Dalam mengatasi krisis EKonomi
Indutri kecil menengah adalah yang paling memiliki pertahanan yang kuat.
Terbukti kelompok industri kecillah yang
paling bertahan dalam menghadapi krisis perekonomian Indonesia. Pada masa
krisis 1998-2001 menunujukkan fakta bahwa secara umum UMKM mampu bertahan da
terus tumbuh sekitar 11 % pertahunnya. Hak tersebut berbeda dengan industry
skala besar yang hanya 6% saja pertahunnya. Pada awalnya industry berawal dari
skala kecul yaitu mencakup rumah tangga, kemudian terus berkembang hingga saat
ini. Skala produksi yang kecil diharapkan berdampak pada fleksibilitas
perusahaan lebih baik dibandingkan dengan industry berskala besar.
Industrialisasi tidak pernah terlepas dari usaha peningkatan mutu manusia serta
kemampuan memanfaatkan sumber daya alam yang sudah tersedia. Industrialisasi
merupakan sebuah usaha untuk meningkatkan produktvitas manusia disertai dengan
usaha meluaskan lingkungan hidup. Berbagai wilayah di Indonesia banyak identic
dengan perkembangan pesat industri kecil. Salah satunya Industri kulit. Magetan
merupakan salah satu penghasil kerjainan kulit terbaik di Indonesia. Pemerintah
Kabupaten Magetan mendukung akan potensi industri kerajinan kulit tersebut.
Dinas perindustrian akhirnya memberikan fasilitas berupa pembinaan serta
bimbingan teknologi kepada masyrakat. Dinas Pemuda dan Olahraga memberikan
dukungan dalam bidang pemasaran. Dinas SOsial dan tenaga Kerja memberi bantuan
dalam hal tenaga kerja. Hal tersebut banyak memberi bantuan terhadap usaha
industri kulit di Kab. Magetan.
Kendala utama yang
dihadapi oleh sebagian besar pengrajin kulit di Magetan adalah untuk
mendatangkan bahan baku kulit. Pengrajin di Magetan masih sangat tergantung
pada sumber modal yang dapat diakses saat ini yaitu modal pribadi serta modal pinjaman dari lembaga keuangan
atau bank pada umumnya. Pengetahuan tentang sumber-sumber permodalan, cara
mengakses modal, dan cara pengelolaan modal masih rendah. Keterampilan
manajemen dana yang dikuasai oleh para pengrajin masih kurang, selain itu pengrajin masih lambat dalam
mencari dan mengakses sumber modal. Beberapa pengrajin tidak mengetahui adanya
kelompok dalam Lingkungan Industri Kulit yang berpeluang meningkatkan
produksinya. Intinya belum ada pemerataan bahan baku antara satu daerah dengan
daerah yang lainnya.
Peranan
Pemerintah dan Masyarakat terhadap Pengembangan Industri Kerajinan Kulit di Magetan
Peranan yang terlihat dari pihak Dinas
Perindustrian dan Perdagangan, terhadap pengembangan industri kerajinan kulit
di Kabupaten Magetan yaitu berupa fasilitas seperti pembinaan atau pelatihan
teknologi dan design, dorongan serta motivasi. Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan
Transmigrasi melalui Kementrian Sosial maka program kelompok usaha bersama
sangat membantu para pengrajin menengah ke bawah. Jadi harapan dari pihak dinas
dengan adanya bantuan tersebut khususnya kepada warga yang tidak mampu bisa
lebih giat dalam berusaha sehingga para pengrajin bisa mendirikan UKM sendiri.
Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Magetan sangat membantu dalam hal peningkatan
usaha kerajinan kulit tersebut.
Rekomendasi
gagasan untuk Pemerintah
Dengan melihat potensi industri kecil
Kerajinan Kulit di Kab Magetan selayaknya pemerintah memberi perhatian erhadap
ketersediaan bahan baku kulit. Ekspor/impor antar daerah di Indonesia sangat
diperlukan untuk pemerataan distribusi bahan baku kulit. Dengan demikian tidak
aka nada lagi kendala bahan baku yang di alami oleh pihak pengrajin. Pemerintah
sebagai fasilitator nampaknya harus meninjau kembali kebijakan serta bantuan
yang sudah diberikan terhadap pengrajin kulit. Karena masih ditemui
ketidakmerataan informasi dalam pengaplikasian kebijakannya. Penempatan lembaga
atau lebih tepatnya oknum pemerintah yang terjun langsung dan mensosialisasikan
terjadap masyarakat, terkhususnya para pengrajin kulit. Dengan diadakannya
distribusi silang mengenai bahan baku kulit kedepannya dapat memudahkan akses
perdagangan anatara daerah satu dengan daerah lainnya. Sehingga industry
kerjainan kulit di Indonesia dapat berkembang dengan sangat baik. Jadi
keberadaan industri kerajinan kulit memberikan dampak positif terhadap
kehidupan ekonomi masyarakat Magetan. Hal ini terlihat dari adanya peningkatan
pendapatan, penambahan unit usaha dan pada akhirnya berpengaruh terhadap
peningkatan kesejahteraan yang lebih baik.
DAFTAR
PUSTAKA
Disperindag.
(2005). Profil Sejarah Berdiri Lingkungan Industri Kulit (LIK). Magetan : Dinas
Perindustrian dan Perdagangan
Mufaroha.
(2015, 16 Agustus). Sepatu kulit Magetan komoditas potensial yang harus
dikembangkan. Diakses 1 Desmber 2015, dari
https://www.craftincraft.com/article/sepatu-kulit-magetan-komoditas-potensial-yang-harus-dikembangkan.
Sunarto.
(2001). Pengetahuan Bahan Kulit Untuk Seni dan Industri. Yogyakarta: Kanisius
Tiyas,
I.W. (2009). Analisis Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pendapatan
Industri Kecil Sepatu Kulit di Kabupaten Magetan. Surabaya : Universitas
Pembangunan Nasional.