Minggu, 30 Agustus 2015

Generasi Kodok perokok




Ayam berkokok,
pertanda bumi masih sehat, belum waktunya hari akhir melesat
Ayam berkokok,
pertanda kesempatan yang kesekian kali tiba, belum waktunya nafas berangkat
Ayam berkokok,
pertanda celakalah bagi hamba yang menipu dirinya dan mengelabui Tuhannya
Ayam berkokok,
pertanda, berhentilah merokok wahai borokokok
tubuhmu masih sekecil kodok tapi katamu kau dan nikotin itu sudah saling cocok
Ayam berkokok,
pertanda janganlah jadi generasi bobrok,
pulanglah kerumah, Ibumu menyuruhmu Bobok

Bocco-Boccoe 30 Agustus 2015
Namrehus (Putra Ma'had)

Minggu, 23 Agustus 2015

SALAH VERSUS BENAR


Kala suara usil mulai menutup fakta
berkuasalah para pendusta
Kriminalitas merajalela
kebenaran hanya minoritas sahaja
Apa kita hanya diam dan menikmati seruput kopi, lalu bersantai di meja kerja?


Kala benar salah tak jadi problema
sing salah bergelar juara
sing benar masuk penjara
Apa kita hanya diam menatap hukum terintimidasi pendusta?

Kala bibir usil mulai berbicara
Bibir benar tak berkutik
maka salah jadi juara
benar masuk penjara
Tegakah kita melihat hukum di cumbui dusta ?

Ayolah....
pemuda, orang tua, saudara sebangsa....
diam kita tak jadi jawabnya
mulut usil seharusnya punah
pendusta-pendusta waktuya musnah

Tinggal kita para pendekar bangsa
maukah anda bersatu membasmi sampah ?
atau pilih diam, kalah...
biar salah jadi si juara


23 Juni 2014 pukul 18:51
MT Haryono 23'06'14

 

 



Kamis, 20 Agustus 2015

PENCURI MOTOR


Kalang kabut si pencuri motor 
sayup-sayup mendengar sirine
terbirit-birit sudah bagai buruan singa
jatuh menabrak si pencabut nyawa
si pencuri tergilas bus kota
tewas menganaskan
mati dalam kekonyolan

Sirine tiba,
penjual es kelapa muda turun dari sepedanya,
kaget bukan kepayang,
mayat pemuda bersimbah darah

sedang bus kota melaju bebas tanpa dosa

Rabu, 12 Agustus 2015

YANG KUCARI, MEREKA BELUM MENGERTI


Indonesia adalah Negeri yang penuh dengan segalanya
Indonesia mengajarkanku menjadi bagian terpenting dalam pilar bangsa
Pemuda,orang tua,remaja, anak-anak bagiku sama saja
Selama nafas masih di kandung badan, sudah wajib bagi kita untuk berjuang
menumpas tirani dan ketidak adilan para kaum teratas, kaum yang memiliki sihir di telunjuk dan suara halusnya
Indonesia merdeka sudah lebih dari setengah abad yang lalu
Semua yang kau cari, kini ada disini, harta melimpah, teknologi menggila, produksi sudah banyak jenisnya
Perilaku-perilaku pribumi juga sudah tak usah di Tanya, globalisasi menuntut mereka untuk profesional , bahkan untuk menghancurkan sesama.

Namun apa yang kucari belum jua kutemukan
Aku pemuda yang lahir di Era 90-an, sampai sekarang, belum ada alasan bagiku untuk tetap tenang , berbangga hati, berdiam diri
Karena yang kucari di Negeri ini masih belum dimengerti rakyat sendiri
Adanya perbedaan selalu membuat kami menumpahkan darah,mengangkat senjata, membunuh saudara
Kami terlalu bangga dengan adat, agama,suku serta bahasa, hingga kami menghujat sesama
Aku ingin merdeka dengan utuh, dengan persatuan yang kukuh,
Bukan merdeka dengan menggerutu, menghujat para penguasa itu
Aku ingin merdeka dengan makna “Bhineka Tunggal Ika” menjadi hukum bersama
Itulah yang kucari, aku tak butuh harta,jabatan serta banyak wanita
Cukup kubanggakan Ibu pertiwi , aku sudah merasa merdeka dengan sempurna.

Lowokwaru, 12 Agustus 2015

Kamis, 06 Agustus 2015

PELUK RINDU RAMADHAN LALU


Terdudukku bermenung didepan layar kebanggaan
ada kisah terkenang dalam khayalan
tentang Ramadhan lalu yang begitu nikmat
bersama dengan para kerabat

Kala sahur tiba, Ayah ibu terduduk manis dimeja santap 
sedang si Adik usil merebut sepiring gorengan ayam
lekak tawa masih terkenang, hari itu sungguh tak terlupakan
dikala bebruka disambutku dengan semangkuk es buah buatan Ibu tercinta
selepas taraweh disambut dengan kue kelapa

Ramadhan kali ini aku rasa sendiri
sahur dengan sepotong roti
buka dengan sebungkus Indomie rasa ayam kari
apa aku rasa ?
hampa ....

Sedih biarlah kutepis
dalam gulita ini aku sampaikan senandung 
peluk rindu Ramadhan lalu,
untukmu Ibuku
untukmu Ayahku
Untukmu adikku, lekaslah tumbuh


07 Juli 2014 Suherman "putra ma'had"

 


 

SUGUHAN SPESIAL

Pada usia 25

Pada usia 25, kita tentunya menjadi pribadi yang lebih dewasa. Dewasa dalam berfikir, dewasa dalam bertindak, dewasa dalam segala hal...