tahun pertama
satu lima puluh
wajah lugu baru masuk pondoknya
tahun kedua
satu tiga lima tersisa
lima belas kalah dengan aturan
tahun ketiga
satu dua lima
luar biasa, istimewa
sepuluh lainnya sudah kalah dengan beradu qalbu
tahun ke empat
delapan puluh tersisa
empat lima lanjut cerita yang baru
di luar sana
tahun kelima
enam delapan tersisa
hebat pula
yang lain terlindas aturan ketat
tahun ke enam
enam dua kepala
luar biasa
ketika wisuda tersenyum bahagia
alhamdulillah enam dua, akulah salah satunya
kala perpisahan yang menyakitkan tiba
malam itu....
semua enggan tuk ucapkan akhir kata
sahabat beribu makna, cerita Pondok hijau muda
dengan segala bentuk kenangan
terekam dalam benak, mata kepala ini mejadi saksi
kita dulu sepiring makan berlima, sebotol diteguk gilir
sesabun digosok bersepuluh, seember numpang dua tiga baju cucian
hingga pada akhirnya...
sobat , kau kukenang dalam bingkisan sajak-sajakku
esok jikalau bertemu, jangan sungkan menyapaku
esok jika kusapamu jangan acuh tuk senyumiku
salam rinduku, untukmu (semua )
Ngagel 12072014