Sabtu, 22 Oktober 2016

IZINKAN AKU BERHENTI MENCINTAIMU



Cintaku padamu adalah cinta yang tak layak di perjuangkan
Bilamana ini hanyalah tentang ketakutanku pada lelaki beruntung yang akan memilikimu lebih dahulu

Cintaku padamu adalah penghinaan jika hanya wujud dari eksistensi hati yang sepi
Cintaku padamu adalah cinta yang hina apabila hanya sebuah persepsi mata yang menjalar ke otak
Lalu berkamuflase melalui hati, seakan suci padahal tak pernah berisi

Cintaku padamu adalah cinta yang penipu apabila aku katakan hanya kau satu-satunya yang kunginkan di dunia ini,
Sedang Jutaan wanita taramat menarik untuk kukagumi

CIntaku padamu adalah hanya keresahan hati yang memupuk rasa kagum yang berlebih yang melupakan rambu-rambu kemudian menjadi anarki

Cintaku padamu adalah sebatas rasa yang mengganggu ,
Rasa yang bersembunyi, dan membuncah hanyalah di saat-saat kubutuh pemerhati

Cintaku padamu adalah sebuah hasrat yang tak terpuji karena hanya ingin terus memandangi kecantikanmu yang berlebih
Cintaku padamu hanyalah sebuah kebutaan hati yang melucuti hukum-hukum Ilahi

Cintaku padamu tak layak jika terlalu dini untuk ku akui,
Bahwa cinta butuh di identifikasi dari segala persepsi
Benarkah hati ingin memiliki ataukah hanya sekedar rasa penasaran yang hina yang berpura-pura utuk mencinta  ?

Cintaku padamu tak ber-Tuhan

Karena di saat aku mencintaimu, aku senang melanggar aturan-Nya
Maka izinkan aku berhenti mencintaimu selamanya
Sampai pada defenisi dangkal akan cinta ini berubah jadi defenisi cinta yang semestinya

Aku ingin mencintaimu tepat pada waktunya, bukan cepat-cepat atau sengaja memperlambat
Karena hati butuh memilih akurat,
agar masa depan tak berkhianat
agar cinta benar-benar nikmat




MT Haryono Gang 4, 22 Oktober 2016
BUKAN UNTUK SIAPA-SIAPA*






Sabtu, 08 Oktober 2016

Ekonomi dan Agama

Faktor Ekonomi selalu saja jadi alasan atas penyimpangan-penyipangan dalam hidup. Orang mencuri karena Ekonomi. Orang membunuh karena Ekonomi. Orang korupsi karena Ekonomi. Orang berkhianat karena Ekonomi. Bahkan orang bisa meninggalkan Tuhannya karena Ekonomi (berpindah agama) dan penyimpangan yang mengatas namakan faktor Ekonomi lainnya.
Oleh karena itulah kenapa Agama harus selalu menjadi pondasi hidup manusia serta adanya kitab suci jadi pedoman hidup, dikarenakan orangberama (terlepas dari taat dan tidak) akan mempertimbangkan Etika dalam berperilaku. Kaum beragama tentunya punya Etika dalam mewujudkan Perekonoian ideal serta pemenuhan kebutuhan dalam hidupnya.
Melakukan kegiatan EKonomi tanpa melibatkan agama bakal menjadikan serakah dan lupa diri. Tidak sedikit yang jadi Iblis berwujud manusia karena saking berhasratnya memenuhi kebutuhan Ekonomi dengan cara menghalalkan segala jalan kemungkaran.
Percayalah, seiring dengan keterlibatan agama dalam Ekonomi maka akan mewujudkan sebuah tatanan perekonomian yang bersih, keterwujudan mimpi akan sistem yang bersih dan agamis akan terealisasi. Walau sebenarnya sangat sulit menggeser posisi sistem yang sudah tertancap tajam dalam rahim perekonomian Bangsa tapi tidak masalah. Selama adanya semangat orang-orang yang memperjuangkan maka tidak ada alasan untuk bersikap pesimis atau bahkan skeptis dan apatis.
Kita hanya perlu dengan jujur dan ikhlasnya mengakui bahwa keterlibatan Agama sangat penting dalam menggerakkan sendi-sendi Ekonomi dalam hidup. Setelah adanya pengakuan kemudian perlahan lakukanlah perjuangan-perjuangan kecil. Terlibatlah dalam segala sektor konvensional yang katanya sudah terlalu mainstream dan cenderung tidak agamis. Jika kita sepakat bahwa kita adalah orang agamis dalam Negara yang menganut sistem dan sektor yang heterodoks maka jadilah orang agamis yang terlibat pada reformasi sistem serta sektor tersebut.
Akhir kata Ekonomi tanpa Agama hanyalah menginvestasikan kerugian-kerugian dalam hidup serta pasca hidup dikemudian "yaumul".
Opini liar , 8 Oktober.

SUGUHAN SPESIAL

Pada usia 25

Pada usia 25, kita tentunya menjadi pribadi yang lebih dewasa. Dewasa dalam berfikir, dewasa dalam bertindak, dewasa dalam segala hal...