Kamis, 02 Januari 2014

sajak tiada judul



Sunyi
Tiada suara
Hening
Mencekam
Tiba-tiba saja terdengar gaduh
Lagi-lagi anugrah itu turun tapi aku mengeluh
Hujan itu selalu begitu, datang dikala aku tak mau mendengar suara gemuruh

 Hujan tek pernah mengerti , disaat pikiran sedang berimajinasi
, datang bagai pengacau membawa petir , ibaratnya nyayian tidur, menggoda
Hujan apakah salah jika aku tak suka
Semua juga tak suka ketika ia datang membawa gemuruh, telinga bosan mendengar
Mengapa pula ia datang disaat imajinasiku sedang berlayar ?

Hujan dan nyanyian tidur saling merangkul
Menyesatkanku , mengajak untuk berkawan dengan malas
Dalam bahasanya mengajakku tidur, ayolah selagi masih pukul tujuh
Masih ada waktu untuk imajinasimu , aku merasa tolol tak kuasa menahan tubuh yang makin melemas
Rupanya aku tergoda dengan nyanyian gerimis yang semakin melebat

Sedetik lagi aku akan ambruk dalam imajinasiku
Berlayar kemuara-muara kehidupan sepertinya harus tertunda lagi
Aku benci hujan disaat seperti ini, aku sedang ingin berpuisi tapi apa dayaku
Lagi-lagi hujan pemenang hari ini, mengalahkanku dalam imajinasi

Sudahlah ketikan kata perlahan melambat
Mata berkunang-kunang, mulai merapat kebawah, hendak tertutup
Sepertinya hujan makin lebat dan nynyiannya makin merdu
Dan aku tak tahu apa lagi setelah ini




Cerita bersambung LDR Shinta-lukman







CERITA BERSAMBUNG
LDR Shinta - Lukman


“Kamu selalu saja begitu, membuatku merasa salah dan selalu menjadikanku tersangka atas kekacauan yang terjadi padamu. Kamu egois, kamu adalah laki-laki paling egois yang pernah aku kenal, kamu selalu menyalahkanku sesukamu, seolah aku adalah orang yang paling bersalah akan kekacauanmu, sadarlah aku menantimu dengan setia, jangan menuduhku seperti kamu tidak mengenalku , aku takut laki-laki, aku hanya percaya dan berani sama kamu, tolong jangan hukum aku seperti ini, kamu sungguh jahat ”.
Air mata Shinta tak terbendung ketika menuliskan pesan panjang pada Lukman kekasihnya yang belakangan ini berubah menjadi seseorang yang egois. Ia tidak habis pikir dengan laki-laki itu, beberapa bulan yang lalu dia masih hangat, masih memanjakannya dengan kasih sayang, namun sebulan terakhir ini seolah-olah dia menjadi orang asing, dia berbeda dia sama seperti orang sinis yang suka mengintrogasinya, penuh curiga dan keraguan. Dia menekan tombol kirim di SmartPhone barunya dan ia pun terbaring, menutup wajahnya dengan bantal menyembunyikan tangisannya, dia terisak perlahan. Tersirat senyuman lelaki itu penuh dengan keteduhan, rangkulan lembutnya penuh kehangatan, genggaman tangannya memberikan kedamaian,”oh  Tuhan ada apa dengan kekasihku itu?”, hatinya merintih, kepalanya pusing , dia lebih baik menangis untuk melampiaskan kekesalannya. Beberapa saat kemudian handphonennya bergetar, sebuah pesan baru masuk, dari lukman. “ maafkan aku, aku bukannya berubah, aku Cuma ingin kamu tetap seperti dulu yang aku kenal, meski kita jauh aku mau kamu jangan merasa bosan, aku mau kamu tetap mesra seperti dulu, jangan menjadi asinng bagiku, maafkan aku, i love you jangan tinggalkan aku, aku tahu aku jahat aku begini karena ada alasan, maafkan aku”. Pesan yang begitu panjang dan membuatnya merasa terpukul. Dia baru sadar akan sesuatu. Perubahan yang terjadi pada dirinya yang selalu membuat laki-laki itu mengeluh dan memohon-mohon kepadanya. Ternyata dia juga punya berubahan yang baru saja ia sadari. Terbesit rasa sesal dalam hatinya, baru ia sadari kebiasaan lukman menangis adalah merupakan suatu masalah yang terjadi karenanya. Memang dia akui kalau akhir-akhir ini caranya membalas SMS dari Lukman sangatlah berbeda. Jujur saja dia malas. Malas dengaan kata LDR yang menghiasi hubungan mereka berdua. Beribu-ribu mil menjadi perantaranya dengan Lukman, sungguh suatu ujian yang menyakitkan ketika harus berjauhan dengan orang yang disayanginya. Sulawesi-Jawa adalah jarak yang jauh, membatasi dinding mereka untuk bertemu, itu adalah salah satu alasannya mengapa jarak jauh itu membuatnya terkadang berubah.
“ maafkan aku, aku bukannya berubah, aku Cuma ingin kamu tetap seperti dulu yang aku kenal, meski kita jauh aku mau kamu jangan merasa bosan, aku mau kamu tetap mesra seperti dulu, jangan menjadi asinng bagiku, maafkan aku, i love you jangan tinggalkan aku, aku tahu aku jahat aku begini karena ada alasan, maafkan aku”. Lukman membalas pesan dari kekasihnya yang baru saja membuatnya kembali berurai air mata. Entah mengapa sejak dia berpcaran dengan Shinta hidupnya sangatlah berubah, dia terlalu mudah mengeluarkan air mata. Itulah cinta. Baginya Shinta adalah orang terakhir yang harus dia perjuangkan untuk menemani hidupnya dimasa depan. Perempuan itu membuatnya “cinta mati” dan membuatnya menyerahkan semua harga diri beserta hatinya secara utuh untuknya. Dialah perempuan yang berhasil menghapus masa lalunya yang menyakitkan, tentang sebuah pengkhianatan cinta yang tak tersampaikan. Pertama kali ia mengenal Shinta adalah sebuah pertemuan tak terduga. Sebuah takdir mempertemukan mereka dalam satu kompleks perumahan. Dalam hatinya sudah berkomitmen, dia akan menjadikan gadis itu sebagai pendamping hidupnya. Saat ini ia sangat kacau, puluhan pesan telah ia kirimkan pada Shinta dan ketika ada balasan dia menerima balasan yang sangat menyakitkan, sangat membuatnya kacau. Jujur saja akhir-akhir ini ia merasa sangat berubah, dia lebih suka mengitrogasi gadis itu ketimbang memanjakannya seperti beberapa bulan yang lalu ketika gadis itu masih sering mamanggilnya mesra. Ia tak tahu harus berbuat apa, yang dia tahu hanya terus memohon dan membujuk gadis itu agar tidak pernah berubah, dia merindukan saat-saat mesra ketika gadis itu memanggilnya sayang, panggilan yang sangat ia inginkan berulang di tiap harinya. Shinta membuatnya benar-benar gila, bahkan kuliahnya pun menjadi kacau ketika Shinta berubah menjadi orang lain. Baginya shinta adalah hidupnya, ketika shinta menjadi asing maka dia adalah orang asing dalam dunianya sendiri, dalam dunia kampusnya, di dunia pertemanannya dia juga akan berubah menjadi pendiam dan pemarah.
Shinta merasa bersalah telah mengirimkan pesan yang dia yakin akan menambah kekacauan Lukman laki-laki yang memberinya Cinta yang begitu tulus. Namun ia masih kesal akan pertanyaan-pertanyaan memojokkan yang diberikan padanya, seolah-olah dia ini adalah wanita yang tidak bisa dipercaya. Dia kesal ketika Lukman menjadi sosok lelaki pecemburu yang begitu jahat yang mampu membuatnya naik pitam. Wajar saja kalau Lukman cemburu tapi asalkan jangan berlebihan, itu pintanya dalam hati. Memang semenjak hubungan jarak jauh Sulawesi-Jawa mereka lebih sering bertengkar. Dia  segera membalas Sms Lukman yang baru saja dia terima, pesan yang penuh arti. “iyya maafkan aku juga, karena perubahan sikapku membuat pikiran dan tingkah lakumu ikut kacau, sungguh aku hanya bosan dengan hubungan ini, jarak jauh yang selalu menimbulkan curiga dan kerinduan yang mendalam, namun itu hanya pikiran saja, demi Tuhan hatiku selalu mempertahankanmu dengan degala ikhlasku, aku mencintaimu Lukman, maafkan atas segala kesalahnku, aku harap kamu juga jangan berubah, sadarilah sikapmu yang membuatku terkadang lelah”, tepat sekali pesan itu membuatnya kembali beruarai air mata, ia meratapi nasibnya yang telah terperangkap dalam cinta lukman yang membuatnya terikat dan memberikan segalanya untuk lelaki itu. Awalnya dia hanya ingin menjadikan Lukman sebagai teman saja, namun Tuhan memang mampu merubah nasib seseorang, dengan segala usaha Lukman akhirnya hatinya pun luluh, seluluh-luluhnya. Bahkan janji-janji setia kini telah banyak ia ucapkan kepada Lukman, “oh Tuhan laki-laki itu sungguh membuatku jatuh cinta sampai sejauh ini”, hatinya berseru. Sembari ia berbaring meletakkan smartphonenya di atas perut mananti Lukman membalas pesannya. “semoga saja dia tidak marah”, air matanya masih saja berurai, sungguh pedih rasanya ketika harus bertengkar dengan laki-laki itu, hatinya terlalu peka dan kata-katanya sungguh manis, membuatnya terhipnotis dengan cinta. Cinta yang membuatnya seperti ini.

Kembali Hanphone Lukman berdering. Sebuah pesan masuk. Ia segera bangkit dari kekacauannya dan perlahan mencermati isi pesan itu. Hatinya seperti terbang di udara, bebannya seakan hilang, matanya yang basah kini berhenti mengeluarkan air kesedihan yang selalu ia rasakan belakangan ini. Shinta adalah gadis impiannya yang kini menjadi nyata. Shinta hanyalah miliknya, itu hukum yang harus ia aplikasikan. Dalam doanya hanya nama Shinta yang selalu jadi jaminan di hadapan Tuhan, dia hanya ingin wanita itu. Pesan tersebut mampu membuatnya kembali hidup setelah ia hampir mati dalam kesedihan yang begitu dalam, kesedihan yang menjauhkan dirinya dari akal sehat. Itulah dampak ketika Shinta memberikannya luka, ia lupa kalau luka itu tidak akan mampu ia sembuhkan kecuali gadis itu sendiri yang menyembuhkannya. Sembari ia tersenyum kemudian bersujud kepada Tuhan telah mendamaikannya dengan Shinta, ia sungguh senang menerima pesan itu. Sudah 2 hari ini dia ada dalam keadaan kacau, bukan main ketika pesan-pesan panjangnya hanya di tanggapi singkat oleh Shinta, kepalanya seperti ingin dibenturkan berulang-ulang didinding agar dia mati saja, itu lebih baik dari pada menghadapi sikap shinta yang ennggan menanggapi seriu SMS darinya. Kini semua kekesalan itu berhasil melebur bersama waktu. Semua lukanya pun kini sembuh seketika, semuanya berkat Shinta, dia adalah obat paling mujarab yang pernah ada di dunia. Kalau obat dari kedokteran berefeknya terasa setelah 5-10 menit namun Shinta mampu memberikannya efek hanya dalam 1 detik saja, semua beban dan lukanya hilang. Itulah ajaibnya cinta, dan kini mereka sepertinya telah berdamai seperti sedia kala.
“iya aku janji, demi tuhan aku akan mengubah sikapku , tolong kamu tegurlah aku ketika kau salah Shin, aku butuh kamu untuk menegurku, kamu jangan diam, aku harap kamu jangan berubah, aku mau kita mesra seperti dulu, kamu jangan menyerah, memang belakangan ini aku egois, aku akui itu, tapi sumpah aku tidak pernah mengurangi kepercayaanku sama kamu”, Lukman membalas pesan tersebut penuh dengan komitmen dalam hati, dia harus berubah menjadi laki-laki yang baik bukan menjadi laki-laki egois yang membuat kekasihnya itu jenuh dengan sikapnya.
Shinta menerima pesan baru. Ia tersenyum tipis membaca pesan dari lukman, pesan yang juga membuatnya damai, bebannya juga perlahan menghilang. Seperti sedia kala, rasa sayangnya untuk lukman kini perlahan kembali utuh setelah terombang-ambing dengan pertengkaran dahsyat yang menurutnya kekanak-kanakan. Seharusnya dia lebih dewasa dan memahami apa sebenarnya keinginan laki-laki itu. “Mesra” selalu kata-kata itu yang diinginkan lukman darinya sementara dia belum mengerti seperti apa mesra yang laki-laki itu maksudkan. Jujur saja yang dia inginkan dari Lukman adalah “memanjakan” nya dengan penuh cinta. Dia sungguh rindu ketika Lukman memanjakannya seperti seorang putri, memang laki-laki itu paling bisa membuatnya nyaman, senyaman-nyamannya. Ia kadang berfikir, masa depan seperti apa yang akan dia miliki bersama laki-laki seperti Lukman. Pasti adalah bahagia dan sejahtera, ya setidaknya itu yang ada dalam fikirannya. Berfikir terlalu jauh merupakan hal baru yang saat ini ia sering lakukan. Berangan akan sebuah pernikahan yang megah, penuh dengan sukacita bersama Lukman tentunya. “ iya aku percaya kamu Man, aku harap kamu pertahankan kata-katamu. Iya akan kuusahakan menjadi seperti yang kamu mau. Tolong kamu jangan sering mencurigaiku, aku sungguh-sungguh disini menjaga semuanya untukmu, jangan kau ragu. Jika jarak ini terkadang membuatku jenuh, percayalah kejenuhanku tidak akan membunuh cintaku untukmu, salam rinduku untukmu man, cepat kembali yah, aku sangat merindukanmu”, pesan yang penuh makna, segera ia kirimkan pada Lukman.
Lukman tersenyum, dia benar-benar telah hidup kembali. Ada sebuah rasa yang menggejolak dalam hatinya. Rindunya semakin membara, entah bagaimana caranya ia memangkas waktu agar cepat berlalu, ia ingin keSulawesi, ia ingin bertemu sang kekasih, memeluknya dengan haru, melepas rindu yang berbulan-bulan menjadi pengiris hati. Kini ia berjanji, sikap buruknya harus diakhiri. Sikap buruk yang selalu menjadikan hubungannya dengan Shinta kacau balau. Sebenar nya dia ingin Shinta itu mengerti akan perasaannya. Perasaannya yang sangat peka terhadap perubahan yang tiba-tiba, dia sangat peka akan besar kecil perubahan yang ada pada shinta, dia sudah benar-benar melepaskan seluruh hatinya untuk gadis itu saja. Itu memang gila untuk ukuran seorang laki-laki, tapi itulah faktanya, shinta adalah masa depannya, seseorang yang harus ada dalam tiap detik kehidupannya. Tanpa shinta mungkin saat ini dia telah tiada, pernah dulu ia berfikir untuk mengakhiri dunianya, ketika itu kekacauan besar terjadi diantara mereka, namun semuanya kembali normal ketika shinta menjadi pengobat dan menyadarkannya dari kegelapan cinta. Baginya LDR itu sesuatu yang sangat menyakitkan. Berada jauh dari sang belahan jiwa adalah ujian yang sangat memilukan, karena jarak, air mataya terkadang keluar ketika rindu datang menguasainya. Shinta adalah segalanya dan ia adalah pemiliknya, itu hukum yang harus Lukman tegakkan dalam dunianya.
 Seperti air dalam bejana akan terus mengikuti bejana yang ditempatinya, seperti itulah Shinta bagi lukman, Shinta adalah Bejana dan Lukman adalah airnya, apapun yang terjadi pada Shinta , maka Lukman akan terus mengikutinya, perubahan kecil apapun Lukman akan menanggapinya, mungkin dia bisa disebut lelaki paling sensitif , dan itu yang membuatnya terkadang menjadi gila, segila-gilanya karena Shinta.




BERSAMBUNG....... J J J




SUGUHAN SPESIAL

Pada usia 25

Pada usia 25, kita tentunya menjadi pribadi yang lebih dewasa. Dewasa dalam berfikir, dewasa dalam bertindak, dewasa dalam segala hal...