“ Indonesia tanah airku, tanah tumpah darahku
disanalah aku berdiri, jadi pandu ibuku...
Indonesia
kebangsaanku, bangsa dan tanah airku,
marilah kita berseru , Indonesia bersatu.
Hiduplah tanahku, hiduplah negeriku,
bangsaku rakyatku semuanya
bangunlah jiwanya, bangunlah badannya
untuk
Indonesia raya....
Iindonesia raya, merdela, merdeka, tanahku
negeriku yang kucinta
Indonesia
raya merdeka-merdeka, hiduplah Indonesia raya
Indonesdia raya merdeka-merdeka, tanahku negeriku
yang kucinta
Indonesia raya merdeka-merdeka hiduphah Indonesia
raya..... “
Tentu
lirik lagu diatas sudah menjadi hafalan luar kepala bagi kita semua rakyat
Indonesia. Sebuah lagu yang maknanya mampu membuat rasa nasionalisme kita
berkobar-kobar. Inilah lagu kemerdekaan kita. Lagu yang selalu kita nyanyikan
pada tiap tanggal 17 Agustus. Lagu yang diciptakan oleh Ibu negara Indonesia. Indonesia
adalah negara yang memiliki sejarah penjajahan yang begitu menyakitkan. Dijajah
oleh Belanda selama 3 ½ abad dan Jepang selama 14 tahun lamanya. Sudah sepantasnya
lagu tersebut menjadikan jiwa nasionalisme
kita berkobar, bahkan tak sedikit kita saat menyanyikannya meneteskna air mata
bahagia yang telah lama hilang dari negeri kita. Penjajahan yang begitu
menyakitkan telah berlalu, datanglah hari kemerdekaan yang membawa semangat
baru untuk Indonesia.Namun apa yang terjadi setelah proklamasi kemerdekaan
dibacakan oleh Presiden Soekarno ?. Setelah proklamasi kemerdekaan berlalu,
terjadi sesuatu yang mengerikan. Ternyata negeri ini belum sepenuhnya merdeka. Kita
kembali terjajah oleh rakyat sendiri. Dimana terjadinya perselisihan antar
petinggi-petinggi negara waktu itu , terjadinya pembataian-pembataian yang tidak
berprikemanusiaan seperti peristiwa G 30 S/PKI. Ketika kita telusuri lebih jauh,
ternyata ada banyak versi yang menceritakan tentang peristiwa yang nas itu. Inilah
yang menjadi faktor membingunkan untuk sejarah Indonesia sampai saat ini. Tak ada
lagi sumber yang pantas dipercayai. Kerena
semua versi mereka tidaklah sama. Mengapa ini bisa terjadi ?. Tidakkah kita
malu memiliki sejarah yang terbengkalai ?
Indonesia
dimata dunia internasional seolah-olah menjadi negara yang mudah di adu domba
oleh para kaum barat. Bagaimana tidak, terjadinya perselisihan antar petinggi
negara saat itu menjadi tontonan seru bagi mereka. Sungguh inilah yang jadi
masalah besar dalam negeri kita ini. Dimanakah sebenarnya letak kebenarannya?. Siapa
sebenarnya dalang dari PKI ? dan siapa sebenarnya yang pantas disalahkan dalam
kekacauan waktu itu?. Semua sumber berita seolah-olah hanya merekayasa cerita,
ada apa dengan mereka?.Apakah pantas mereka disebut sebagai warga negara
Indonesia?. Negara ini tidak akan mampu bertahan tanpa sejarah masa lalunya. Apabila sejarahnya selalu
direkayasa, maka akan muncul banyak tanda tanya dalam benak generasi masa depan
bangsa ini. Dan akibat paling parahnya adalah sejarah Indonesia akan menjadi tanda tanya besar dimata dunia. Inilah akibat
dari cerita rekayasa sumber-sumber yang tidak bertanggung jawab.
Saya
sendiri tidak habis pikir, mengapa pula sejarah harus direkayasa ?. Bukankah
sejarah itu adalah salah satu kekayaan negara? Lantas apakah negara kita ini
hanya akan hidup dengan sejarah yang telah direkeyasa?. Sudah 18 tahun saya hidup
di negeri ini, sejak tahun 1995 dan saat ini saya masih bingung akan sejarah
Indonesia yang terbengkalai. Adakah cara terbaik untuk mengatasi semua ini?
Wahai para perekayasa sejarah, tak puaskah kalian memberikan kebingugan para
generasi penerus bangsa kita? Tidakkah kalian malu ? Jika kalian adalah orang
yang bernasionalisme tinggi, hentikan aksimu, itu adalah salah satu kejahatan
untuk media, media hanya mencari berita, lantas mengapa kalian merekayasanya?
“
I LOVE INDONESIA, MERDEKA BANGSAKU, KAMI PARA GENERASI MUDA SIAP UNTUK MENJAGA
DAN MELINDUNGIMU, ALLAHUAKBAR, HIDUP INDONESIA “
SUHERMAN
(
Generasi Muda )
