Rabu, 25 Januari 2017

HUJAN TURUN LAGI

Hujan turun tanpa ampun setiap hari.
Seolah langit tak mampu lagi menahan air matanya menyaksikan manusia-manusia sedang merusak dunia yang dulu masih perjaka,
tapi kini di paksa untuk jadi buyut dari peradaban. Dunia menjadi buyut tanpa adanya pernikahan sah dengan kehendak manusia serakah yang terlalu banyak bertingkah

Dunia menjadi ladangnya tanaman nafsu dan tipu menipu
Dunia jadi wahana bermain para iblis yang kerasukan manusia
Dunia jadi budak para kecoak

Perkumpulan-perkumpulan manusia membahas bagaimana kita akan ciptakan surga dari pohon-pohon dihutan
Kita tebangi,
kita jadikan hutan  ini jadi kota megapolitan yang penuh dengan kepalsuan.
Kepalsuan iman yang suka kita perjual belikan

25 Januari 2017

Sabtu, 21 Januari 2017

Tanda-tandamu




Mungkin manusia sudah semakin lengah Tuhan

udara yang kau berikan setiap hari ini belum cukup untuk meyakinkan tanda-tanda

manusia kini lebih ingin melihatmu dibanding meyakinimu tanpa syarat

manusia ingin melihatmu dengan mata telanjang, jiwa yang gersang dan hati penuh keragu-raguan

manusia hanya ingin membuktikan keberadaanmu agar bisa percaya

padahal apa yang ada di bumi ini adalah rencanamu
tanda-tandamu bahkan tersedia  sepanjang waktu

hanya saja kami tak mampu membaca
tanda-tanda itu
mungkin karena hati kami selalu penuh dengan gemerlapnya dunia
mungkin hati kami terlalu tunduk pada logika
mungkin hati kami sudah terlalu lancang meragukan semuanya


tanda-tandamu,Tuhan,
kami belum mahir dalam menerjemahkannya.

Dinoyo, 21Januari 2017

Senin, 16 Januari 2017

PENYAKIT MAHASISWA

Ada penyakit yang harus dihilangkan dari siswa/mahasiswa/manusia pada umumnya

penyakit dimana itu bisa jadi petaka bagi diri setiap hamba
penyakit ini bisa jadi menyebar bagaikan virus yang mematikan, mematikan segala peluang
penyakit yang obatnya tidak ada dalam dunia medis
penyakit yang dipicu dari kebiasaan menikmati zona nyaman
penyakit berbahaya yang bisa mengacaukan segala target


itulah malas,

malas adalah penyakit menular. Menular pada setiap senti organ tubuh yang akan patuh pada perintah otak.

Jika otak berfikir untuk malas dan di aminkan oleh hati maka disitulah tubuh dan seluruh organnya akan ikut membantu merealisasikan.

Malas adalah kondisi dimana manusia terlalu mengabaikan pentingnya suatu hal sehingga dia malas. Malas adalah ketidakseriusan seorang manusia pada mimpi-mimpinya dan juga harapan yang ada untuknya.

Malas adalah penyakit usia muda yang berbahaya. Harus dihentikan.

Malas adalah penyakit menular...
bisa antara organ tubuh ke organ tubuh lainnya bisa juga antar manusia dengan manusia lainnya.


Malas adalah ketika kita terlalu bermanja-manja dengan zona nyaman dan sukanya bercinta dengan zona aman.


16 Januari 2017
#OpiniPagi

Rabu, 04 Januari 2017

nista nista dan nista

Terkait pembahasan penistaan ayat suci oleh seorang pimpinan daerah itu harusnya jadi pelajaran bahwa hati-hati dalam berkata-kata.
Istilah mulutmu harimaumu itu bukanlah sekedar istilah dangkal arti.
Maksud boleh tidak ada menjurus pada penistaan, tapi penangkapan pendengaran setiap orang berbeda-beda.
Kita menyampaikan A ada yang menangkap Z
Kita menyampaikan A ada yang menangkap itu sebagai Angka 4
Jadi hati-hati lebih baik daripada keceplosan. Sangat berbahaya sekali satu dua kata yang terucap, mampu menghebohkan seluruh masyarakat terutama Media sosial yang begitu hebatnya dapat di akses seluruh masyarakat Indonesia.
Maksud boleh tak menghina tapi apakah yang mendengarkan Mengerti akan maksud itu?
Pelajaran bagi kita semua bahwa jangan menyinggung unsur agama disaat anda sudah tahu bahwa Isu tentang agama akan memicu berbagai persepsi kalangan.
Tidaklah salah orang fanatik dan keras penyikapannya atas fenomena ini. Karena memang menurut persepsi orang beragama ini adalah penistaan.
Tidaklah salah orang yang mengatakan bahwa ini tidaklah seperti penistaan karena niatnya bukan begitu. Tapi hati siapa yang tahu?
Mulut bisa A tapi hati C.
Menjelang pemilihan Pimda memang ada banyak pihak yang mencari-cari kesalahan.
Jika anda tidak mau disalahkan hati-hati mengeluarkan perkataan. Atau anda akan di bahas panjang lebar atas kasus penistaan. Begitulah memang dinamika hidup apalagi saat berada di posisi yang tinggi. Sangat mudah dan banyak cara untuk dijatuhkan.
Ini negara yang senstifitasnya tinggi soal SARA. Penganut agama punya hak melindungi nama baik agama mereka.
Akhirnya saya hanya mengatakan lebih baik diam daripada mengeluarkan kalimat-kalimat yang maknanya mengundang banyak perdebatan, apalagi kalau sudah soal unsur Agama. Masyarakat mayoritas akan sangat keras menentang, terlepas niatnya yang tidak mengarah pada penistaan. It's not our business.
Mulut adalah senjata berbahaya bagi seorang publik speaker.
Opini liar 9 oktober 2016

Kabar Demok(nst)rasi


Pemaparan aspirasi yang anarkis adalah bentuk partisipasi pada demokrasi
Dengan dalil kebebasan pendapat semua punya gaya dalam Berpidato di depan banyak orang
Sepertinya manusia muda kini berkiprah jadi kritis
Yang memiliki atensi kuat pada sejarah dan fenomena sosial dalam "prasangka-prasangka"

Hingga pada terabaikanlah dimensi moral, ketertiban tidak berlaku untuk unjuk rasa yang terlanjur ricuh
Kita benar di hadapkan pada pemaknaan demokrasi berpendapat yang kejam
Bahkan jika keledai bisa berbicara maka pasti ingin jadi penceramah juga, sama seperti manusia yang hebat dalam hal berpendapat
Konsekuensi dari hadirnya partisipan demokrasi yang keliru adalah lahirnya generasi eksekutif yang katanya menyuarakan resah masyarakat
Generasi yang turun temurun melesat melintasi zaman
Generasi yang akan bercerita bahwa dulu mereka adalah pahlawan
Pahlawan yang menyuarakan keluhan-keluhan masyarakat dengan melawan aturan-aturan dan batas-batas wajar
Ketika demokrasi kita di serang oleh faham yang bengis
Maka saksikan saja semua generasi punya hak untuk bersuara
Suara sumbang
Suara dendam
Suara ikut-ikutan
Suara yang landasannya sudah di pertanyakan
Kepada siapa lagi kita hendak menitipkan makna demokrasi
Jika model regenerasi dari dahulu hanya selalu menanamkan benih dendam
Yang tumbuh terus yang menggeser fenomena-fenomena utama yang terabaikan
Demokrasi kini hanya sekedar eksistensi generasi
Yang di suarakan dalam pidato-pidato panas di tengah kegelisahan pengendara di jalan Kota
Demonstrasi adalah aturan main demokrasi
Demonstrasi tanpa menimbulkan asap terkesan tak elit
Bila benar ini adalah refleksi dari pencapaian generasi
Maka kita akhiri saja drama ini.
Lowokwaru, 30 Oktober 2016

Maya dan nyata

Jaman memang sudah berubah. Kehadiran teknologi yang juga semakin menggairahkan tak luput jadi santapan sehari-hari seluruh kalangan. Tidak perlu heran jika dewasa ini manusia kebanyakan lebih asyik dengan dunia maya. Istilah mengintegrasikan Media dalam dunia sosial nampaknya telah berubah menjadi integrasi dunia sosial dalam Media. Terlihat begitu asyik memang jika dilihat obrolan-obrolan di balik layar handphone canggih, obrolan yang mampu mencuri senyuman dari penggunanya. Senyuman itu mungkin tidak mudah di temui saat berada di dunia nyata.

Keterlibatan Media sosial dalam pemenuhan hasrat berinteraksi nampaknya memberi hasil yang cukup cemerlang bahwa " teman-teman anda kini sibuk dengan gadget nya" bahkan anda sendiri pun mungkin sudah "sama saja". Intetaksi dalam dunia nyata nampaknya tidak begitu menarik lagi setelah hanyut dalam dunia fatamorgana gadget. Teman dalam dunia maya beribu-ribu siapa sangka di dunia nyata hanya satu dua saja?


Benar adanya bahwa interaksi dunia sosial kita sudah lebih asyik dilakuan melalui gadget. Secara sepihak saya ingin mengatakan bahwa dampak dari teknologi ini menjadikan kita sedikit lebih malas. Bagaimana bisa ? Anda tidak perlu lagi ke pasar untuk membali sesuatu, tidak butuh intetaksi tawar menawar melalui mulut dan beradu argumen dengan dalil toko sebelah lebih murah. Semua bisa di jangkau dengan teknologi masa kini.

Baiklah kita tidak akan berbicara mengenal Ekonomi. Kita akan berbicara mengenai apa dan bagaimana semestinya kita memperlakukan teknologi sebagai alat pembantu, bukan sebagai alat tunggal penentu. Manusia dan teknologi dewasa ini sudah jadi dua variabel yang saling terkait. Susah bener hidup jika gagap teknologi, semuanya menjadi tidak efisien, apalagi jika sudah berbicara soal waktu. Adanya teknologi ini sudah fix akan lebih menghemat waktu.

Lantas wajarkah jika kini dengan teknologi berupa handphone pintar menggantikan semua hal berharga dalam hidup?

Misalnya senyuman teduh kawan-kawanmu yang terlihat nyata saat bertatap muka dibanding send emoticon yang nyatanya kebanyakan dusta? emoticon sudah jadi perwakilan ekspresi dusta yang bisa menggambarkan suasana hati pemilik gadget.

nah bagaimana ?
Saat ini saat berada dalam forum-forum resmi, dalam kumpul keluarga, saat makan, organisasi dan forum intetaksi apapun itu entah mengapa gadget selalu jadi opsi melarikan diri dari kejenuhan. Gadget punya tempat tersendiri di hati manusia hingga tega mengabaikan manusia lain yang ada di sekitarnya.

Jika ada sesuatu yang lebih sering kau rindukan selain orang tua dan Tuhan mungkin itu adalah gadget dan notifikasi di dalamnya. Bahkan satu hari dalam hidup saat ini, coba tanyakan diri Sendiri "berapa banyak anda memikirkan Tuhan dan orang tua?" Bandingkan dengan seberapa sering anda mengingat gadget.


Media sosial yang ada di dalam gadget adalah dunia baru yang menyenangkan. Tapi tanpa di sadari sudah menghilangkan esensi dari komunikasi yang benar-benar terasa asli. Kita hanya perlu membatasi diri jangan hanyut dalam zona nyaman bermedia sosial atau bahkan semua interaksi sosial serba di Media kan.
Jangan ...Jangan....

Perhatikanlah orang yang bicara di sekitar anda. Bangunlah komunikasi selagi masih punya mulut dan lidah untuk berbicara. Rasa kan bagaimana sedih nya mereka yang tak di anugerahi kemampuan untuk berbicara. Rasakan bagaimana sedih nya mereka yang tak mampu menyampaikan pesan bermakna dari mulutnya.

Jangan jadi budak dari teknologi ini. Kita lebih pintar daripada handphone. Teknologi handphone punya batas memory sedang manusia punya memory yang tidak terbatas. selagi masih muda perbanyak menghargai dunia yang indah ini. Perbanyak interaksi dalam dunia nyata. Agar ingatan-ingatan akan intetaksi ini akan membekas dalam ingatan.

Ingat pesan ini bahwa..... secantik-cantiknya foto gadis di dunia maya lebih cantik lagi gadis bernama maya di dunia nyata.

Dunia nyata ini selalu punya alasan untuk di perhatikan, jangan banyak di abaikan.

Teknologi tidak salah, salahkan diri kita yang selalu serakah.

#CelotehNamrehus
Malang 3 Desember 2016

Skripsi oh

Skripsi Skripsi ....
Makanan sehari-hari
Sambil berlari-lari
Wajah berseri-seri
Hati menari-nari
Mata mencari-cari
Senamnya jari-jari

Skripsi oh, lekas selesai
Skripsi oh, mari sejenak bersantai
Skripsi oh, asal jangan di hindari
Skripsi oh, agar bisa lagi mencintai
Malang, 16 November 2016

Kisah lusuh kampus biru...




Mengapa sih ada pengemis jadi-jadian?
apakah karena pemerintah tidak menjangkau masyarakat kelas bawah?

oh tidak !

Ini bukan sepenuhnya salah pemerintah. Jangan selalu mengambing hitamkan pemerintah atas fenomena yang terjadi. Bisa jadi fenomena itu sesuatu yang di budayakan masyarakat sendiri sehingga jadi way of life. sekeras apapun pemerintah berusaha do the best , kalau sesuatu yang negatif telah dibudayakan maka hasil nya akan sama saja.

dewasa ini fenomena pengemis masuk kampus menjadi pemandangan menyedihkan tersendiri di mata saya karena setiap hari dengan orang yang sama, gaya yang sama , tubuh sehat yang sama datang meminta kepada mahasiswa yang memang merupakan agen yang wajib peka sama masalah sosial. Mahasiswa jadi ladang penghasilan yang besar dengan modal jalan, melas dan pakaian lusuh.

Tukang koran kalah ...
Penjual gorengan keliling bahkan kalah...
kedua pihak di atas sudah berjuang dengan keringat dan usaha promosi produk real berupa koran dan gorengan...sedang ada pihak yang hanya datang meminta tanpa menawarkan sesuatu yang nyata.

Pihak seperti ini memanfaatkan belas kasih manusia sehingga sudah ahli dalam memainkan perasaan.
Saya merasa sedih sekaligus kecewa kenapa masih terdapat masalah seperti ini?

apakah karena faktor minimnya lapangan kerja?
ataukah karena telah hilang nya niat bekerja keras?

selama tubuh masih sehat terlalu "sombong" seorang manusia jika tidak bekerja keras dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dengan cara yang fair. Lapangan kerja bukan di cari saja tapi di ciptakan dengan banyak nya peluang.

Tidak ada istilah tidak mampu bekerja jikalau masih mampu berjalan dengan fisik yang sempurna.

Jangan di beri jika ada orang yang menyamar jadi pengemis yang seluruh fisiknya masih terlihat sehat, lebih baik anda beli koran dan gorengan mereka yang sudah bekerja keras sampai keringat dan suaranya serak.

Bukan menghimbau untuk kikir, tapi menghimbau untuk tidak menafkahi orang yang memang hanya memanfaatkan belas kasih Mahasiswa untuk memberi.

Hati-hati mari budayakan memberi pada orang yang berhak bukan pada siapa yang hanya minta.

#opiniSore
15-12-16

Semarak kritikan pedas

Wallahualam....

Perkembangan tren makar abad ini makin berbahaya. Sepertinya pemimpin tidak lagi mau dihargai. Semoga pundak para pemimpin terpilih dikuatkan. Inilah yang terjadi ketika budaya langsung share tanpa ngecek mulai dibiasakan akhirnya berita-berita yang aslinya merupakan campur tangan politik jahat sang penulis jadi santapan reader yang cenderung labil. Apa-apa yang diberitakan tentang Negara ini sangat menarik untuk dijadikan bahan obrolan bersama.

Adanya pemilih yang konon katanya memilih Bapak 01 mulai bersuara sumbang yang membuat ramai media soal kekecewaannya. Mereka lupa bahwa konsekuensi atas sebuah pilihan adalah menyenangkan atau menyesal. Apa gunanya kecewa ? Apakah kecewa kemudian menyelesaikan masalah ? Apakah kecewa layak dijadikan alasan memerangi setiap kebijakan pemerintah yang ada?

Tidak. Jangan suka menyalahkan siapa-siapa atas ketidakadilan atau ketimpangan yang terjadi. Orang pertama yang harus kita salahkan adalah diri Sendiri. Apakah sudah benar dengan keberadaan kita di daerah tempat tinggal sudah teramat berarti dan memberi pengaruh buat masyarakat?

MasyaAllah, sungguh jangan suka jadi provokator media. Berita online sangat cepat melesat keseluruh penjuru bumi sebagaimana fenomena *om telolet om yang kini telah mendunia.

Hentikan mencoret nama baik bangsa sendiri dengan adanya saling serang karena perbedaan espektasi dan realita dari kinerja seorang pemimpin. Cobalah menerima untuk menyalahkan diri sendiri, sudah sejauh mana kita mendoakan dan membantu mereka yang bekerja untuk negara? Ataukah kita ini hanya protes karena ada faktor lain yang menyakiti hati sehingga apapun yang terjadi pokoknya yang salah pemerintah. Lancang sekali tuduhan yang seperti itu jika memang terjadi.

Renungan untuk diri penulis pribadi dan semoga bisa direnungi pembaca yang sefaham.

Opini malam

Just love her

karena efek nonton lagi film india "mohabbatein" yang tentang percintaan jadi sedikit teringat tentang masa lalu yang saat itu begitu kagum pada seorang lawan jenis.

Hingga pada bertahun-tahun sampai pada hari ini mungkin sudah masuk sedasawarsa rasa kagum itu hanya mendekam dalam singgasananya.

sebuah scene di film ini mengatakan "mencintainya tidak harus memberi syarat bahwa dia harus juga mencintaimu" ya di dalam film ini seorang shakh rukh khan telah kehilangan gadisnya.

ya sedikit lucu sih kenapa kok ada film se alay itu, tapi oh ternyata ada benarnya juga.

Lo hanya harus mencintainya saja, sekalipun lo harus menerima kenyataan dimana takdir sudah mengatakan bahwa dia sudah tidak ada. tidak ada lagi dalam jangkauan dan peluangmu.

pesannya ya udah, cukup lo cintai aja, udah cukup.

dan kasus demikian selalu berulang-ulang seperti layaknya drama tahunan.



#efekFilmIndia
#pistGakPentingSih

REFLEKSI dan RESOLUSI 2017

Refleksi diri di tahun 2016
1. Tulisan dibukukan Internasional
2. Tulisan dibukukan OJK
3. Bisnis kecil2an
4. Magang di Kemenkeu pusat
5. Sudah Sempro Skripsi
6. Buku puisi kelar sisa terbit
7. menambah 200-an teman (dari target 1000)
8. mengunjungi 30 masjid dari target 1000
9. ipk di atas 3
10. conference Nasional Ekonomi
11. menghadiri even Ekonomi Nasional dan Internasional
12. budaya senyum-salam-sapa jalan
13. dll....

resolusi 2017
1. Buku Ilmiah kompilasi terbit 1
2. Novel selesai di edit
3. buku puisi terbit
4. skripsi finish
5. wisuda
6. les bahasa inggris
7. test toefl
8. tes IT
9. mengejar target yang belum selesai di 2016
10. kuliah s2
11. kerja
12. mencoba aktif berorganisasi lagi
13. conference nasional dan Internasional
14. tulisan dibukukan Internasional
15. aktif menulis di media cetak maupun online
16. jadi lebih baik
17. Jika sudah waktunya, menjemput jodoh
18. dll.....
selalu banyak target yang harus di capai. semoga dimudahkan ...
kegagalan yang ada di 2016 biarlah menjadi pemicu semangat untuk memperbaiki diri di tahun 2017
Ahlan Wasahlan 2017
mari kita bekerja keras!!!
Sukses suhe !!
semangat suhe !!
jangan menyerah suhe !!

Mahasiswa yang jarang bersyukur



Renungan untuk diri sendiri .


Apasih bagian menarik dari menjadi seorang mahasiswa?

apa bagian menarik ketika menjadi mahasiswa di kampus yang katanya masuk best of the best di Indonesia?

apa bagian menarik dari menjadi mahasiswa yang bisa menikmati fasilitas yang memadai?


jawaban yang selalu saya peroleh dari kebanyakan orang adalah jujur saja, tidak menarik

biasa aja,
monoton,
terlalu membosankan,
bla bla


itu berarti anda kurang bersyukur,
berapa banyak orang yang kecewa tidak dapat masuk ke kampus yang anda capai?


apa sih bagian tidak menarik dari ini semua?

adalah ketika anda mahasiswa yang tidak mau mensyukuri apa saja yang telah diberikan
adalah ketika anda merasa lebih istimewa dari kampus lain
adalah ketika anda menjadi lebih sombong karena memandang biasa yang lain
adalah ketika sudah berada di kampus yang hebat tapi selalu saja tidak pandai memanfaatkan kesempatan, fasilitas dan sebagaimana layaknya mahasiswa
adalah ketika anda terlalu menganggap remeh pendidikan yang di impikan oleh jutaan orang ini.
adalah ketika anda memilih tidak peduli dengan semuanya dibandingkan dengan diri sendiri


banyak orang yang mau kuliah tapi tidak mampu, sedang kita masih banyak memanjakan diri dengan zona nyaman?

karena kampus keren?
karena udah pintar?
karena udah enak dengan zona baik-baik saja?


tidak akan ada pengaruh signifikam antara kampus anda keren dengan ilmu yang di dapatkan.


selama anda tidak mau memanfaatkan waktu dengan baik untuk belajar maka sama saja.

sebaliknya dimanapun anda kuliah, seburuk apapun fasilitas, tapi semangat untuk belajar tinggi, anda tidak usah minder sama mahasiswa dari kampus keren tapi tidak benar-benar memanfaatkan peluangnya.


cenderung kita berkata , "tenang aja, selalu ada teman yang bisa di andalkan"

please hentikan selalu mengandalkan orang lain selama diri masih mampu. memang kita hidup dengan saling ketergantungan tapi tolong berhenti terlalu mengandalkan sepenuhnya pada orang lain.

cobalah mengandalkan diri sendiri kemudian orang lain. nasi tidak akan sampai mulut kalau kita tidak ada kehendak untuk menggerakkan tangan untuk mengambil nasi di depan. Selama anda punya tangan yang lengkap ya gunakan tangan sendiri untuk mengambil nasinya.

sama halnya dengan ilmu.

kita harus punya kehendak untuk memperolehnya dengan cara mengandalkan diri sendiri terlebih dahulu kemudian orang lain.


Soal kampus keren dan tidak itu hanya soal sumber informasinya saja. Kampus keren sebenarnya adalah yang mahasiswanya tidak perlu lagi diragukan dari sisi otak, otot dan kreatifitas.

2 Januari 2017
#opiniLiar



Ngomong kecoak bentar ah...


Arah perpolitikan mahasiswa dewasa ini cenderung lebih ke how to be a leader (bagaimana menjadi pemimpin). Mahasiswa dlu dipandang sebagai anak dr masyarakat yg memiliki posisi vital dalam menciptakan perubahan.
Namun faktanya saat ini mahasiswa sepertinya mayoritas mulai dinilai sebagai pembawa petaka bagi masyarakat, mulai dari anarkisme demontrasi hingga pada perpecahan karena perbedaan kubu (partai) . Kehadiran partai politik dalam Kubu mahasiswa menjadikan orientasinya kini agak pudar. Kesannya hanya membicarakan how to be a leader di kampus bukan how to make a leader di antara kalangan mahasiswa.
Politik persaingan antar partai mahasiswa menjadikan integritas mahasiswa yg tergabung dalam partai mahasiswa tidak penting lagi . Yang penting bagaimana kawan separtai bisa jadi leader kampus dan menduduki posisi strategis di kursi pemerintahan lembaga mahasiswa kampus.

Politik praktis yg mengesampingkan integritas dan pelemahan idealisme.
Yg di pikirkan sekarang adalah how to be a leader dan bagaimana partai persatuan bisa di pandang eksis walau sebenarnya eksistensi yang salah arah yg justru menimbulkan paradigma yg kurang baik bagi kalangan masyarakat.
Mahasiswa kini jadi kehilangan arah yang dulu semestinya menjadi harapan kini malah berkutat pada masalah dimensi perebutan kekuasaan di dalam kampus masing2.
Harusnya arah perpolitikan mahasiswa outputnya adalah persatuan untuk menciptakan perubahan bukan malah berpolitik sendiri-sendiri.
#abaikan

SUGUHAN SPESIAL

Pada usia 25

Pada usia 25, kita tentunya menjadi pribadi yang lebih dewasa. Dewasa dalam berfikir, dewasa dalam bertindak, dewasa dalam segala hal...