Rindu adalah kau (1)
liga pertama dalam musim cinta yang tak kunjung tersampaikan lewat kata, hingga akhirnya meleburlah dalam penjara asa
rindu adalah kau (2)
primadona dari media biru yang menangisi akhir yang tak kunjung kau mengerti
rindu adalah kau (3)
primadona terpelajar, pemilik senyum termanis dikala itu
rindu adalah kau (4)
gadis dengan keyakinan berbeda yang meremukkan dinding-dinding kepercayaanku sejenak
rindu adalah kau (5)
gadis kecil manja milik putra dewata
rindu adalah kau (6)
rasa percaya diri yang menjunjung keperihan hati
rindu adalah kau (7)
gadis terdekat yang menyisipkan rasa kagum melalui salam-salam genit siang
rindu adalah kau (8)
yang terdekat yang pernah kujangkau dan yang tertinggalkan waktu
rindu adalah kau (9)
bidadari media biru pecinta puisi-puisi lamaku
rindu adalah kau (10)
penemuan dalam media biru baruku
rindu adalah kau (11)
keanggungan yang melekat ditaman Desa, malam itu
rindu adalah kalian masa-masa yang sudah terlanjur lampau ,
kepada rindu kalian tetap menjadi tahanan dalam diri, dalam ingatan, dalam imajinasi, dalam dimensi sepi
kepada risau, kalian tetap saja sering mengisi lembar-lembar teori perbandingan rasa
semoga senantiasa sehat, menjadi masa lampau yang menguatkan masa depan
seseorang yang bernama “aku”
adalah selembar kisah pengisi masa mudamu.
Lowokwaru, Putra Ma’had / 11 Desember 2015

