Minggu, 20 September 2015

Kisah diatas kursi



Pada titik ini ,
Aku mulai enggan tuk berlalu
Sedikit saja kursi ini bergerak
Maka mendung di balik mataku akan jadi hujan deras

Tak peduli usia yang menua
Cinta dan loyalitasku tetaplah milik orang tua
Aku belum bisa mandiri secara utuh, sebagaimana mereka mendidikku
Karena otakku, semakin hendak berlalu, semakin mengingat yang telah lalu

Diatas kursi cokelat ini aku ratapi detik-dedtik nafas berhembus
Esok atau lusa aku akan kembali manatap dinding kamar kos yang sepi
Tanpa cinta kasih yang begitu dekat, tanpa pelukan ibu tiap fajar menjemput malam
Dan mengantarkan siang kepelabuhan senja


05 September 5, 2015 pising

Rabu, 16 September 2015

LOMBA NASKAH NET TV BINTAG DI CULIK



“sebuah drama diperlukan untuk membuat suatu hubungan berwarna dan makin bermakna”
Bintang baru saja menonton drama Korea di rumah Angel ketika para suami sedang keluar rumah. Tersirat dalam benak Bintang untuk membuat drama seperti cerita Film Korea yang ditontonnya barusan. Akhirnya dibuatlah ide khusus untuk mengerjai Bastian. Angel pun mengajak Bintang ke rumah salah seorang temannya masa SMA dulu dan meninggalkan beberapa catatan penting, agar terkesan seperti Bintang diculik.
Sementara itu dirumah, Bastian baru saja tiba. Terkaget-kagert melihat pintu rumah terbuka, dan kondisi rumah berantakan. Sembari menyimpan rasa penasaran berteriak memanggil Bintang. Namun tidak ada tanda kalau Bintang berada dirumah. Bastian melihat secarik kertas di atas meja. Bastian kaget bukan kepayang segera ia berlari kerumah sebelah dengan panik. Terengah-engah memberitahukan kepada Adi yang tengah terduduk lesu disofa, nasibnya sedang sial, Angel sedang tidak dirumah dan tak sepiringpun hidangan tersedia dimeja makan. Dengan panik Bastian membawa Adi ikut kerumahnya kemudian menceritakan dengan detil kejadian beserta barang bukti yang ada.
Bintang sedang asyik bernyayi dengan aplikasi karaoke milik teman angel. Angel segera mengingatkan Bintang untuk menghubungi Bastian dengan nomor baru (sebagai penculik). Benar rupanya ekspresi Bastian saat menerima pesan itu kaget bukan kepayang. Sudah hampir putus asa, hendak menghubungi polisi namun ancaman disitu sangat jelas mengatakan “jangan hubungi polisi kalau mau istrimu selamat”,.  Bastian merasa sangat terpukul dengan kejadian ini. Dalam benaknya mulai berangan, kenangan yang dilaluinya bersama Bintang. Adi turut prihatin dengan kondisi Bastian yang sedang terpuruk. Adi coba menghubungi Angel dan memintanya untuk segera pulang.

Pada malam hari angel dan Bintang kembali kerumah. Begitu memasuki pintu rumah hal pertama yang terlihat adalah Bastian dan Adi tengah tertidur lelap serta bekas Tissue berceceran dilantai. Begitu dibangunkan Adi dan Bastian serentak kaget, dan memeluk istri masing-masing. Berkat bekerjasama dengan Angel semuanya berjalan lancar. Dengan kejadian ini, Bintang dapat melihat cinta yang nyata, seperti Drama Korea yang ditontonnya bersama Angel.

SUGUHAN SPESIAL

Pada usia 25

Pada usia 25, kita tentunya menjadi pribadi yang lebih dewasa. Dewasa dalam berfikir, dewasa dalam bertindak, dewasa dalam segala hal...