Sabtu, 25 Mei 2013

Sejarah Negeriku yang Terbengkalai





 “ Indonesia tanah airku, tanah tumpah darahku
    disanalah aku berdiri, jadi pandu ibuku...
    Indonesia kebangsaanku, bangsa dan tanah airku,
    marilah kita berseru , Indonesia bersatu.
    Hiduplah tanahku, hiduplah negeriku,
    bangsaku rakyatku semuanya
    bangunlah jiwanya, bangunlah badannya  
    untuk Indonesia raya....
    Iindonesia raya, merdela, merdeka, tanahku negeriku yang kucinta
    Indonesia raya merdeka-merdeka, hiduplah Indonesia raya
    Indonesdia raya merdeka-merdeka, tanahku negeriku yang kucinta
    Indonesia raya merdeka-merdeka hiduphah Indonesia raya..... “

Tentu lirik lagu diatas sudah menjadi hafalan luar kepala bagi kita semua rakyat Indonesia. Sebuah lagu yang maknanya mampu membuat rasa nasionalisme kita berkobar-kobar. Inilah lagu kemerdekaan kita. Lagu yang selalu kita nyanyikan pada tiap tanggal 17 Agustus. Lagu yang diciptakan oleh Ibu negara Indonesia.                                           Indonesia adalah negara yang memiliki sejarah penjajahan yang begitu menyakitkan. Dijajah oleh Belanda selama 3 ½ abad dan Jepang selama 14 tahun lamanya. Sudah sepantasnya lagu tersebut  menjadikan jiwa nasionalisme kita berkobar, bahkan tak sedikit kita saat menyanyikannya meneteskna air mata bahagia yang telah lama hilang dari negeri kita. Penjajahan yang begitu menyakitkan telah berlalu, datanglah hari kemerdekaan yang membawa semangat baru untuk Indonesia.Namun apa yang terjadi setelah proklamasi kemerdekaan dibacakan oleh Presiden Soekarno ?. Setelah proklamasi kemerdekaan berlalu, terjadi sesuatu yang mengerikan. Ternyata negeri ini belum sepenuhnya merdeka. Kita kembali terjajah oleh rakyat sendiri. Dimana terjadinya perselisihan antar petinggi-petinggi negara waktu itu , terjadinya pembataian-pembataian yang tidak berprikemanusiaan seperti peristiwa G 30 S/PKI. Ketika kita telusuri lebih jauh, ternyata ada banyak versi yang menceritakan tentang peristiwa yang nas itu. Inilah yang menjadi faktor membingunkan untuk sejarah Indonesia sampai saat ini. Tak ada lagi  sumber yang pantas dipercayai. Kerena semua versi mereka tidaklah sama. Mengapa ini bisa terjadi ?. Tidakkah kita malu memiliki sejarah yang terbengkalai ? 
Indonesia dimata dunia internasional seolah-olah menjadi negara yang mudah di adu domba oleh para kaum barat. Bagaimana tidak, terjadinya perselisihan antar petinggi negara saat itu menjadi tontonan seru bagi mereka. Sungguh inilah yang jadi masalah besar dalam negeri kita ini. Dimanakah sebenarnya letak kebenarannya?. Siapa sebenarnya dalang dari PKI ? dan siapa sebenarnya yang pantas disalahkan dalam kekacauan waktu itu?. Semua sumber berita seolah-olah hanya merekayasa cerita, ada apa dengan mereka?.Apakah pantas mereka disebut sebagai warga negara Indonesia?. Negara ini tidak akan mampu bertahan tanpa sejarah  masa lalunya. Apabila sejarahnya selalu direkayasa, maka akan muncul banyak tanda tanya dalam benak generasi masa depan bangsa ini. Dan akibat paling parahnya adalah sejarah Indonesia akan menjadi  tanda tanya besar dimata dunia. Inilah akibat dari cerita rekayasa sumber-sumber yang tidak bertanggung jawab.
Saya sendiri tidak habis pikir, mengapa pula sejarah harus direkayasa ?. Bukankah sejarah itu adalah salah satu kekayaan negara? Lantas apakah negara kita ini hanya akan hidup dengan sejarah yang telah direkeyasa?. Sudah 18 tahun saya hidup di negeri ini, sejak tahun 1995 dan saat ini saya masih bingung akan sejarah Indonesia yang terbengkalai. Adakah cara terbaik untuk mengatasi semua ini? Wahai para perekayasa sejarah, tak puaskah kalian memberikan kebingugan para generasi penerus bangsa kita? Tidakkah kalian malu ? Jika kalian adalah orang yang bernasionalisme tinggi, hentikan aksimu, itu adalah salah satu kejahatan untuk media, media hanya mencari berita, lantas mengapa kalian merekayasanya?

“ I LOVE INDONESIA, MERDEKA BANGSAKU, KAMI PARA GENERASI MUDA SIAP UNTUK MENJAGA DAN MELINDUNGIMU, ALLAHUAKBAR, HIDUP INDONESIA “



                                                                                                                            SUHERMAN
( Generasi Muda )

SUGUHAN SPESIAL

Pada usia 25

Pada usia 25, kita tentunya menjadi pribadi yang lebih dewasa. Dewasa dalam berfikir, dewasa dalam bertindak, dewasa dalam segala hal...