Hari ini aku belajar Probabilitas. Dimana ketika defenisi yang kutangkap adalah masa lalu tidak akan pernah kembali dan hari ini yang akan menentukan masa depan. Iya, secara kebetulan pada hari ini adalah hari yang memiliki cerita klasik yang dulu selalu kunomor satukan. Bagaimana bisa ada kata kebetulan di dunia ini ?. Aku tidak pernah percaya dengan kata kebetulan, karena sejatinya setiap tindakan dan hasil yang keluar adalah takdir yang sudah di gariskan. Aku mempelajari Probabilitas sejak lama tapi entah mengapa baru saat mengikuti semester luar biasa aku menangkap pesan yang bermakna. Dalam teorinya probabilitas dalam angka adalah 0-1 , tidak akan lebih dan tidak akan pernah berkurang. Kemungkinan yang akan terjadi hanya ada pasti atau tidak akan terjadi sema sekali. Aku tidak akan mengulang lagi cerita manis atau pahit yang mengisahkan tentang aku di masa lalu. Aku baru saja membuat teori dan merumuskannya hari ini, hasil yang kutemukan adalah Probabilitas untuk mengembalikan seseorang yang teramat berharga bagiku (dulu) adalah 0,0000000000000000001 , sedikit saja bisa di katakan tidak akan pernah ada kemungkinan untuk mengembalikan yang sudah terbuang olehku. Ini adalah kejadian yang bersifat mutually exclusive atau dalam statistika kejadian saling lepas yaitu ketika suatu peristiwa terjadi maka tidak akan mengakibatkan peristiwa yang lain terjadi lagi. ya ya ya, aku megerti. Peristiwa saat itu di bulan lima adalah suatu kegiatan yang bersifat mutually exclusive yang tidak akan mengakibatkan kegiatan lain terjadi, bahkan di masa yang akan datang. Karena saat itu adalah perpisahan yang berakibat pada hilangnya kesadaran selama berbulan-bulan. Apakah masih ada kemungkinan untuk mengembalikan sesuatu yang hilang itu ? TIDAK. Sekali hati menjauh maka tidak akan ada jalan lagi bagi cinta untuk pulang. Ada masa dimana aku harus tunduk dalam sebuah rasa takut yang aku ciptakan sendiri. Tentang angka 29 yang selalu di nanti-nanti biarlah menjadi bagian dari pelajaran. AKu di ajarkan tentang Probabilitas. Untuk apa mempertanyakan yang telah berlalu, bahkan jikapun menangis tidak akan pernah Tuhan memutar waktu. Penyesalan seharusnya tidak pernah ada meskipun terkadang mengusik fikiran. Hanya ada satu cara untukku mengerti dengan kehidupan. Aku Akan selalu melihat kedepan pada tujuan apa yang ingin kuraih. Aku akan selalu menengok kesamping, karena ada orang-orang yang selalu memberiku asupan semangat untuk terus mempertahankan hidup yang berarti ini. Aku tidak akan mau berbalik ke Belakang, disanalah bayang-bayang hitam selalu megejarku dan tidak membiarkanku menjadi hati yang utuh seperti dulu. Aku akan mendistribusikan semua semangatku untuk berjuang, bahwa hidup ini adalah sebuah anugrah terindah dari Tuhan. Kita di beri 1 hati untuk mencitai milyaran manusia di Bumi ini, karena Tuhan menciptakan kita untuk saling berbagi. Ini adalah Catatan 29 Juli. Aku berjanji tidak akan ada lagi angka yang istimewa setelah ini. Tanggal 1-31 adalah sebuah warisan yang harus di syukuri, karena yang istimewa adalah kesempatan yang selalu Tuhan berikan untuk berbenah dari kesalahan, dan bangkit dari keterpurukan. Ini adalah catatan 29 Juli, dan setelah ini catatanku adalah Bulan Januari Hingga Desember dan tiada satupun yang terlewatkan tanpa keistimewaan.
Ingat, 0,0000000000000000001 adalah kemungkinan yang akan terjadi, dan kalaupun itu terjadi, pasti saat itu aku sudah memutuskan untuk berhenti menunggu, karena milyaran manusia di Bumi pasti ada satu yang juga menungguku untuk menjadi suatu bagian yang utuh.
Namrehus 29-31 Juli 2015
Ingat, 0,0000000000000000001 adalah kemungkinan yang akan terjadi, dan kalaupun itu terjadi, pasti saat itu aku sudah memutuskan untuk berhenti menunggu, karena milyaran manusia di Bumi pasti ada satu yang juga menungguku untuk menjadi suatu bagian yang utuh.
Namrehus 29-31 Juli 2015
