Rabu, 29 Juli 2015

CATATAN 29 Juli tentang Probabilitas


Hari ini aku belajar Probabilitas. Dimana ketika defenisi yang kutangkap adalah masa lalu tidak akan pernah kembali dan hari ini yang akan menentukan masa depan. Iya, secara kebetulan pada hari ini adalah hari yang memiliki cerita klasik yang dulu selalu kunomor satukan. Bagaimana bisa ada kata kebetulan di dunia ini ?. Aku tidak pernah percaya dengan kata kebetulan, karena sejatinya setiap tindakan dan hasil yang keluar adalah takdir yang sudah di gariskan. Aku mempelajari Probabilitas sejak lama tapi entah  mengapa baru saat mengikuti semester luar biasa aku menangkap pesan yang bermakna. Dalam teorinya probabilitas dalam angka adalah 0-1 , tidak akan lebih dan tidak akan pernah berkurang. Kemungkinan yang akan terjadi hanya ada pasti atau tidak akan terjadi sema sekali. Aku tidak akan mengulang lagi cerita manis atau pahit yang mengisahkan tentang aku di masa lalu. Aku baru saja membuat teori dan merumuskannya hari ini, hasil yang kutemukan adalah Probabilitas untuk mengembalikan seseorang yang teramat berharga bagiku (dulu) adalah 0,0000000000000000001 , sedikit saja bisa di katakan tidak akan pernah ada kemungkinan untuk mengembalikan yang sudah terbuang olehku. Ini adalah kejadian yang bersifat mutually exclusive atau dalam statistika kejadian saling lepas yaitu ketika suatu peristiwa terjadi maka tidak akan mengakibatkan peristiwa yang lain terjadi lagi. ya ya ya, aku megerti. Peristiwa saat itu di bulan lima adalah suatu kegiatan yang bersifat mutually exclusive yang tidak akan mengakibatkan kegiatan lain terjadi, bahkan di masa yang akan datang. Karena saat itu adalah perpisahan yang berakibat pada hilangnya kesadaran selama berbulan-bulan. Apakah masih ada kemungkinan untuk mengembalikan sesuatu yang hilang itu ? TIDAK. Sekali hati menjauh maka tidak akan ada jalan lagi bagi cinta untuk pulang. Ada masa dimana aku harus tunduk dalam sebuah rasa takut yang aku ciptakan sendiri. Tentang angka 29 yang selalu di nanti-nanti biarlah menjadi bagian dari pelajaran. AKu di ajarkan tentang Probabilitas. Untuk apa mempertanyakan yang telah berlalu, bahkan jikapun menangis tidak akan pernah Tuhan memutar waktu. Penyesalan seharusnya tidak pernah ada meskipun terkadang mengusik fikiran. Hanya ada satu cara untukku mengerti dengan kehidupan. Aku Akan selalu melihat kedepan pada tujuan apa yang ingin kuraih.  Aku akan selalu menengok kesamping, karena ada orang-orang yang selalu memberiku asupan semangat untuk terus mempertahankan hidup yang berarti ini. Aku tidak akan mau berbalik ke Belakang, disanalah bayang-bayang hitam selalu megejarku dan tidak membiarkanku menjadi hati yang utuh seperti dulu. Aku akan mendistribusikan semua semangatku untuk berjuang, bahwa hidup ini adalah sebuah anugrah terindah dari Tuhan. Kita di beri 1 hati untuk mencitai milyaran manusia di Bumi ini, karena Tuhan menciptakan kita untuk saling berbagi. Ini adalah Catatan 29 Juli. Aku berjanji tidak akan ada lagi angka yang istimewa setelah ini. Tanggal 1-31 adalah sebuah warisan yang harus di syukuri, karena yang istimewa adalah kesempatan yang selalu Tuhan berikan untuk berbenah dari kesalahan, dan bangkit dari keterpurukan. Ini adalah catatan 29 Juli, dan setelah ini catatanku adalah Bulan Januari Hingga Desember dan tiada satupun yang terlewatkan tanpa keistimewaan.

Ingat, 0,0000000000000000001 adalah kemungkinan yang akan terjadi, dan kalaupun itu terjadi, pasti saat itu aku sudah memutuskan untuk berhenti menunggu, karena milyaran manusia di Bumi pasti ada satu yang juga menungguku untuk menjadi suatu bagian yang utuh.




Namrehus 29-31 Juli 2015

Kamis, 09 Juli 2015

Suatu sore di Kodam (agak gimana gitu?)


Sore ini 09 Juni 2015 menjadikan beban di kepalaku menurun drastis. Setelah seharian aku menghindari kata "tidur" demi mengerjakan tugas-tugas statistika semester istimewa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas brawijaya, akhirnya aku menemukan udara yang segar. Islamic Fashion Show yang sudah berlangsung sejak tanggal 7 kemarin menjadi destinasi kunjungan soreku bersama dengan seorang rekan yang berasal dari daerah Timur Indonesia yaitu Ambon. Begitulah, pada awalnya semua berjalan dengan normal. Kami menelusuri stan demi stan yang menawarkan berbagai macam produk pakaian Islami, dengan beragam harga serta kualitas yang juga berbeda. Masih tersisa sedikit rasa jenuh sejak pagi tadi menghadapi Ujian Tengah Semester Istimewa yangjuga mewajibkan pengumpulan tugas karya tulis tangan sebanyak 23 Halaman Folio bergaris. Bekas-bekas memar di tangan kananku menjadi saksi bahwa benar semalaman aku lembur demi mengerjakan tugas yang spesial itu. Sembari menelusuri area Islamic Fashion SHow dengan pandangan, aku hanya berdiri di luar salah satu stan pakaian sembari menunggu kawanku memilah pakaian yang di carinya. Dari kejauhan namun nampak jelas mendekat kearahku serombongan keluarga sedang berjalan pelan, dan sesekali menengok kekanan lalu kekiri. "Subhanallah", tiada kata yang pantas ku lantunkan selain memuji Kuasa Allah SWT. Seorang diantara rombongan tersebut di mataku bagaikan bidadari syurga dengan balutan hijab biru muda melingkari kepalanya, pakaian syar'i putih bersih dipadukan dengan warna abu-abu tua. Sekilas namun nampak jelas keanggungan seorang hamba yang sedang berada di sisi kedua orang tuanya. Seketika suasana menjadi hening, seakan bisingnya suara tawar- menawar di sekelilingku redup dan beralih pada pemandu rasa yang tiba-tiba saja datang menjelma nyata. Sedikit saja dia tersenyum aku pasti akan menjadi canggung di tengah kerumunan pengunjung yang sedang terhalang oleh keberadaanku menghalangi jalan. "skak", aku tidak mampu bersuara sepatah dua kata, syair-syair romantis yang biasanya akan keluar dari mulutku nampaknya juga ikut lupa, sambil malu-malu aku membuang pandanganku sebelum itu menjadi dosa dan memakruhkan puasa yang suci ini. Banyak orang berkata pertemuan pertama adalah kebetulan sedang kedua ketiga adalah tanda bahwa memang pertemuan itu sebuah hal yang sudah di takdirkan. Dengan tegas aku menolak. Tidak ada pertemuan pertama yang terjadi hari ini. Aku hanya menemukan sebuah keberuntungan yang indah. Keberuntungan yang menyisakan sedikit ruang untuk merindukan dan membuahkan banyak pertanyaan dalam kepala. Keberuntungan yang hanya aku dan kawanku si Ambon (maaf bukan rasis ) yang megalami. Tepatnya ini bukanlah pertemuan, ini hanyalah sebuah penemuan antara aku dan kawanku yang menjadi penemu dan objeknya sendiri tidak pernah mengerti kalau dia adalah penemuan yang luar biasa sore tadi. Ini adalah sedikit cerita tentang bagaimana rasa datang begitu saja. Bagai angin berlalu, menitipkan sedikit kesejukannya. Saat Allah memberikan mata, dan mata berhak melihat pada objek apa saja yang di kehendakinya, disitulah kawan, letak masalah berat yang harus di hadapi. Bagaimana mata suci ini kita arahkan untuk melihat hal-hal yang diperbolehkan oleh Allah SWT. Adapun pada sore tadi mataku tertuntun untuk melihat sebuah maha karya Allah SWT dalam bentuk wanita yang InsyaAllah Sholehah. Wanita berhijab Biru, yang mengekor pada Ibunya yang ramah, serta Ayahnya yang berkopiah cokelat muda. Ini adalah sebuah keberuntungan yang menyisakan sedikit kerinduan dan menumbuhkan rasa penasaran. Pada pertemuan berikutnya, dimanapun berada, jika memang itu akan terjadi maka izinkan aku ataukah kawan Ambonku menjadi bagian dari takdir yang indah, pemilik ke Anggungan wanita berhijab syar'i sore tadi. Jikapun Keberuntungan tadi hanya berlaku untuk hari ini, maka pertemukanlah kami dengan wanita berhijab, lagi sholehah di kesempatan mendatang. Sedikit gombalan yang aku buat bersama kawan baikku " Jerawat tipis wanita berhijab tadi, dengan pasti menambah keanggungan dan kecantikan miliknya". Pasca kejadian sore tadi, kejenuhan di kepala mengalami penguragan drastis, seakan menjadi saksi bahwa hati(ku) hari ini dalam kondisi prima dan berbunga :D . Terimakasih untuk keberuntungan hari ini, Allahu Akbar. Jagalah Pandangan dan hati kami dari segala hal yang akan menjerumuskan kami dalam dosa.

Sedikit saja aku ingin berkata,
Kecantikan itu milik setiap wanita yang pandai menjaga privasinya, menutup auratnya dan menjaga perilakunya ;)

Salam kenal untuk gadis Berhijab Biru  semoga kau menemukan pria yang mampu menjagamu dalam kehidupan dunia dan menuntunmu menuju AKhirat di jalan Allah SWT. Tak peduli siapa namamu, dimana rumahmu dan berapa umurmu. Aku hanya mengingat bahwa hari ini Allah mengizinkanku untuk melihatmu sekali di acara Islamic Fashion Showyang akan berakhir tanggal 14 Agustus  di Aula Kodam Malang.  Tak usah aku merencanakan hari esok untuk menemukanmu, ada atau tidaknya dirimu, aku percaya akan ada banyak wanita sepertimu, semoga senantiasa konsisten dalam berpakaian dan semoga senantiasa menjadi cerminan ciri wanita yang di idamkan kaum adam  :)



#CERITA 90 NON FIKSI 10%FIKSI

Jumat, 03 Juli 2015

MALAM BIMBANG

Malam...
Temaram
kelam
menyelam
lekang
mengenang
terang memudar
jam malam datang
Cinderella Pulang
sepatu hilang
pangeran terheran
belianya hilang

Malam
kukenang
pulau seberang
makian
kesal
berulang
fatal
siksaan
kefanaan
belaian tangan
cinta yang hilang

Malam...
semua terekam, lalu kulepas
sisa diangan , aku kini sampaikan
selamat jalan lembar kesalahan


Malam yang bimbang 25/06/14

SUGUHAN SPESIAL

Pada usia 25

Pada usia 25, kita tentunya menjadi pribadi yang lebih dewasa. Dewasa dalam berfikir, dewasa dalam bertindak, dewasa dalam segala hal...