Kamis, 09 Maret 2017

Renungan untuk diri sendiri .





Apasih bagian menarik dari menjadi seorang mahasiswa?

apa bagian menarik ketika menjadi mahasiswa di kampus yang katanya masuk best of the best di Indonesia?

apa bagian menarik dari menjadi mahasiswa yang bisa menikmati fasilitas yang memadai?


jawaban yang selalu saya peroleh dari kebanyakan orang adalah jujur saja, tidak menarik

biasa aja,
monoton,
terlalu membosankan,
bla bla


itu berarti anda kurang bersyukur,
berapa banyak orang yang kecewa tidak dapat masuk ke kampus yang anda capai?


apa sih bagian tidak menarik dari ini semua?

adalah ketika anda mahasiswa yang tidak mau mensyukuri apa saja yang telah diberikan
adalah ketika anda merasa lebih istimewa dari kampus lain
adalah ketika anda menjadi lebih sombong karena memandang biasa yang lain
adalah ketika sudah berada di kampus yang hebat tapi selalu saja tidak pandai memanfaatkan kesempatan, fasilitas dan sebagaimana layaknya mahasiswa
adalah ketika anda terlalu menganggap remeh pendidikan yang di impikan oleh jutaan orang ini.
adalah ketika anda memilih tidak peduli dengan semuanya dibandingkan dengan diri sendiri


banyak orang yang mau kuliah tapi tidak mampu, sedang kita masih banyak memanjakan diri dengan zona nyaman?

karena kampus keren?
karena udah pintar?
karena udah enak dengan zona baik-baik saja?


tidak akan ada pengaruh signifikam antara kampus anda keren dengan ilmu yang di dapatkan.


selama anda tidak mau memanfaatkan waktu dengan baik untuk belajar maka sama saja.

sebaliknya dimanapun anda kuliah, seburuk apapun fasilitas, tapi semangat untuk belajar tinggi, anda tidak usah minder sama mahasiswa dari kampus keren tapi tidak benar-benar memanfaatkan peluangnya.


cenderung kita berkata , "tenang aja, selalu ada teman yang bisa di andalkan"

please hentikan selalu mengandalkan orang lain selama diri masih mampu. memang kita hidup dengan saling ketergantungan tapi tolong berhenti terlalu mengandalkan sepenuhnya pada orang lain.

cobalah mengandalkan diri sendiri kemudian orang lain. nasi tidak akan sampai mulut kalau kita tidak ada kehendak untuk menggerakkan tangan untuk mengambil nasi di depan. Selama anda punya tangan yang lengkap ya gunakan tangan sendiri untuk mengambil nasinya.

sama halnya dengan ilmu.

kita harus punya kehendak untuk memperolehnya dengan cara mengandalkan diri sendiri terlebih dahulu kemudian orang lain.


Soal kampus keren dan tidak itu hanya soal sumber informasinya saja. Kampus keren sebenarnya adalah yang mahasiswanya tidak perlu lagi diragukan dari sisi otak, otot dan kreatifitas.

2 Januari 2017
#opiniLiar



GENERASI TELOLET

Kita telah sampai pada

Hari ini kita telah sampai pada masa dimana seorang guru dipenjarakan karena mendidik muridnya yang pembangkang

Hari ini kita telah sampai pada masa dimana seorang manusia mampu menghilangkan nyawa manusia lainnya dengan sengaja dan terencana

Hari ini kita telah sampai pada masa dimana sikap intoleran menjadi wajah baru dalam berkiprah

Hari ini kita telah sampai pada masa dimana segala unsur ketersinggungan pribadi menjadi pembahasan berhari-hari


Hari ini kita telah sampai pada masa dimana citra berbicara lebih utama daripada penyikapan nyata dalam eksekusi suatu fenomena terkini


Hari ini kita telah sampai pada masa dimana keragu-raguan pada suatu pihak bisa menular dari satu komplotan ke komplotan lain yang tidak benar-benar faham

Hari ini kita telah sampai pada masa dimana dunia menjadi gila dan manusia jadi neraka bagi kegilaan dunia.

Sudah lah, kita nikmati kegilaan ini semaunya
Kita akhiri kegilaan ini dengan satu kata

"TELOLET"


#opiniLiar
8 Januari 2017

CINTA TANPA ALASAN ? REALLY ?

Ada yang bilang bahwa cinta dan pertemanan itu tidak harus punya alasan.

wah benar gak sih ada yang kayak gitu?
kok kesannya malah kayak di pilem-pilem ya.

Saya sendiri berpendapat bahwa segala sesuatu di dunia ini memerlukan alasan. Contohnya saja makan, gak mungkin orang makan kalau ga merasa lapar atau minum tanpa merasa haus. contoh lain ga mungkin kamu lahir tanpa adanya aktifitas pernikahan kedua orang tua.

Kita kembalikan pada kasus pertemanan dancinta

Kita bayangkan saja nih tiba-tiba ketemu di jalan seorang tak dikenal , kita tidak tau kalau orang tersebut buronan, pencuri ataupun psikopat. Sedang dengan baiknya kamu bilang gini "kamu jadi temanku ya (padahal sebenarnya kamu cuma asal ngomong ga ada alasan jelas)" .
Terus beberapa saat kemudian setelah berteman kamu di rampok kemudian dimutilasi.

apakah itu yang di harapkan dari hubungan tanpa alasan?

beda halnya kalau kamu dijalan bertemu dengan sekumpulan pengamen jalanan ( karena dalam benak kamu pengen belajar main gitar) maka kamu menyapa "hai kalian jadi temanku, ajari aku main gitar" maka percayalah dengan alasan belajar main gitar itu akan membuatmu bisa main gitar karna di ajari oleh pengamen tersebut.

walaupun sebenarya kedua contoh di atas belum mewakili.


Kalau misalnya lagi nih dalam hubungan asmara , dijalan ketemu sama cewek cantik dan kamu dengan pedenya datang "eh kamu jadi istriku ya" percayalah mungkin kamu bakal di gampar atau di kira orang gila.

apakah kita pengen segala sesuatu ini berjalan tanpa alasan yang jelas dan tegas?

Jika pengennya begitu maka nanti gak ada juga alasan jelas buat mempertahankan hubungan yang dibangun.

Misalnya berteman dengan alasan sama-sama suka musik maka pada waktunya musik adalah alasan untuk mempertahankan hubungan pertemanan tersebut.

Misalnya lagi kamu punya gebetan (semi-semi pacar) karena alasannya pengen dinikahi maka pada akhirnya alasan kuat untuk menjaga hubungan yang dimaksud adalah "pernikahan" terlepas nanti ditengah jalan ternyata harus berakhir karena sidia nikah sama orang lain, itu urusan belakang (cie ditikung).

Tapi disini kita butuh alasan untuk melakukan banyak hal.

lapar ya butuh makan
haus butuh minum
teman karena pengen tidak kesepian
cinta agar merasa dimiliki?

terserahlah apa alasannya, itu urusan hati masing-masing.

so segalanya butuh alasan.

Alasan akan memperjelas arah kemana hubungan akan dibawa.
Jika ngomong "aku jadi temanmu /pasanganmu tanpa alasan" berarti ada alasan dibalik ngomong itu, tapi paling mentok mungkin alasannya karena kebanyakan nontom pilem jadi mau tetlihat dramatis gitu...
padahal nyatanya ada alasan kuat (mungkin karena kamu cantik, baik, manis, gendut, lucu, khilaf :v )

Berikan alasan setidaknya 1 saja untuk segala hal biar kamu punya alasan untuk mempertahankan. Kalau kamu tidak punya alasan maka yakinlah kamu juga tidak punya alasan kuat untuk mempertahankannya.


menurut saya,
omong kosong tanpa adanya alasan bisa menciptakan sebuah hubungan yang erat.

#OpiniPagi
17Januari 2017

Pada waktunya semua akan tumbuh menjadi lebih besar dan tua.



Mungkin kita akan bertanya kenapa ada orang yang umurnya udah tua tapi masih suka bertingkah kekanak-kanakan. Sebenarnya apakah memang wajib kita menjadi dewasa saat umur sudah tua? atau dewasa itu bukan di perilaku, tapi justru di pemikiran dan tata kelola plan dalam hidup?

Dewasa bukan soal merubah sikap menjadi kaku dan dingin. Yang dulunya kekanak-kanakan tiba-tiba karena faktor usia semua harus di ubah secara terpaksa agar terlihat dewasa. Dewasa tidak seperti itu.

Dewasa menurut saya adalah lebih kepada pemikiran dan penyikapan suatu hal. Bukan memaksa diri merubah sikap yang "khas" menjadi "berbeda" karena tuntutan usia.

Namun harus di pertimbangkan juga kalimat ini
" manusia yang baik adalah yang hari esok lebih baik dari hari ini"

Jika memang dirasa sifat lama merupakan sifat yang buruk maka boleh lah hijrah menjadi sifat yang lebih baik.


Kekanak-kanakan yang saya maksud disini adalah kebiasaan suka nonton kartun, main mainan masa kecil dan kebiasaan-kebiasaan lainnya yang di anggap tidak merugikan.

Intinya jangan ubah diri menjadi dewasa yang serba menghindari bagian-bagian terbaik dalam hidupmu (contoh : Cium tangan papa mama saat mau keluar rumah) , jangan malu akan hal itu walau sudah dewasa. Jika dengan memadukan sifat anak-anak dan dewasa saat ini, mungkin itulah dewasa yang sempurna. Yang tidak mematikan karakter anak-anak dalam diri kita.

Dewasa itu ada di pemikiran dan penyikapan, bukan membunuh karakter khas dalam diri yang justru akan cenderung menjadikan kita "asing" dengan diri sendiri.


Tua Pasti, Dewasa Apalagi, tapi jangan maksa diri untuk jadi yang orang lain inginkan. Kalau ada yang menertawakan kebiasaan anak-anak yang kita lakukan sekarang di teloletin aja.

18 Januari 2017
#OpiniPagiMenujuSiang

MASALAH NEGARA MASALAH KITA

Masalah utang, kemiskinan, kriminal dan semua masalah yang ada di Indonesia juga ada di Negara lain. Negara sekelas Amerika juga punya masalah yang sama. Masalah ini akan hadir sebagai bumbu-bumbu untuk mendewasakan negara tersebut.

Negara maju, Negara berkembang, Negara miskin semua punya masalah yang sama. Hanya saja perbedaan terletak pada spirit pengentasan masalahnya. Spirit disini bukan hanya sebatas Pemerintah yang kudu terlibat tapi seluruh elemen masyarakat yang ada di dalam Negara tersebut.

Partai-partai boleh membedakan idealisme politisi tapi Welfare adalah tujuan bersama agar negeri ini bisa hidup lebih lama lagi.

Agama-agama boleh jadi pembeda cara berdoa antara satu dengan yang lain tapi doa yang sama semata-mata agar tercapainya Falah

Suku-suku boleh jadi pembeda antara satu dengan yang lain tapi satu hal yang harus dimaknai adalah 'persatuan"

Bahasa-Bahasa boleh jadi pembeda antara satu dengan yang lain tapi kita harus mengerti bahwa kita "Indonesia" bukan pecahan-pecahan pulau tanpa makna

Kita semua boleh berbeda tapi kita disini hidup di negara yang sama, harapan yang sama, langit yang sama.

Maka ketika ada masalah di Negara ini, itu bukan hanya masalah pemerintah tapi masalah kita semua.

Jadi cari solusinya bersama-sama.

22 Januari 2017
#Opini Siang

AGEN KEMANA?

Saat ini mungkin mahasiswa bukan lagi hanya sebagai agen of change aja, kita juga telah dibebani dengan masalah perbaikan akhlak bangsa. Jika kita tanpa akhlak maka bangsa ini susah membawanya pada perubahan yang di mimpikan.

Ungkapan beri aku 10 pemuda maka aku guncangkan dunia, sepertinya mulai beralih fungsi ke beri aku 10 pemuda maka akan ku racuni idealismenya.

Bosan rasanya mendengar kalimat "mahasiswa sekarang mah bisanya demo dan bikin macet doang"

Capek rasanya berbicara untuk menyakinkan bahwa kita benar ingin menyuarakan aspirasi masyarakat kecil ketika ada dalam diri kami memang yang tak beres. Ada pengkhianat berkeliaran yang juga menyandang gelar yang sama. Berpura-pura muncul sebagai malaikat perubahan.


Apa yang tak beres dari agen perubahan kita?
Mungkin ada diantaranya sudah diperbudak dengan idealisme kokoh orang lain, yang disembahnya bagai Tuhan.




#OpiniSore

TRANSPORTASI ONLINE SALAH ?

Kehadiran transportasi berbasis online saat ini sudah bukan lagi sebuah pertanyaan besar.

Perihal kehadirannya mengambil pasar tranportasi umum lainnya itu adalah pembahasan yang sebenarnya menyentuh ranah "pelayanan".
Saya memilih naik Transportasi Online karena pertama saya butuh cepat dan pelayanan ramah. terlebih lagi kejelasan harga yang menjadi salah satu Indikator baiknya transparansi harga transportasi online.

Kurang lebih 3 tahun 6 Bulan saya sekolah di Malang, 3 tahun pertama saya hanya naik transportasi umum (angkot) namun sejujurnya saya sering mengalami ketidaknyamanan dalam hal pelayanan yang kadang tergesa-gesa. baru naik belum duduk eh malah tancap gas dan sering membuat kepala saya terbentur. kadang juga harga jarak jauh dan dekat berbeda. Normalnya 4000 kadang secara sepihak menjadi 7000 rupiah. Begitupula oknum driver transportasi lainnya kadang menetapkan harga yang semena-mena.


Saya melihat dari sudut pandang penumpang yang 3 tahun menggunakan transportasi non online ini perlu adanya pembenahan dari sisi pelayanan dan standarisasi harga agar penumpang tidak ragu-ragu. saya sangat senang naik transportasi umum yang banyak penumpang di dalamnya, tapi saya butuh ketegasan mengenai konsistensi harga yang suka berubah-ubah serta pelayanan yang sopan, sabar dan cepat. itu versi saya, entah bagaimana versi orang lain.


Intinya disini ketika ingin memenangkan persaingan, maka harus ada inovasi yang lebih mampu menarik minat penumpang.

Jadi jangan saling serang menyerang agar tidak terjadi pertikaian sesama saudara manusia.

#OpiniPagi

SUGUHAN SPESIAL

Pada usia 25

Pada usia 25, kita tentunya menjadi pribadi yang lebih dewasa. Dewasa dalam berfikir, dewasa dalam bertindak, dewasa dalam segala hal...