hanya naik transportasi umum (angkot) namun sejujurnya saya sering mengalami ketidaknyamanan dalam hal pelayanan yang kadang tergesa-gesa. baru naik belum duduk eh malah tancap gas dan sering membuat kepala saya terbentur. kadang juga harga jarak jauh dan dekat berbeda. Normalnya 4000 kadang secara sepihak menjadi 7000 rupiah. Begitupula oknum driver transportasi lainnya kadang menetapkan harga yang semena-mena.


Saya melihat dari sudut pandang penumpang yang 3 tahun menggunakan transportasi non online ini perlu adanya pembenahan dari sisi pelayanan dan standarisasi harga agar penumpang tidak ragu-ragu. saya sangat senang naik transportasi umum yang banyak penumpang di dalamnya, tapi saya butuh ketegasan mengenai konsistensi harga yang suka berubah-ubah serta pelayanan yang sopan, sabar dan cepat. itu versi saya, entah bagaimana versi orang lain.


Intinya disini ketika ingin memenangkan persaingan, maka harus ada inovasi yang lebih mampu menarik minat penumpang.

Jadi jangan saling serang menyerang agar tidak terjadi pertikaian sesama saudara manusia.

#OpiniPagi

Masalah Malas skripsi

Masalah terberat seseorang yang mengerjakan skripsi adalah malas. jadi saya himbau kepada teman-teman yang lagi skripsi agar jangan malas.

Gimana cara agar skripsi cepat selesai?
tipsnya hanya jangan malas.

tips selanjutnya gimana cara hilangkan rasa malas?

adalah jangan 24 jam berada di zona nyaman.

keluarlah, menyepilah karena percaya atau tidak saat kau skripsi kau sudah benar-benar sendirian. disitulah perjuangan mu yang sesungguhnya, tanpa teman. karena semuanya juga sibuk memperjuangkan skripsi nya.

saat kau di organisasi mungkin akan sangat mudah saling mengingatkan, tapi percayalah saat skripsi hanya kau yang mampu mengingatkan diri sendiri.
teman adalah saingan, saingan agar mampu memicu semangat mu untuk ngerjain.

 Kurangi main perbanyak kerja.
kurangi semua hal yang memicu rasa malas.


 #sekedar saran aja

Kepada calon dan pada wisudawan/ti




Ada beberapa orang yang menilai sebuah prosesi wisuda hanyalah sesuatu yang tidak penting bagi para sarjana. Katanya wisuda itu hanyalah formalitas yang tidak penting karena terlalu bertele-tele dan panjang prosesnya.

Wah sepertinya orang yang berfikiran seperti demikian itu tidak benar-benar bangga dengan pencapaiannya selama bertahun-tahun kuliah.

Atau mungkin orang seperti itu tidak bangga dengan proses yang selama ini dia lalui untuk sampai pada titik tertinggi perayaan akademik mahasiswa yang di sebut wisuda.

Siapa​ yang bilang kalau wisuda tidak penting?

Coba bayangkan hati seorang mahasiswa yang kuliah sampai 7 tahun lamanya​ untuk jenjang sarjana ketika Wisuda !.
Betapa bahagianya dia, betapa bahagianya keluarganya, betapa leganya dia bisa menaklukkan rasa malasnya dengan belajar di perguruan tinggi.
Apakah itu tidak layak di apresiasi dengan sebuah perayaan berkelas yang kita sebut wisuda?

Coba bayangkan ayah anda,
Ibu anda
Keluarga anda
Dosen-dosen anda
Teman-teman anda

Semuanya merasa bahagia saat anda wisuda, semua merasakan perasaan bangga, lantas anda hanya berkata bahwa wisuda itu tidak ada gunanya?

Orang tua Bekerja keras pergi pagi pulang sore atau malam bahkan ada yang pergi pagi, pulang seminggu sekali, sebulan sekali, setahun sekali untuk membiayai pendidikan yang kian hari semakin melejit setinggi-tingginya.
Lantas dengan sombongnya kita berkata wisuda hanyalah kegiatan yang tidak penting, formalitas belaka?

Berapa pun IPK akhir anda
Berapa lama Pun anda kuliah
Jadi lulusan terbaik atau tidak
Dengan metode apapun anda membayar biaya kuliah
Tetap saja wisuda adalah prosesi yang sangat penting untuk kita hargai.

Jangan sombong anak muda,
Kita harusnya lebih bersyukur kepada Allah karena telah memberikan kesempatan untuk mengecap pahit manisnya pendidikan, sementara masih banyak saudara kita di luar sana yang mengecap manisnya gula saja sangat susah.

Wisuda adalah bentuk penghargaan setinggi-tingginya​ bagi perjuangan anda selama kuliah.
Hargai itu. Jangan dengan mudahnya menghina jerih payah anda sendiri, jangan merendahkan jerih payah orang tua telah membiayai sekolah, jangan meremehkan harapan orang-orang yang begitu bangga melihat anda pakai toga karena berhasil menjadi orang yang berpendidikan.

Banggalah...
Banggalah dengan segala proses menuju wisuda
Dan bahagia lah ketika anda berhasil wisuda
Karena tidak semua mahasiswa bisa bertahan sampai Wisuda

Banyak rekan kita yang Drop out sebelum berhasil menyelesaikan studinya. Banyak rekan kita yang dengan kendala biaya tak mampu menuntaskan kuliahnya, bahkan lebih banyak lagi saudara kita disana yang tak mampu bersekolah sebagaimana kita telah berbangga-bangga dengan prestasi akademik dan pencapaian non akademik lainnya.
Banyak di luar sana orang tua yang ingin anaknya wisuda tapi ternyata telah kehilangan anaknya karena penyakit ataupun kecelakaan sebelum sang anak selesai kuliah.

Apakah kita sebegitu teganya merendahkan semua yang tak mampu berbahagia di hari wisuda dengan kesombongan kita yang memandang rendah prosesi wisuda ?

Wisuda adalah prosesi berharga yang harus selalu ada, sebagai manusia terdidik seharusnya kita lebih banyak mengerti dan bijak dalam menghargai setiap proses.

Wisuda adalah bagian dari proses perjalanan kehidupan, jangan pernah menganggap nya remeh.

Karena untuk sampai di hari H wisuda tidak segampang yang kita pikirkan.

Ada harga yang harus dibayar untuk menjadi peserta wisuda. Ada banyak pengorbanan. Ada banyak jalan berliku yang sudah ditaklukkan.

Hargailah perjuangan anda, berbahagialah karena telah wisuda. Yang belum wisuda berbahagialah menunggu gilirannya dan yang masih berjuang dengan tugas akademik (skripsi) lakukanlah dengan semangat.

Hari H wisuda menanti anda di depan sana, semua usaha anda akan terasa berharga saat anda menggunakan toga dan tersenyum bahagia bersama peserta wisuda lainnya.

Semangat teman-teman. Setiap mahasiswa insyaallah akan wisuda pada waktunya.
Ikuti aturan mainnya, syukuri setiap prosesnya.
Berbahagialah para calon pemimpin masa depan bangsa.




Malang,12 April 2017

cewek jilbaban lebih menarik

ya secara pribadi meski suka melihat cewek-cewek berjilbab, menyejukkan hati, tapi itu hanya sebatas terkagum kagum saja sama ciptaan-Nya.

kemudian secara pribadi saya tidak pernah rela kalau sudah melihat sang cewek menutup aurat dengan baik tapi tidak mampu menjaga hati dan jaraknya sama cowok, eh malah luluh seluluh luluhnya.

masalah klasik sih, tapi disitulah letak tantangannya.
gak boleh di Anggap biasa aja, pergaulan makin kesini makin berbahaya. Kudu pandai menjaga diri agar tidak tehipnotis pihak ketiga yang sejak dulu menolak sujud di depan​ Nabi Adam.

eh iya ini perspektif cowok sih.
pada akhirnya semua orang punya hak untuk memilih langkah hidupnya.
tulisan ini cuma berniat mengisengi perasaan, kali aja ada yang terlibat sama kisah percintaan yang terlalu didramatisir oleh janji-janji pernikahan kedua belah pihak yang tak kunjung Sampai.

daripada nih saling mencederai iman lebih baik kita hindari saja pemicu-pemicunya.

seseorang pernah berpesan, kejarlah cita-citamu, maka kelak kau dapatkan cintamu.

lagi-lagi ini hanya perspektif saya saja.
tidak memaksa untuk sepakat.

yah dear gadis-gadis jagalah cara berpakaian mu biar tidak mengundang niat buruk mata yang memandang
yah dear gadis-gadis jagalah hatimu biar tidak tergores oleh kisah cinta yang prematur.
yah dear gadis-gadis jagalah jarak agar tidak terjadi salah persepsi mata-mata kami para pengagum rahasiamu.

#OpiniSubuh
14 April 2017

Tolonglah kepada generasi seangkatan atau di bawah kami yang masih muda-muda jangan biasakan balap liar 😊.



Balap liar itu memang menyenangkan, memacu adrenalin, menantang batas diri yang selalu pengen terlihat keren.

Tapi tahukah kalian jika dampak balap liar itu kebanyakan buruknya.

Kita tidak berbicara mengenai mimpi seorang pemuda untuk menjadi pembalap, karena mimpi menjadi pembalap tempatnya bukan disirkuit balap liar yang tak ada pengamanan dan garansi.

Kita tidak membicarakan betapa gentle nya seseorang ketika menaiki motor dengan kecepatan penuh dan memenangkan kompetisi ilegal.

Jika berminat untuk jadi pembalap profesional jangan jadi pembalap liar, karena bisa jadi saat sedang balap liar jalan menuju mimpimu tertutup untuk selamanya.

Harga dari mimpi kita memang begitu mahal gais, perlu banyak pengorbanan, usaha serta doa tapi dengan menjadi pembalap liar yang jelas ilegal apakah kamu bisa menjamin garansi sebuah nyawa ketika terjadi hal buruk?

Apakah bisa membayangkan betapa sakitnya berdarah-darah ketika jatuh dari kendaraan yang kecepatannya ngawur? sudah ilegal tanpa pengaman pula.

Apa yang begitu memikat dari kalimat "balap liar?"

apa karena gengsi?
apa karena hobi?
apa karena obsesi judi?


saya tidak peduli apapun motifnya.
saya hanya ingin berpesan bahwa kejarlah mimpimu dengan jalan yang benar sobat. Jika ingin jadi pembalap cari jalan yang lebih meyakinkan. yang jelas jangan jadi pembalap yang meresahkan warga dan membayakan nyawa sendiri.

Mimpi itu begitu susah diraih, jangan gegabah ya ketika masih muda.

Masih banyak hal keren yang bisa kamu lakukan ketimbang balapan ilegal tanpa pengaman.
ingat semua darah kita warnanya merah, sayang sekali jika hanya karena adrenalin kita membuang-buangnya.

Tanpa niat menganggu hobi balapan kalian, ini hanya sebagai pengingat saja, kalau mau diterima ya gapapa, di tolak pun tak mengapa.

hidup adalah tentang memilih, maka itu jangan salah pilih.

#HanyaSekedarOpini
#Suheprikitiew

MINTA SAMA ALLAH YANG BANYAK

Yang perlu dilakukan oleh hamba adalah meminta sebanyak-banyaknya. Jangan lelah untuk terus meminta kepada-Nya. Banyak yang bilang kenapa permintaan saya kok belum pernah terealisasi padahal udah bertahun-tahun meminta?
Allah tentu tahu betul yang terbaik buat hamba-hamba-Nya kapan harus diberikan sesuatu dan kapan harus menunggu.

Allah selalu menjawab doa-doa kita dengan cara yang lebih baik. Misalkan saja kita masih diberi waktu untuk hidup dan menikmati dunia yang penuh kesan mewah ini. Allah tidak pernah jahat kepada sang hamba sekalipun sang hamba adalah pembangkang yang tekun, yang tiap hari hanya menganggap remeh perintah untuk ibadah.


Kita hanya perlu terus berdoa, menambah harapan-harapan, menambah daftar keinginan kedalam doa, dan jangan pernah ragu sama Allah. Allah tahu betul siapa kita dan apa yang terbaik buat kita.

Allah tidak banyak meminta sekalipun permintaan kita buaaanyak banget. Allah hanya meminta kita beriman dan bertaqwa. Jika seseorang telah beriman maka dia tidak akan goyah lagi dalam hal apapun, jika seseorang telah bertawa maka tentu saja segala perintah dan larangan Allah sudah dimengerti dengan baik dan juga diamalkan secara masif meski perlahan.


Teruslah meminta dan jangan berhenti sampai kapanpun itu. Tapi jangan lupa doa tanpa usaha sama dengan bercanda.

Pare, 19 Mei 2017

#DakwahSubuh

Kita benar-benar resmi gagal ketika kita sudah tidak lagi punya semangat untuk berjuang.



sekecil apapun kemungkinan dalam satu kesempatan harus kita manfaatkan dengan baik. Walaupun​ kelak mungkin ujung dari perjuangan ini adalah kekecewaan, itu lebih baik daripada belum pernah mencoba sama sekali.

Perihal akhir dari perjuangan kita sukses atau gagal, bahagia atau kecewa yang memutuskan itu semua adalah Allah SWT, kita hanya perlu memperjuangkan apa yang kita inginkan.

Ketika gagal apakah itu berarti dunia berakhir?
tidak !!!
Dunia terlalu luas untuk kita arungi, masih banyak kesempatan lain yang bisa kita coba dikemudian hari. Ketika gagal apakah Allah jahat?
tidak !!!
Allah hanya menyimpan sebuah hasil terbaik untuk kita dimasa yang akan datang.


Berbaik sangkalah pada Allah maka semua akan baik-baik​ saja. Insyaallah.

Jangan berhenti untuk memperjuangkan apa yang di inginkan. Karena kita tidak pernah tahu seberapa dekat keinginan itu akan terealisasi.
Maka dari itu, jangan berhenti berjuang sampai tetes harapan penghabisan !


Pising, 7 Juni 2017

Berjilbab takut gerah? jadi ah mending g usah berjilbab




kalau kayak gitu takut mana berjilbab takut gerah atau gak berjilbab takut dosanya di tanggung orang tua?
😠😠😠


gimana dong ?

banyak teman saya jilbabnya gede gede tapi gak keringatan juga tuh liatnya.

jangan nunggu nanti buat Pake jilbab, soalnya nanti itu kapan ?

saat udah mantep hatinya?

et dah gak usah repot-repot memantapkan hati, pada dasarnya hati itu menerima segala amalan yang baik. Tapi kalau alasannya bilang ah aku mau jilbabin hati dulu baru kepala itu cuma gengsi aja kali ya? takut dikira wanita Sholehah?

loh tapi gak tau sih, yang saya tau cowok gak berjilbab.

pada akhirnya semua kembali pada kata "terserah".

Maaf ya bukan bermaksud menggurui, ini hanya media dakwah jadi dimanfaatkan untuk itu. 

Kita tuh hanya cukup enjoy aja nikmati proses hidup.


Hidup itu terus berlanjut sekalipun kita tiap kali menemukan masalah. Cara terbaik buat tenang adalah selesaikan masalah atau gak usah cari masalah baru.

Ya teorinya begitu, tapi nyatanya beban pikiran selalu menjadikan kita jalan ditempat, gak berpindah dari satu kondisi ke kondisi yang lebih baik. Cenderung masalah kita nikmati dan biarkan berkembang biak jadi masalah baru.


hidup ini adalah deretan rumusan masalah, selayaknya paper kita hanya perlu menciptakan solusinya. Sebelum itu kita meriset dulu kenapa sih masalahnya bisa datang
oh ternyata karena kita kurang Deket sama Allah (kebanyakan sih gitu) maka dari itu kembali mendekat agar perlahan masalah terpecahkan.

Kalangan pen"CERAI"




Mungkin bagi kalangan tertentu di Indonesia perceraian merupakan sesuatu yang biasa saja sehingga banyak sekali kasus dimana umur pernikahan masih kurang dari 2 tahun sudah bercerai.

Mungkin mereka menganggap nikah itu kayak beli jam tangan ya? Kalau cocok dibeli kalau udah nggak ya dibuang atau dikasi orang.

Apa-apaan itu?
Allah memang membolehkan bercerai tapi juga merupakan hal yang dibenci-Nya.


jangan asal nikah kalau belum bisa mempertahankan rumah tangga saat ada gelombang masalah yang menerpa.

Nikah gak sebercanda itu, ceraipun tak sesimpel itu. Rumah tangga gagal adalah mereka yang terlalu mementingkan ego masing-masing tanpa menemukan jalan keluar yang terbaik buat keluarga.

Kok saya ngomong kayak gini padahal belum nikah ?

Iya saya nulis ini bukan karena saya kebelet nikah atau pengen menggurui orang yang sudah nikah.

Tapi alangkah sayangnya loh pernikahan kayak bongkar pasang, nggak cocok ya cerai. Gak sesimpel itu kan ya?

Jangan memberi contoh yang buruk pada generasi penerusnya, baik kalau cerai belum punya anak, kalau udah punya gimana ?
Mau gede tanpa Bapak? Atau tumbuh tanpa ibu?

Buat kalian yang sudah menikah Jangan bercanda dalam menjalankan rumah tangga, jangan jadikan cerai sebagai jalan keluar utama sebelum Tabayyun satu sama lain.

Ingat.....
Cerai itu hanya akan merugikan masing-masing pihak.


Dan juga yang belum menikah, jangan asal nikah ye. Kudu khatam dulu soal ilmu berkeluarga itu kayak apa.


Kalau orang nanya kok kamu belum nikah?

"Pura-pura gila aja" 😁😁😁😁😁

Intinya adalah wahai kalian yang sudah menikah jangan asal cerai doang. Tentunya memang ada pasangan yang bercerai karena masalahnya udah terlalu kronis jadi g bisa di pertahankan biasanya itu udah belasan tahun berkeluarga. Yang disoroti disini adalah masih kurang 2 tahun kok udah pada bubar aja kayak upacara?


Maaf bukan ikut campur ya, tapi kecewa aja sama kalangan tertentu yang kesannya menikah hanya bercanda, bebas mau cerai kapan aja asal g nyaman. Masa sih selemah itu dalam saling mempertahankan?

Pada akhirnya ini hanya opini saja, gak minta disepakati kebenarannya. Jadi bahan latihan menulis aja sama sedikit dakwah jika memang bernilai positif bagi pembaca.


Malang, 17 Juli 2017
#OpiniSubuh
#DakwahSikitJoss

MAAF JANGAN LANCANG

maaf jangan lancang menghina sesama mahasiswa karena perbedaan pendapat dan penyikapan.

setiap mahasiswa membawa idealismenya masing-masing. Apa yang menurut kamu benar tidak selalu benar dalam kacamata mahasiswa lain.

jangan bawa-bawa cerita reformasi sebagai landasan saling menenggelamkan sesama agen muda bangsa.

kita sama-sama resah akan negara kita yang selalu penuh problema, maka dari itu jalan yang kita tempuh untuk mengatasi resah itu berbeda.

Jangan selalu menatap sinis pada mereka yang tak banyak bicara, bisa jadi diamnya mereka adalah pertanda baik bahwa mereka mendukung kalian yang banyak bersuara. atau mungkin mereka tidak mampu menentukan sikap dengan tegas. mereka tidak salah !!!


lebih baik diam daripada maju plin plan dan ikut-ikutan.

Bersuara gak sebercanda itu, hargai juga ke"DIAM"an mereka sebagaimana mereka menghargai suaramu yang lantang.


Doa buat pemerintah.


Yang banyak dilakukan orang jaman sekarang adalah marah dan menyudutkan pemerintah.

marah dan menyudutkan boleh deh,

pertanyaan pertama sudah berapa banyak doa yang dikirim buat mereka agar kinerjanya bagus ?

jangan terima jadi doang dong, doain juga biar mereka amanah dan gak ngecewain kita.


mungkin mereka selalu mengecewakan karena Tuhan sengaja memberi kita sinyal agar banyak mendoakan mereka agar kinerjanya terus membaik, kita aja yang gak peka buat berdoa. Kita malah banyak "makar". Gak lucu banget sih gak pernah berdoa untuk pemerintah tau-tau ada masalah dikit aja langsung paling pertama marah-marah.


Kita lupakan dulu pertanyaan "lu udah lakuin apa buat bantu pemerintah?". lupain dulu yang itu. sekarang fokus kepada " sudah seringkah anda mendoakan pemerintah dan negara kita?"


sudah kah?


kalau belum jangan banyak marah marah dong, kirimkan doa terbaik buat mereka agar cara kerjanya dimudahkan oleh Allah SWT.

itu dia.
yuk kawal pemerintah dengan doa, bukan dengan amarah.

Malang, 19 Juli 2017
#OpiniSore  

Aku bukan NU ataupun Muhammadiyah, aku ISLAM !

Saya resah ketika orang seiman ini suka berdebat hanya karena mereka berbeda faham dan metode pengamalan ibadah Sunnah maupun wajib.

Lebih jauhnya saya kesal ketika melihat salah satu kubu mengejek kubu lain dengan teriak tidak sopan (sempat beredar di YouTube).

Seseorang gak lahir di Indonesia untuk jadi orang NU ataupun Muhammadiyah, mereka lahir dan ajarkan Islam secara general namun kemudian perlahan-lahan ketika dewasa dipertemukan dengan fakta yang seolah membuat mereka mengira bahwa adanya NU ataupun Muhammadiyah merupakan saudara tapi tak sehati.

Sehingga muncullah anggapan bahwa NU atau Muhammadiyah ini adalah salah 2 dari pecahan golongan dari hadits Rasulullah yang menyinggung tentang Umat Islam akan pecah menjadi puluhan golongan. Dan hanya 1 golongan kelak yang menyentuh syurga.

Perlu ditekankan bahwa NU dan Muhammadiyah ini hanya berbeda dari sisi metode pelaksanaan ibadah saja, namun terkait output yang diharapkan adalah anggotanya mampu menjalankan ibadah dengan cara Islam sesungguhnya. Jangan justru di tambahkan anggapan bahwa mereka gak pernah cocok, mereka selalu sengaja mencari perbedaan.

1 hal yang kita perlu ketahui gak ada istilah

Saya Islam NU
Saya Islam Muhammadiyah

Jangan ada istilah seperti itu.

Katakan bahwa saya adalah Islam, hanya saja kita mengikuti metode pelaksanaan ibadah saja yang mengekor pada salah satu dari dua organisasi besar tersebut.

Yang terpenting kedua belah pihak jangan ada saling serang, saling hina. Gak lucu sekali melanggar citra agama Islam yang damai dinodai hanya dengan berlomba-lomba untuk meneriakkan "kami yang paling benar". Bahkan sampai hina-hinaan dengan bahasa yang tak sepantasnya diucapkan oleh orang yang mengaku Islam, dan bodohnya para kaum mudanya yang melakukan hal semacam itu.
Kalian ini sebenarnya maunya apa?
Mau show up biar terlihat aktif?
Sudahlah, jangan menciptakan kesan permusuhan antara NU dan Muhammadiyah, kita semua bersaudara.

NU dan Muhammadiyah adalah organisasi yang hanya berbeda pada sisi pelaksanaan saja, output Insyaallah sama-sama ingin mendapat Ridho Allah SWT.

Jadi hentikan aja saling mencela cara ibadah.

Hanya Opini saja, tanpa niat menyesatkan. Jika keliru bisa diluruskan dong, jangan nyinyir doang :) show your opinion.

Malang, 21 Juli 2017

#Opinipagi

Peduli gak selalu tentang teriak dijalan.


saya sih yakin aksi terbaik yang bisa lu lakuin buat membantu kawan-kawan kita di Palestina adalah melalui media sosial terlebih dahulu. Harus booming. Harus menyebar secara masif, harus difahamkan dulu kepada seluruh Rakyat bahwa ini lagi urgent banget. Ini bukan soal agama, ini soal kemanusiaan loh.

manusia waras mana yang tega menutup tempat ibadah orang lain ? berani menganggu proses ibadah orang. Orang waras yang melakukan itu berarti penjahat.

oh ya, selain daripada aksi masif media sosial aksi berupa doa bersama juga tak kalah pentingnya. barulah kemudian aksi turun kejalan ( dengan syarat tidak bikin macet).

Ada paradigma yang mengatakan bahwa ketika jalan macet disitulah berpotensi besar menarik perhatian masyarakat.

hello, bung, sekarang bukan lagi jamannya orde baru yang aktifis dijalanan masih dihargai dan dikagumi. Jaman sekarang udah ada pergeseran yang teramat signifikan yang memberikan nilai bahwa aksi yang membikin macet hanya menganggu aktifitas masyarakat saja. Bukan disitu masalah yang ingin diuraikan.


masalah disini adalah jangan gegabah aksi unjuk rasa dijalan untuk memarahi "Israel". Seberapa banyak pun warga Indonesia turun menyumbangkan dukungan untuk Palestina Israel gak akan peduli dan gak mau tahu juga. Mereka pegang senjata Kok, sisa ngedor aja udah bisa merenggut banyak nyawa disana.


Mari kita masif kan dahulu aksi kampanye melalui media sosial ini karena bisa di akses oleh seluruh dunia loh. Kali aja nanti bakal ada bantuan besar datang karena respect dengan aksi online itu. Lalu banyaklah berdoa berjamaah untuk saudara kita disana. Opsi terakhir adalah turun kejalan, teriak-teriak kalau memang sudah tidak ada lagi kepedulian masyarakat kita (khususnya yang Islam) pada saudara disana. Selama masih banyak uluran kasih dari masyarakat kita maka saya rasa 2 aksi cukup.

Ini hanya opini loh ya, saya khawatir turun kejalan bukan cara yang pas jika hanya ingin menunjukkan sisi kepedulian. lebih dari itu, harus ada langkah konkrit. Percaya kan doa anda akan lebih cepat sampai kesana daripada anda banyak berteriak dijalan raya soal kasus ini?

Ini memang kasus yang panjang sekali yang mengikis defenisi kemanusiaan dan toleransi keberagamaan.

Jika ingin membantu berupa materi silahkan.
jika ingin membantu berupa tenaga silahkan.

gak ada batasan atau kriteria tertentu wujud atas bantuan yang bisa Anda berikan. Doa bahkan termasuk bantuan loh.

Yang gak boleh anda lakukan adalah menciptakan opini sesat yang membela sikap para Zionis disana. Ada banyak opini yang saya baca di media sosial yang orangnya udah gak bantu apa-apa malah banyak bacot menyalahkan Palestina yang katanya gak mau berdamai dan dengan gamblang tanpa data mengatakan pemerintah Palestina itu korup?

MasyaAllah sekejam-kejam opini adalah opini yang gak melibatkan data real.

Pembenaran apa yang bisa kita berikan pada sikap Israel?
saya sepakat bahwa benar kalau Israel dikecam oleh dunia karena keberadabannya telah sirna.

Jika pengen bantu saudara kita disana lakukan dulu beberapa hal yang bisa dilakukan, minimal nge-share lah di media sosial bahwa disana lagi butuh uluran kasih kita nih.

Jika memang warga negara kita yang berarus juta ini memilih diam maka ayo kita ramaikan jalanan biar tahu betapa perihnya terasa melihat saudara kita terdzolimi disana.


oh, satu hal lagi. Jangan lupakan masalah kronis "kemiskinan" di negeri sendiri. Jangan sampai anda dengan semangatnya berdonasi untuk Palestina sedangkan di tetangga anda masih banyak yang kelaparan.

Adilnya adalah anda peduli bangsa sendiri dan juga peduli bangsa lain.



Hanya Opini, jangan panas.

Malang, 27 Juli 2017
#OpiniPagi

Penampilanmu adalah bias identitasmu


Pernahkah anda ketakutan  saat kendaraan umum yang anda tumpangi tiba-tiba naik beberapa orang yang berpenampilan seram  dan duduk bersama anda di dalam kendaraan tersebut ? Atau pernahkah anda saat  sedang berjalan-jalan di tempat umum ada seseorang atau sekumpulan orang-orang yang berpenampilan sangar ? menakutkan ? maaf , terlihat tak karuan ?

Yap, semua itu adalah sebuah kewajaran bagi setiap manusia. Bilamana kita mendapatkan suatu objek yang aneh atau mungkin tak lazim dalam persepsi kita, tentu saja otak akan menerka-nerka ada apa atau siapa gerangan yang ada di sekitar anda itu. Tidak sedikit kita ketakutan dan merasa akan di copet, di hipnotis atau bahkan di bunuh oleh orang-orang seperti itu. Apakah salah ketika anda merasa curiga dan  takut ? Jika saya yang menjawab maka anda tidakah salah, itu wajar.

Istilah “Don’t Judge a book By Cover “ hanyalah istilah yang layak bagi buku dengan manusia sebagai pembacanya. Sedang ketika berbicara manusia dengan manusia berbeda lagi ceritanya. Persepsi seseorang tentang orang lain awalnya akan bermula pada penampilan. Saya sepakat bahwa penampilan adalah hal nomor satu yang menjadi penilaian seseorang teradap orang lain. Walaupun anda seorang mahasiswa namun karena terbiasa berpakaian rapi saat keluar kosan, orang lain mungkin dalam benak mereka ada yang mengira anda adalah seorang pebisnis atau apalah yang gila dalam imajinasi mereka. Ada bahkan orang yang kelihatan rapi yang membuat orang lain berfikir bahwa dia adalah seorang konglomerat, pekerja kantoran , padahal senyatanya dia adalah pekerja lapangan, pengantar paket dan sebagainya. Adapula yang berpenampilan menarik, terlihat kaya, tapi ternyata dia penjahat kelas Hiu yang sudah menghabiskan banyak uang negara (Ops).

Di sisi yang lain mungkin ada kasus seseorang yang berhati baik, sedang dalam perjalanan menuju kantornya. Namun ditengah perjalanan orang lain mencibirnya diam-diam karena penampilannya yang tidak layak, atau tidak normal selayaknya manusia pada umumnya. Sehingga dalam benak orang lain dia adalah orang yang berperilaku buruk atau mungkin penjahat. Bagaimana mungkin seseorang yang normal akan merasa baik-bak saja bila merasa ada sesuatu yang mencurigakan di dekat mereka (orang yang berpenampilan aneh) ?

Sekalipun anda adalah orang baik yang hanya ingin berpakaian seenaknya karena terperangkap dengan kalimat “Be Your self”. Iya benar “be you self” adalah kalimat yang singkat namun dalam maknanya. Seseorang bisa mendefenisikan kalimat  be your self  itu dengan memanfaatkan potensi atau bakat dalam dirinya untuk show up pada dunia bahwa dia unik ataupun berbeda (percaya pada diri). Yang mungkin jadi hal buruk adalah ketika be your self di jadikan sebagai arti dari berpenampilan seenaknya karena begitulah hobby atau yang sedang tren di lingkungannya.

Kenapasih orang suka berpenampilan aneh-aneh ?
Memakai atribut menakutkan, rambut warna/warni, rokok tak pernah berhenti, minum alkohol, atau apalah yang menjadikan persepsi atas dirinya negative di mata orang lain.
Kenapa demikian bisa terjadi ?
Apakah agar orang lain mengatakan bahwa
“saya takut pada anda”
“saya kagum pada gaya anda”
“wah anda jantan sekali dengan penampilan seperti itu”
“Wah anda gaul , gaya kekinian”
Namun itu hanyalah harapan kecil di tengah bobot ketidakmungkinan yang besar.

Jangan menyalahkan orang ketika merasa risih saat berada di dekat anda karena sebuah penampilan. Jangan salahkan orang lain curiga bahwa anda adalah pelaku kriminal kalau penampilan anda memang terlihat seperti layaknya pelaku kriminal. Jangan salahkan orang lain menjauh dan selalu curiga pada anda Karena penampilan anda yang begitu mencurigakan di mata mereka.

Menjadi diri sendiri adalah keharusan bagi setiap manusia tanpa melupakan nilai-nilai atau norma yang berlaku pada suatu Daerah. Jadi diri sediri bukan berarti menjadi seperti apa yang kita inginkan saja tanpa melihat apa sih yang orang lain harapkan dari diri kita sebagai manusia.

Cobalah lakukan eksperimen sosial jika ada kesempatan luang, anda menyiapkan dua buah pakaian yang berbeda. Yang satunya berpenampilan rapi layaknya manusia pada umunya. Yang satunya lagi berpenampilan yang lebih menyeramkan. Coba anda praktikkan bagaimana tanggapan orang lain dengan dua penampilan anda tersebut, penampilan yang seperti apa yang lebih di hargai dan mendapatakan empati.

Tulisan ini tidak berniat menjatuhkan harkat maupun martabat seseorang ataupun golongan. Tidak ada niatan sama sekali mencampuri urusan penampilan orang lain. Tapi ini hanya bertujuan untuk memberi pandangan bahwa penampilan bisa menjadikan anda siapa saja di mata orang yang memandang. Jika anda ingin di pandang sebagai sesuatu yang positif (yang bukan ancaman) maka berpakaianlah yang wajar untuk menciptakan persepsi positif bagi orang lain. Namun jika anda tetap memilih berpakaian yang unik (menciptakna kesan menakutkan) ya silahkan, tapi jangan menyalahkan paradigma orang-orang yang melihat anda sebagai ancaman.

AKhir kata, Penampilan adalah bias dari identtas anda. Jangan pernah merasa jadi diri sendiri jika belum mau memahami kondisi orang lain. Jadi diri sendiri bukan berarti menjadikan anda egois pada suatu pendirian yang mungkin saja salah. Anda jangan memegang idealisme yang buta akan toleransi dan kebenaran. Tapi kembali lagi pada istilah benar salah adalah soal persepsi anda sendiri, silahkan di pertimbangkan saja tulisan singkat ini. Ini hanya Opini yang dituangkan berdasarkan keresahan yang terjadi pada diri penulis. 


Dewasalah maka anda akan mengerti bagaimana bersikap,menyikapi, menjalankan pergaulan disekitar anda. Menjadi egois dan tidak mau mendengarkan orang lain adalah kekanak-kanakan.

2 Oktober 2016

Gang Empat , namrehus

SUGUHAN SPESIAL

Pada usia 25

Pada usia 25, kita tentunya menjadi pribadi yang lebih dewasa. Dewasa dalam berfikir, dewasa dalam bertindak, dewasa dalam segala hal...