Minggu, 10 Januari 2016

JOMBLO ?


Penantian yang sia-sia adalah menanti seseorang yang tidak memahami bahwa dia alasan dibalik menunggu

Namun penantian yang bermanfaat adalah menanti sembari berjalan lebih dulu,berusaha, diiringi doa yang di tunggu bertemu dihadapan penghulu

Loh

Jomblo Detection 

Rabu, 06 Januari 2016

OPTIMALISIASI PERAN PEMERINTAH DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN INDUSTRI KULIT DI MAGETAN


Dalam mengatasi krisis EKonomi Indutri kecil menengah adalah yang paling memiliki pertahanan yang kuat. Terbukti kelompok industri  kecillah yang paling bertahan dalam menghadapi krisis perekonomian Indonesia. Pada masa krisis 1998-2001 menunujukkan fakta bahwa secara umum UMKM mampu bertahan da terus tumbuh sekitar 11 % pertahunnya. Hak tersebut berbeda dengan industry skala besar yang hanya 6% saja pertahunnya. Pada awalnya industry berawal dari skala kecul yaitu mencakup rumah tangga, kemudian terus berkembang hingga saat ini. Skala produksi yang kecil diharapkan berdampak pada fleksibilitas perusahaan lebih baik dibandingkan dengan industry berskala besar. Industrialisasi tidak pernah terlepas dari usaha peningkatan mutu manusia serta kemampuan memanfaatkan sumber daya alam yang sudah tersedia. Industrialisasi merupakan sebuah usaha untuk meningkatkan produktvitas manusia disertai dengan usaha meluaskan lingkungan hidup. Berbagai wilayah di Indonesia banyak identic dengan perkembangan pesat industri kecil. Salah satunya Industri kulit. Magetan merupakan salah satu penghasil kerjainan kulit terbaik di Indonesia. Pemerintah Kabupaten Magetan mendukung akan potensi industri kerajinan kulit tersebut. Dinas perindustrian akhirnya memberikan fasilitas berupa pembinaan serta bimbingan teknologi kepada masyrakat. Dinas Pemuda dan Olahraga memberikan dukungan dalam bidang pemasaran. Dinas SOsial dan tenaga Kerja memberi bantuan dalam hal tenaga kerja. Hal tersebut banyak memberi bantuan terhadap usaha industri kulit di Kab. Magetan.
Kendala utama yang dihadapi oleh sebagian besar pengrajin kulit di Magetan adalah untuk mendatangkan bahan baku kulit. Pengrajin di Magetan masih sangat tergantung pada sumber modal yang dapat diakses saat ini yaitu modal pribadi  serta modal pinjaman dari lembaga keuangan atau bank pada umumnya. Pengetahuan tentang sumber-sumber permodalan, cara mengakses modal, dan cara pengelolaan modal masih rendah. Keterampilan manajemen dana yang dikuasai oleh para pengrajin masih  kurang, selain itu pengrajin masih lambat dalam mencari dan mengakses sumber modal. Beberapa pengrajin tidak mengetahui adanya kelompok dalam Lingkungan Industri Kulit yang berpeluang meningkatkan produksinya. Intinya belum ada pemerataan bahan baku antara satu daerah dengan daerah yang lainnya.
Peranan Pemerintah dan Masyarakat terhadap Pengembangan Industri Kerajinan Kulit di Magetan
 Peranan yang terlihat dari pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan, terhadap pengembangan industri kerajinan kulit di Kabupaten Magetan yaitu berupa fasilitas seperti pembinaan atau pelatihan teknologi dan design, dorongan serta motivasi. Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi melalui Kementrian Sosial maka program kelompok usaha bersama sangat membantu para pengrajin menengah ke bawah. Jadi harapan dari pihak dinas dengan adanya bantuan tersebut khususnya kepada warga yang tidak mampu bisa lebih giat dalam berusaha sehingga para pengrajin bisa mendirikan UKM sendiri. Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Magetan sangat membantu dalam hal peningkatan usaha kerajinan kulit tersebut.
Rekomendasi gagasan untuk Pemerintah
Dengan melihat potensi industri kecil Kerajinan Kulit di Kab Magetan selayaknya pemerintah memberi perhatian erhadap ketersediaan bahan baku kulit. Ekspor/impor antar daerah di Indonesia sangat diperlukan untuk pemerataan distribusi bahan baku kulit. Dengan demikian tidak aka nada lagi kendala bahan baku yang di alami oleh pihak pengrajin. Pemerintah sebagai fasilitator nampaknya harus meninjau kembali kebijakan serta bantuan yang sudah diberikan terhadap pengrajin kulit. Karena masih ditemui ketidakmerataan informasi dalam pengaplikasian kebijakannya. Penempatan lembaga atau lebih tepatnya oknum pemerintah yang terjun langsung dan mensosialisasikan terjadap masyarakat, terkhususnya para pengrajin kulit. Dengan diadakannya distribusi silang mengenai bahan baku kulit kedepannya dapat memudahkan akses perdagangan anatara daerah satu dengan daerah lainnya. Sehingga industry kerjainan kulit di Indonesia dapat berkembang dengan sangat baik. Jadi keberadaan industri kerajinan kulit memberikan dampak positif terhadap kehidupan ekonomi masyarakat Magetan. Hal ini terlihat dari adanya peningkatan pendapatan, penambahan unit usaha dan pada akhirnya berpengaruh terhadap peningkatan kesejahteraan yang lebih baik.

                                                                                                                           





                                                                                          




DAFTAR PUSTAKA
Disperindag. (2005). Profil Sejarah Berdiri Lingkungan Industri Kulit (LIK). Magetan : Dinas Perindustrian dan Perdagangan
Mufaroha. (2015, 16 Agustus). Sepatu kulit Magetan komoditas potensial yang harus dikembangkan. Diakses 1 Desmber 2015, dari https://www.craftincraft.com/article/sepatu-kulit-magetan-komoditas-potensial-yang-harus-dikembangkan.
Sunarto. (2001). Pengetahuan Bahan Kulit Untuk Seni dan Industri. Yogyakarta: Kanisius
Tiyas, I.W. (2009). Analisis Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pendapatan Industri Kecil Sepatu Kulit di Kabupaten Magetan. Surabaya : Universitas Pembangunan Nasional.



SUGUHAN SPESIAL

Pada usia 25

Pada usia 25, kita tentunya menjadi pribadi yang lebih dewasa. Dewasa dalam berfikir, dewasa dalam bertindak, dewasa dalam segala hal...