Sabtu, 20 September 2014

Kader Tangguh


Oleh : Suherman

Aku sedikit kaget setelah mendengar suara takbir yang menggema diruangan Aula FEB universitas Padjajaran. Bukan main sekitar 100-an Mahasiswa  utusan dari 23 Provinsi hadir dalam forum Silaturahmi yang diberi Nama FoSSEI ini. Entah  apa yang membuatku merinding, setelah tadi suara tabkir yang menggelegar, kini tiba-tiba sebuah musik diputarkan. “ekonom Muda , hey ekonom Robbani tempa dirimu tuk Bangun Bangsa Madani”, lirik pertama yang begitu menyimpan makna yang dalam, menurutku. lagu ini seringkali kudengar saat ada acara dari organisasi yang selama ini aku tempati bernaun, menggantungkan karir di kampus Biru Malang. Ini pertama kali aku merasakan nyawa dari lagu sederhana ini. Rasanya aku terpanggil untuk melakukan semua lirik yang disebutkan oleh Vocalistnya, seperti sebuah ajakan untuk melakukan perubahan.”Ekonom Cerdas hey ekonom robbani, mari madiri kembangkan potensi”, liriknya benar-benar sederhana namun maknanya dalam. “Bertransaksi adil, tinggalkanlah tipu daya yakinlah ekonomi Islam kan jaya” .

Bangkitlah, Bangkitlah pemuda mulia
Bersatu padu lintasi katulistiwa

Pada bagian Klimaks lagu ini membuat aku makin merinding. Kuamati semua orang didalam ruangan Aula ini, aku melihat keseriusan, aku melihat penghayatan yang dalam dari semua wajah-wajah Asing yang belum aku kenali. Ada apa ini ? batinku mulai bertanya-tanya, apakah ini adalah panggilan jiwa ? mengapa dengan lirik lagu sederhana mampu menggetarkan jiwaku ?

Majulah Hey ekonom Robabni Bisa
Mari sembukan ekonomi dunia

Iyakah ? Apakah aku bagian dari penyelamat dunia? bukankah Tuhan telah mengarur kapan dunia ini akan hancur berantakan ? lantas mengapa lagu ini seolah memanggilku untuk melakukan perubahan ? Aku mulai gelisah. Aku pejamkan mata lantas ikut menghayati setiap bait dari lagu yang diputarkan .

Berbagi sesama
Ketuk nuraninya
Yakin ekonomi Islam kan jaya....

Kenapa makin aku meresapi makna dari liriknya makin membuat aku merasa aneh, ada gemuruh didalam dadaku, ada sesuatu yang membuat aku merasa bangkit, membuat aku merasakan semangat, tapi aku tak tahu itu. Yang aku tahu kedatanganku kesini awalnya adalah berniat untuk mencari pengalaman saja karena suasana liburan sudah membuatku cukup bosan berada didalam rumah. Tapi dengan lagu ini aku merasakan sesuatu yang bangkit . Padahal sebelumnya aku sering mendengarkannya di kampus.Disekretariat apalagi. Namun ini berbeda. Saat orang-orang asing itu menyanyikannya, keseriusan dan penghayatannya, seolah lagu ini adalah lagu kemerdakaan kami saat ini.

Bergerak jangan mengeluh, meski tubuhmu berpeluh
Karena kemiskinan semakin membunuh
Bertransaksi adil, timggalkanlah tipu daya,
Yakin ekonomi Islam kan Jaya

Makin liriknya berulang makin aku terhanyut dalam buaian makna yang lagu ini bawakan ketelingaku. Bergerak. Lagu ini menyuruhku bergerak. Mengeluh lagu ini melarangku untuk mengeluh. Sedang lagu ini menakutiku dengan Angka kemiskinan Negeriku yang mencapai puluhan ribu kepala yang belum merdeka secara rupiah.
Ekonomi Islam ?
Apakah itu ekonomi islam ? yang aku tahu ekonomi Islam itu bebas dari yang “haram”. Lantas apa hubungannya dengan lagu yang kunyanyikan ini ? aku sedikit diam, saat lagu berhenti diputarkan dan kami dipersilahkan duduk, aku masih saja terdiam. Aku mecari letak dimana kaitan Ekonomi Islam dengan Sembuhkan ekonomi dunia. Apakah iya ? sedang pada kenyataannya Ekonomi yang menguasai dunia adalah Ekonomi Modern yang sudah menjadi mainset dan system buyut perekonomian. Apakah dengan angkuhnya aku mau berkata kalau ekonomi Islam adalah menyelamat dunia dan pemberantas kemiskinan dari negeriku yang subur ini ? bukan ! pasti ada alasan kenapa aku harus percaya dengan lagu yang baru saja diputarkan. Sekitar 100  Mahasiswa yang belum aku kenal saja mau bernyanyi dan menghayati lagu yang tadi, pasti ada alasan untuk mereka melakukan itu. Tapi aku ? apa alasanku untuk percaya ?

3 hari kemudian.

Aku sudah menemukan jawabanku.”Mereka”. selama mereka masih terus bertambah dan bernyanyi dalam forum seperti ini, aku yakin 10-30 tahun lagi Ekonomi islam akan menjadi satu-satunya pilihan untuk menyelamatkan dunia dari kemiskinan. Karena pembunuh sebenarnya bukanlah kemiskinan yang makin tumbuh, melainkan adalah kesadaran kita untuk membangun dan mengurangi sifat serakah yang sangat di Benci oleh Allh SWT. Kini sudah hari terakhir dari forum ini, sebentar lagi aku harus kembali ke Kota Bunga, aku membara, kampusku menantiku disana. Okelah, aku datang membawa virus semangat buat mereka, kader-kader FoSSEI Bagian Timur Jawa. Kini aku mengerti untuk apa aku menjadi bagian dari forum ini, dan apa yang membuat aku merinding saat bernyanyi bersama kawan-kawanku dari seluruh Indonesia. “YAKIN dan BERUSAHA”. Aku menemukan jawabanku untuk tetap yakin bahwa Ekonomi Islam adalah Ekonomi yang berlandaskan pada amar ma’ruf yang Menjadikan Allah sebagai Penentu atas segalanya. Aku menemukan jawabanku untuk selalu berusaha menjadi kader yang baik, berbudi pekerti, keras sehingga pilar Ekonomi Islam yang kini sudah mulai tumbuh tidak dapat tergoyahkan lagi oleh angin-angin Konvensioal yang terpaannya begitu kuat hingga seringkali mematahkan tanting-ranting semangat kader-kader yang lain. Aku dalam Forum ini “FoSSEI”, akan selalu ada dimana tangan-tangan kalian bergantung pada harapan yang sama, kemakmuran Indonesia, terselamatkannya mereka dari Kekejaman dunia modern. Aku adalah salah seorang kader Tangguh FoSSEI, dan aku bangga .

Teruntuk kalian Kader-Kader tangguh FoSSEI,
“bergerak jangan mengeluh, meski tubuhmu berpeluh
Karena kemiskinan semakin membunuh”

“Bangkitlah hey pemuda mulia
Bersatu padu lintasi katulistiwa,
Majulah hey ekonomi robbani bisa
Mari smebuhkan ekonomi dunia”

Kita tak harus saling mengenal untuk sama-sama berjuang, namun kita harus sama-sama berjuang untuk saling mengenal disuatu hari , dimasa depan .
#Kenangan Musyawarah Nasional FoSSEI 2014


RINDU UNTUKMU


Rindu....
Datang bayangmu menyapa pagiku
saat sunyi mendekapku
kau datang ramaikan Qalbu


Rindu...
Secarik kenangan masa lalu
di dipan ku termangu
kenestapaan,
entah mengapa memelukku perlahan

Rindu.... 
Lembaran nostalgia
tentang suka dan rasa istimewa
hanya sebatas mengenang, tiada harap lagi kau datang

Rindu....
kala di ufuk fajar menyingsing
perlahan resah pun berpaling
kecut senyum ku bercerita tentang lampau
leluasa hati melepas duka
tentang sebuah akhir cerita cinta

Aku dan kau suka Dancow

Sahabat kecilku
Ku merindu mu sungguh
rindu nan jauh
rindu nan membunuh
saat tersadar bahwa dulu kuantar kau ke liang Lahat mu
aku terdiam....
beribu paku bak menusuk hati
sahabatku, aku mengenangmu
dalam doa dan selembar kenangan masa lalu

Dinoyo 25 Juni 2014 Putra Ma'had


KENALKAN AKU



Hei kenalkan aku
Aku tak terlahir dari keluarga konglomerat
Yang tiap hari harus dikawal ketat
Atau hanya sekedar belanja pakai pesawat

Ayahku tak punya hari libur
Tak punya juga jadwal teratur
Tak punya asisten seksi yang tiap hari pamer baju ketat saat di kantor
Tak juga punya kendaraan berplat hitam seperti punya sifulan
atau motor besar yang harganya ratusan juta

Ayahku tak punya jam kerja
Setahuku ia menghilang sebelum ayam berkotek di pagi buta
dan kembali ketika senja menghilang di ufuk sana

Ayahku tak punya banyak harta
Setahuku kami makan ala kadarnya
Ikan asin dan sayur kangkung buatan mama

Hei kenalkan aku,
Aku anak nakal yang dulu selalu dipukuli ibu
Namun kini aku tumbuh menjadi jembatan besar untuk  masa depan adik kecilku
Iya perkenalkan,itulah aku yang dulu sering membuat gaduh didepan rumahmu 


04 Sept 14
#Aku ini aku, yang dulu sering mengajakmu mencuri jambu


Teruntuk . "Kesombongan"




Kesombongan adalah ciri dari kebodohan.
Kebodohan dalam mengahrgai hati orang lain
 Kesombongan adalah kegagalan,
 gagal dalam berfikir ,
 gagal pula memikat orang lain.
Kesombongan adalah api,
membakar kepintaranmu serta keistimewaan yang kau miliki.
 Kesombongan adalah kunci,
kunci musuh datang melukai.
Kesombongan adalah keegosisan yang berlebihan,
sedang kau hanya selalu melakukan tanpa perasaan.
kesombongan adalah kau yang merasa hebat tapi mulutmu bagaikan "polusi" di tengah kota.
Tidak penting dan merusak suasana.

kesombongan adalah kau yang tak pernah menghargai yang lain selain dirimu sendiri.
kesombongan adalah kau yang terlalu pandai mengagungkan diri, sedang orang lain kau sakiti.
kesombongan adalah kau sebodoh-bodohnya makhluk yang ada dibumi.

Enyahlah sombong, aku tak mau menghirup terlalu bayak polusi.

Enyahlah sombong , aku muak mendengar celotehmu yang tak pernah usai.



17 September 2014

SUGUHAN SPESIAL

Pada usia 25

Pada usia 25, kita tentunya menjadi pribadi yang lebih dewasa. Dewasa dalam berfikir, dewasa dalam bertindak, dewasa dalam segala hal...