Jumat, 20 September 2013

Melankolis adalah saya





Kepribadianku adalah Tipe Melankolis. Kenapa aku berfikiran begitu, karena dari segi kebiasaan dan keseharian tipe Melankolis semuanya mirip dengan keseharianku. Aku orangnya suka terlalu serius dalam melakukan suatu hal. Semuanya bertarget dan harus selesai secepat mungkin setelah aku mengerjakannya. Aku orangnya menurut apabila hal tersebut sesuai dengan pikiranku, bila tidak aku akan jadi pemberontak. Aku orangnya suka yang berhubungan dengan seni misalnya, musik, puisi, cerpen, novel, teater dan lainnya. Tak heran kalau ternyata bakatku memang menonjol di bidang seni, kecuali seni melukis. Aku orangnya perfeksionis, suka melakukan sesuatu dengan penuh ketelitian, menurutku sesuatu yang dikerjakan dengan baik itu memberikan kepuasan tersendiri untukku. Aku orangnya siap berkorban apabila ada sesuatu yang orang lain tidak berani untuk memulai, aku akan mulai pertama. Aku orangnya suka mendengarkan semua keluhan orang lain dan memberikan solusi yang paling akurat, apalagi kalau berhubungan dengan cinta, maka akulah ahlinya. Tidak heran kalau dalam hubungan asmara aku bisa dibilang cowok romantis. Aku kalau berteman suka mempertimbangkan yang mana harus dijadikan teman baik dan yang mana hanya teman biasa. Aku suka menilai seseorang menurut pola pikirku sendiri, dan itu semuanya benar. Aku orangnya mudah bersosialisasi dengan orang lain, di bangku SMA aku jadi orang kepercayaan bagi guru dan teman-teman.
Namun dari sisi negatifnya, aku orangnya mudah tersinggung dengan perkataan orang lain, karena aku memiliki perasaan yang sangat peka. Apabila aku punya masalah aku pendam sendiri dan harus kuseselesaikan dengan caraku sendiri. Terkadang masalah kupendam sampai berlarut-larut. Aku suka curiga pada orang lain. Untuk mendapatkan kepercayaan dariku tidaklah mudah, harus sesuai dengan pola pikirku baru bisa dipertimbangkan. Aku orangnya suka merasa bersalah, meskipun sebenarnya orang yang bersangkutan tidak keberatan dengan sikapku. Aku orangnya suka berdiam diri dibandingkan harus berbicara hal yang tidak jelas. Aku orangnya suka mengkritik tapi aku tidk suka di kritik karena aku merasa benar. Yang paling parah adalah aku suka memendam rasa suka pada sesuatu sehingga bisa diambil sama orang lain kecuali berhubungan dengan cinta.
Kelebihan yang paling menonjol yang bisa dilihat langsung oleh orang lain dari sisi luarku adalah keramahan. Aku sangat ramah dengan orang lain, entah itu baru kenal atau tidak. Dan juga aku orangnya tidak suka terlambat, aku lebih suka datang sebelum waktu dimulai daripada membuat orang harus menunggu. Aku orangnya tenang dalam bekerja. Apabila suatu penjelasan sudah kumengerti dengan baik maka, aku langsung mengerjakan tugas tersbut dengan cepat dengan hasil yang memuaskan. Aku paling tidak suka menunda-nunda pekerjaan, bagiku waktu adalah uang dan uang harus dikejar. Aku sangat taat dengan kebiasaanku. Sebagai lulusan Pesantren tentunya ciri utamanya adalah rajin Sholat 5 waktu dan Puasa sunnah, dan itu sering kulakukan karena sudah menjadi kewajiban dan sudah jadi kebiasaanku. Aku orangnya percaya diri dalam melakukan segala sesuatu, sehingga sulit untuk membuatku ragu ataupun lengah. Aku orangnya konsisten dan punya ambisi yang kuat. Demikianlah deskripsi tentang kepribadianku, masih banyak lagi sifat baik dan burukku yang lain namun yang di atas sudah cukup mewakili semuanya, menjadi seorang melankolis itu menyenangkan, “ salam para karakter melankolis, kita punya kebiasaan yang baik” J.
                                                           
\SEKIAN

Selasa, 17 September 2013

Membentuk generasi yang jujur dengan Pramuka


          Pramuka adalah singkatan dari praja muda karana yang artinya jiwa muda yang selalu ingin berkarya. Tentunya dalam menciptakan suatu karya di butuhkan yang namanya kejujuran. Dengan adanya kejujuran maka karya tersebut akan terasa lebih indah dan terasa lebih bermakna tentunya. Melalui Pramuka kita bisa melatih yang namanya kejujuran, karena Pramuka itu adalah pendidikan yang di lakukan dari sejak usia dini yang mengajarkan nilai-nilai kejujuran, toleransi, kerja keras, dan cinta pada tanah air. Yang dimana dalam Pramuka itu terdapat banyak pelajaran dan pengalaman berharga yang bisa kita dapatkan. Sebagaimana dalam bunyi Dasadharma pertama ,” taqwa pada Tuhan yang maha Esa”, artinya anggota Pramuka itu harus bertaqwa pada tuhan yang maha esa. Yang dimana  taqwa itu adalah menjalankan segala peritahnya dan menjauhi segala larangannya. Salah satu perintah allah adalah berprilaku jujur. Apabila kejujuran telah kita tanamkan sejak dini maka kejujuran itu akan menimbulkan efek yang baik di masa depan nanti. Dalam Pramuka dasadharma adalah sebuah janji yang harus di laksanakan dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Artinya apabila salah satu janji itu tidak di tepati maka kita masih belum bisa di sebut sebagai anggota Pramuka yang sesungguhnya. Karena anggota Pramuka yang sesungguhnya adalah anggota Pramuka yang menjalankan segala sesuatu yang ada dalam dasadharma. Sama halnya dengan isi dasadharma ke-9,” bersungguh-sungguh dan dapat di percaya”, artinya setiap anggota Pramuka itu harus memiliki kesungguhan dan kepercayaan.  Yang dimaksud dengan dapat dipercaya ialah: Pramuka itu dapat dipercaya, baik perkataannya maupun perbuatannya.
Misalnya:
1.   Dapat dipercaya itu berarti juga jujur, yaitu jujur terhadap diri sendiri, terhadap anak didik dan terhadap orang lain terutama yang menyangkut uang, materi dan lain-lain.
2.   Pramuka dapat dipercaya atas kata-katannya, perbuatannya dan lain sebagainya, apa yang dikatakannya adalah sesuatu yang benar.
3.   Apabila ia ditugaskan untuk melaksanakan sesuatu, maka ia dapat dipercaya bahwa ia pasti akan melaksanakannya tanpa ditunda-tunda.
4.   Dalam kehidupan sehari-hari dimana dan kapan pun juga Pramuka dapat dipercaya bahwa ia tidak akan berbuat sesuatu yang tidak baik, meskipun tidak ada orang yang tahu atau yang mengawasinya. Karena sifat jujur telah meresap dalam jiwa mereka.
5. Selain jujur dalam perbuatan, anggota Pramuka juga jujur dalam mendisiplinkan waktu.
Mari kita buktikan, bahwa dengan adanya Pramuka maka generasi yang jujur akan mudah di dapatkan. Karena Pramuka itu berada di tengah-tengah masyarakat di seluruh Indonesia. Pramuka itu bertugas untuk menyebarkan nilai-nilai kejujuran terhadap semua generasi, khususnya generasi muda indonesia.
“Dengan Pramuka, mari kita jadikan Generasi muda Indonesia menjadi generasi yang jujur dan dapat di percaya”.
J SALAM PRAMUKA J

Naskah Film



Skenario “VENOR FILM”

Scene 1
Sumur + jemuran
(MUSIK )
Samsul sedang menjemur pakaiannya, sementara di sumur Jasman dan memed sedang mandi. Tak berap lama kemudian samsul ingin buang air besar. Diapun kesumur dengan membawa ember besar di tangannya,.sesampai disumur diapun melemparkan timba kedalam sumur namun tali yang ia pegang terlepas. Segera ia kembali kesumur tempat samsul jasman dan memed mandi. Disana jasman dan memed sedang berbutan timba. Memed yang kepalanya penuh dengan busa sementara jasman yang mulutnya sudah kepedisan gara-gara busa odol. Dengan wajah yang memelas sul meminta timbaa itu , dengan berat hati kedua temannya pun memberikannya secara terpaksa.

Scene 2


Perjalan menuju lapangan upacara


Ketiga sahabat itu berjalan dengan coolnya melewati lapangan Algazali kemudian melewati perpustakaan. Dari lapangan upacara sudah bisa dilihat ketiga sekawan itu. mereka berjalan ibaratnya model. Begitu mereka telah hapir sampai di barisan kelas X samsul mengeluarkan sebuah gerakan dari tangannya. Dan seketika itu barisan dari kelas X terbelah menjadi dua bagian. Mereka bertiga pun  lewat dan tetap memasang style coolnya. Sampai pada dibarisan kelas XI tiba-tiba sebuah suara lantang terdengar. “WOE Antum.....”, teriak orang tersebut. Ketika mereka membalik badan ternyata dibelakang mereka sudah ada seorang Ustaz yang siap-siap menendang ketiganya, merekapun panik.

Sutingan mundur dari lapangan upacara keluar IMMIM dan kemudian kembali masuk, dan meliput kegiatan upacara.

Scene 3
Panggung  Upacara ( sederetan piala besar terpajang didepan sana)
Pembina upacara sedang memberikan nasih-nasihat.  Para santri mendengarkan dengan baik.
“ Anak-anakku santri sekalian...blanblabklabakballa....dst “
Kemudian penyerahan piala kepada santri berprestasi ( Jasman dan Memed )
“ Hari ini kita akan kembali menerima piala sumbangan dari santri kelas 6, kepada ananda Muh jasman Karase dan muh Aswar agar segera naik keatas panggung. Seluruh santri pun tepuk tangan. Dibawah pohon mangga samsuk hanya bisa duduk merenung dn menatap kedua temannya dengan perasaan iri dan bangga. Hatinya berkata “ kenapa aku tidak memiliki kemampuan sama seperti mereka?


Scene 4
Depan Toksan
Ketika sekawan duduk sambil bercerita-cerita
Samsul : We cika , iriku liatko berdua.
Jasman ; kenapako sede’ iri biasa aja bro
Memed: iyo, jangan mako iri bro, karena ini piala untuk kitaji semua.
Dengan ekspresi kesal Samsul membalas.
Samsul : bukan begitu bro,... .  kau toh jase’ jagoko dalam mata pelajaran , jadi selaluko juara, smentara kau Med jagoko dalam bidang olahraga jadi selaluko dapat piala juga. Saya iyya kodong ?( menyesali dirinya yang terlalu bodoh, menurutnya)
Obrolan mereka terus berlanjut, tiba-tiba seorang Adik kelas melintas tanpa permisi (tabek-tabek) . Dengan emosi samsul memanggil adik tersebut yang sudah mendekati bagian Foto Copy.
Samsul: Wwe.we.  we  botak , siniko.(teriaknya keras, membuat adik tersebut balik dan sadar diri)
Adik : kenapa kak ?
Samsul : coba kau ulang jalannu dari sana (menunjuk kepembelokan dari kantin). Jangan lupa tabek- tabekko nah.
Sang junior pun menuti kemauannya. Begitu melewati beberapa meter tiba-tiba makanan yang sedari tadi dipegang oleh Sul tiba-tiba terjatuh. Sontak saja dia kembali memanggil sang Junior, “ we botak , kembaliko lagi”. sang juniorpun kembali. “ kenapa kak? Dengan ekspresi santai sul menunjuk kearah mkanannya yang jatuh, “ ambilki dulu itue dek, tolong nah”. Jasman dan memed hanya bisa tertawa geli melihat tingkah teman mereka yang satu ini. Karena memang mereka tahu Samsul itu punya banyak cara untuk menjahili adek kelas.
Setelah junior tersebut melaksanakan tugasnya dengan tegasnya
Sul  :pergi mko cpat”, dengan nadanya yang lantang.
Memed : dedeh, santai mko tawwa bro, adek-adekta’ itue, jangan samapai najamma’ki sama ustas. Bisa berabe itu zul  (memed memberi nasehat singkat pada si samsul).
Karena si jasman juga tidak mau kalah, dia pun menambahkan nasihat
Jasman : . iyyo tawwa, jangan kasar begitu sama adek kelas, nanti dapatko masalah....”
Belum lagi jasman selesai dengan ceramah singkatnya samsul langsung memotong pembicaraan.
Samsul : mdd, ini mi ini 2 orang paling kassa’ ceramahika’ oke pale’ mengalah ma’. Mendingan saya mengalah dari pada saya perpanjang ini masalah , itu hanya akan membuat persahabatan kita jadi retak, jadi jangan mi bahas lagi nah, ayo masuk belajar.bunyinmi lonceng”.
 Mereka bertiga pun meninggalkan tempat nongkrongannya dengan saling merangkul, betapa indahnya persahabatan didunia pesantren.

Scene5

 Dalam kelas

Ketiga sahabat itu duduk berdampingan. Saat ini mereka ingin melakukan suatu percobaan  yang sangat unik, yaitu mengetes kamampuan Sul dengan ilmu Mafikib, karena kebetulan pelajaran hari ini adalah Matematika, mereka berharap kemampuan Samsul ada di mapel yang satau ini.
Jasman :  we cika’ lamana kau guru masuk’e..., nda sabar ma saya belajar”, ucap Jasman heboh. Kemudian diikuti lagi oleh Si Memed,.
Memed : iyyo saya juga jase’ padahal post test ku yang kemarin belumpi selesai, jadi bagaimana mi ini?”.
Sul dengan santainya menjawab, “ adedeh, biasa aja kali”, ucapnya tanpa ekspresi.
Sesaat kemudian muncullah sesosok guru cantik di pintu kelas. Seketika itu selurus santri terdiam, khusunya Samsul, dia sedang asyik memperbaiki gaya rambutnya, sementara kedu temannya sedang mengeluarkan buku cetak matematikanya.
Samsul :  wah,wah pagi-pagi belajar matematika pasti bikin mengantuk ji”, .
 Jasman :  jangko dulu tidur ini pagi, mauka liat siapa tau kemampuanmu ada di matematika bro ( menyemangati sul).
Memed : iyyo, Sul, apanajie, kapanko bisa berkembang kalau tidur terusji kau kerja dikelas ?.
Samsul : iyyo deh bawel mu deh semua
Singkat kata pelajaran matematika pun dimulai, Jasman dan memed memperhatikan dengan baik materi yang diberikan. Smentara itu zul telah larut dalam khayalannya.
(khayalan zul )
Samsul berlari ke asrama membawa sebuah piala besar di kedua tangannya.
Samsul : we cika’ dpatka lagi juar satu lomba mafikib sesulsel-bar, ini pialaku’e.
Jasman : Deh kassa’ mentong ini sahabatku satue, juara terus , hahahay.
Memed ; apaja ku bilang zul, pasti bisako juara, apa yang kurang dari kau, sudah pintar, jago olahraga, gagah lagi. memed tertawa sinis, sorry-sorry salah sebutka ces.
Dengan kesal Samsul menendang bokong si memed dengn keras.
Samsul : ape loe ?
Memed : ape loe ?
Lagu project pop pun menggema, dan jadi video klip
Dan apa yang terjadi , piala yang dipegnag samsul terjatuh dan, seketika itu ia kembali kealam  nyatanya. Dia mendengar suara samar-samar.
“ sul, we sul, sadarko weh, habismi pelajaran matematika”.
Memed : astagaa... sul...sul... kukira tommi muperhatikanki ibu mengajar, waduh susah ini kalo begini bro.
Smsul : apaja kubilang, dari dulu tidak bisa memangka saya matematika, buntu otakku ces, ndak kayak kau berdua.( smsul kesal )
Jasman ; ya maaf bro, tapi setidaknya di bantuko toh.
Begitupun pelajaran selanjutnya, tak ada perubahan dari Samsul, dia tetap saja pusing dengan setiap pelajaran yang diberikan padanya, khususnya mapel mafikib. Dan kedua temannya pun menyerah dan mencari ide lain supaya bisa menemukan apa sebenarnya bakat seorang samsul. Dan sebuah ide terlintas di otak memed.
Memed ; aha... coba nanti sore kau main bola , siapa tau kau jago dalam olahraga, gimana sul ? mau jko ?
Dengan terpaksa sul menagunkkan kepalnya dengan ragu.
Samsul : kita liat saja nanti

Scene  6
Setelah sholat Azhar semua santri kembali kekamar ( musik)
Di asrama, tiba-tiba beberap santri berhamburan keluar dan membawa bola kelapangan algazali.
Memed : Sul ,cepat saiko ganti baju, mauki main bola ces e, gesit, gesit ko.
An venor : sabarko tawwa med, mentang-mentang kassa’ mko. Protes seorang teman.
Memed : (menatap sinis  kearah an venor , nda mengeluarkan stylenya, tanda merendahkan).
An venor : ( melempari memed dengan sendal) (memed pun berlari keluar asrama)
Samsul : ( berjalan dengan coolnya keluar asrama, dan menghampiri memed yang sedang asyik melawak bersama teman-teman yang lain.
Semua teman menatap sul heran, tumben kali ini dia memakai seragam bola lengkap, biasanya sore-sore begini kerjanya Cuma duduk dan melakukan aktivitasnya sendiri di kamar.
Samsul ; apa liat-liat, kerenka’ toh ( memperbaiki gaya rambutny )
Memed : bah, keren sekaliko bro, nda beda jaug ji sama saya ( tertawa terbahak, dan mendapatkan beberap pukulan dari teman-teman yang ada disekitanya, paling ero’ huwww)
Samsul : btw, mana jasman nah? ( mencari jasman disekeliling namun tidak ia dapati )
An Venor 2 : masa nda   kau tau sul, ada bimbelnya dia untuk persiapan Olimpiade Matematika bulan 7 nanti.
Samsul : haaa, iyokah. Ndd jasman mi se’, saya kek sekali-sekali ( menyesali ketololannya )
Memed : daripada kau menyesal begitu, tambah tolo jko nanti, mendingan turun mko cepat kelapangan main, kurang 1 orangngi disanae. ( menunjuk kesalah satu tim yang kekurangan pemain )
Dengan gagah sul turun kelapangan dengan berlari-lari kecil. Semua teman-teman hanya bisa menahan nafas ketika pertandingan di mulai.
Emink : we sul tendang keraski ke depan nah.
Samsul ; sip bro.... ( sambil menendang bola, namun meleset 90* kearah kiri ) membuat para penonton tertawa ternahak melihat kekonyolan yang dibuatnya )
Samsul : sorry-sorry salah tembakka ces ( sambil memohon ampun ke rekan se teamnya )
( dalam permainan bola sore ini berlangsung kocak karen ulah samsul yang sangat kocak )
 Memed : Samsul, sini mko ces, sudahmi , suruh temanta gantiko main. ( berteriak )
Samsul pun berlari kecil keluar dari lapangan dan duduk disamping memed.
Samsul : apaja kubilang, tidak bisaka juga main bola saya ces. Jadi bagaimana mi ini ? nda ada memang  saya guna-gunaku di priode ces. Sudah tolo, kuttu, malas lagi, hidup lagi . ( musik instrumen )
Memed : sabarko cak, pasti ada kemampuan khususmu bro, janganko dulu menyerah, karena masih banyak cara untuk mengetahui dirimu yang sebenarnya. (musik)
Pukul 17.00, lonceng berbunyi.  Didepan algazali masih tetap ramai, para pemain bola tetap melanjutkan permainan indahnya dan para pcinta musik bernyanyi dengan guitar akustik milik salah seorang dari anak venor. Mereka  bernyanyi dengan merdu.
Memed : Zul, coba beng kau yang menyanyi, siapa tau bagus suaramu kalau menyanyiko, gimana?
Zul : we,astaga, mauko bunuhka’ kah ? menyanyi ? waduh, kayak kau suruhka’ pergi ke bulan tanpa pake roket itu cika’, jellek suaraku.
Memed : ayolah zul, mencob tak mengapa, siapa tau toh tiba-tiba datang hidayah dari Allah. ( ayu memed dengan wajah usilnya)
Zul : okelah kalau begitu.( ucapnya seraya berdiri dan menghampiri segermbolan anak venor yang sedang bernyanyi. Segerombolan anak venor yang bernyanyi tiba-tiba terdiam dan menatap Samsul, mereka bingung.
Zul : hm, can i borrow ? ( mengulurkan tangan untuk meminjam gitar)
Dengan segera sang guitaris memberikannya gitar tersebut. Terjadi Seakan telah terjadi sesuatu. Suasana yang tadinya gaduh tiba-tiba saja menjadi sunyi ketika Zul mulai duduk dan memperbaiki posisi gitar ditangannya. Begitu tagannya mulai memainkan suasana semakin hening, semua mata tertuju padanya, menatap heran, pasti akan ada hal konyol yang terjadi. Dan itu benar, sejurus kemudian mereka semua tertawa, mendengar lagu dan cara Zul bermain gitar.
( lipsync lagunya asking alexandria )
Memed segera menghampiri kawannya yang telah jadi bahan tertawaan.
Memed : Zul, sudahmi bro, memang kau tidak bisa juga dibagian musik. Masih banyak ji pilihan ces, besokpi dilanjutki lagi pencarian jati dirimu,sekarang yok pergi mandi.
Zul : mdd, pdahal asik ku mi lagi tadi main ces, ( ekpresi kesal dan merasa tidak bersalah )
Memed : iyyo tapi, tidak kusuka saya kalo diketawaiko kayak tadi. Kita itu sahabat cika’, jadi saya tidak mau liatko jadi bahan tertawaannya teman-teman. ( ekpresi prihatin) (music, reff lagu kepompong)

Adegan mandi dipercepat .
Scene 7

Suasana masjid yang ribut. Bukan ribut karena suara santri berceritamelainkan ribut karena suara santri yang melantnkan ayat suci Al-Quran dengan khusyu. Seperti biasa Sul, memed dan Jasman duduk bersebelahan. Mereka bertiga juga sedang asyik membaca al-qur’an. Sampai tiba-tiba Zul membuka obrolan.
Zul : we bagaimana ini ces e, nd tau apa saya kemampuanku kodong. Kayak merasa apa dih, susah dijelaskan pokoknya.
Jasman : astaga bro, kutnyako nah. Saya saja dulu tolo sekalika dalam meta pelajaran mafikib ces. Tapi ada kemauanku untuk berubah. Tidak mauka jadi orang yang tidak bisa terus, saya mau jadi orang yang bisa melakukan hal yang sebelumnya tidak bisa saya lakukan, itu semuanya berawal dari kemauanku ji untuk berubah jadi lebih baik bro. Masa’ kau mengeluh terus, baru juga beberapa yang tidak kau bisa ces, masih banyak ji hal yang bisa kau lakukan, satuji yang harus kau miliki cak, kemauan, itu saja, asalkan ada kemauanmu pasti bisako itu berubah . ingat tidak ada orang tolo didunia ini. ( ceramah panjang lebar )

Sejenak zul terdiam meresapi betul kalimat yang tadi diucapkan sahabatnya .
Zul : iyyo bro, terima kasih banyakcika’, kau betul-betul teman yang berharga bagi saya ces. Kalian berdua adalah membangkit semangat yang paling mujarab, terima kasih banyak kawan. (tiba-tiba saja jadi orang yang bijak)
Memed : yoah bro, kita ini sudah hampir enam tahun sama-sama. Bayangkan dari kelas satuki baku teman. Saat itu masih kecil-kecilki cika’ . tapi waktu yang membawa kita sampai sejauh ini. Besar mki sekarang, jadi sewajarnyami kita ini saling memotivasi. ( rekaman ulang kejadian masa lalu, diperan kan oleh model pengganti yang mirip ketiganya).



Scene 8

Asrama Algazali

Malam malam mulai larut. Jam dindinding sudah menunjukkan pukul 21:58. Sebentar lagi lonceng tidur akan berbunyi. Sebagian anak venor masih sibuk dengan aktivitasnya, ada yang dengar   musik , menelponpacar, dan lain sebagainya. Sementara itu ketiga sekawan itu sedang sibuk dengan urusan konyol mereka semdiri, yaitu cerita-cerita  tanpa tema.mereka tertawa  bersama, saling bernbagi cerita, indahnya persahabatan.
Pukul 23.00 jasman sudah tidurnyenyak  dengan kelambunya, Memd  tidur dengan selimutnya, sementara Samsul masih bingung bagaimana caranya ia tidur dengan suasana seperti itu. tak ada selimut, tak ada bantal, tak ada kelambu pula. Segera ia mencari ide untuk menyelesaikan permasalahannya. Dan tiba-tiba saja terbesit ide gila di kepalanya, dan hal ini sudah pernah terjadi sebelumnya. Segera ia mengambil semua perlengkapan tidur milik kawannya, mulai dari jasman kemudian selimut dan bantal memeed yang jadi sasarannya. Akhdi irnya dia pun tidur nyenyak, sementara kedua kawannya sudah mulai menderita karena digigit nyamuk.
Dan apa  yang terjadi dipagi hari ?
Mereka tidak pergi sholat subuh.. ketika Memed dan jasman terbangun, mereka hanya bisa memasang ekspresi bingung, kenapa selimut, bantal dan kelambu mereka hilang ? namun sejurus kemudian mereka tersadar, tak jauh dari ranjang mereka terdapat stu ranjang yang lengkap dengan Aksesoris untuk tidur, siapa lagi kalau bukan ranjang samsul.
Jasman : wah, med, patoa-toai itu anak e, masa naambil kelambuku
Memed : iyo, saya mo iyya kodong bantal sama selimut, pantasan dingin sekali tadi malam
Jasman : (lampu menyala dikepalanya) ada ideku med......
Simemedpun  mendekat dan mendengar apa ide gila Jasman. ( wsmwmsmwmbalanlanalnalnlanla )
Memed : ok....
Mereka pun  segera melakukan  ide gila mereka.
Jasman :( memberi aba-aba) 1,2,3.....
Memed : SAMSUL BANGUN MAKO CEPAT ADA PANGGILANNU DIDEPAAAAAAAAN.... (menggunakan spiker)
Samsul segera terbangun dengaan terburu-buru segera membuka lemari dan memakai pakaiannya dengan rapi.
Samsul : mana.. mana,... dari tadi mi iyyo ?
Jasman dan memed hanya tertawa
Samsul : jangko bilang  nubotekika?
MEmed : kalau iyyo kenapa ? marahko ?
Jasman : lantas bagaimana bisa kau jelaskan tentang kelambuku.
Memed : bagaimana bisa kau jelaskan bantal sama selimutku....
Samsul hanya tersenyum kecut , skakmat dia.

Scene 9

Depan algazali......
Lari-lari subuh.......
 Zul : come on
Ketiganyapun segera berlari.
Depan wahidin.....
Unhas....

Scene 10

Danau unhas...

Mereka meregangkan otot-otot, Jasman berbaring sejenak.
Zul : med mauka push up, hitungki nah...
Memed : oke, 1,2,3,4,5,6... dst smpai 100
Zul : adedeh cepatnya jam berlalu, ayo pulang nge.... nanti tutupki dapur ces
Memed  : kasi bangun itu jasman e,
Zul : jase’ jase’ ayo pulang..... (panggil zul pelan)
Namun Jasman tetap saja terbaring ditempatnya, tak bergerak sama sekali.
Kepanikan pun terjadi.......  jasman pingsan,

Segera samsul memanggil angkot dan menyewanyauntuk mengangkut jasman kepesantren.
Diatas angkot .....
Zul : jasman, sadarko cika’....ada apa dengan  kau.... we...we..... jase’
Memed : sudaahmi Zul jangan mko ganggui dulu, caapek sekali pasti itu.....
Sampai di IMMIM.....
Terus ke Poliklinik.....

Scene 11


Di masjid At Athlabah.....
 Sebelum Sholat Ju’mat....
Zul : Jasman kenapako cika’ tadi pagi ? kenapako bisa pingsan begitu ?
Memed  : iyyo.... ssaya poeng nusessa angkatko naik pete-pete
Jasman : iyyo, sorry, capek sekalika’ bela ces... thanks nah karena mutolongka semua, kalau tidak kau tolongka’ mungkin tadi pingsan terus mka untuk selamanya....( membicarakan  yang tidak-tidak)(tanda pertama)
Zul : mdd... janganko sembarang bilang cika’....
MEmed ; bilang-bilangko nah kalau  capekko jadi tidak usah kau paksakan dirinu.....
Jasman : iyyo---iyyo cerewetnu semua deh....
 Mereka pun  tertawa bersama...


Scene 12

Pukul  13.00
Dari rumh pak  kepala kampus jasman tampak berjalan lesu, membawa ransel dan surat izin di tngannya. Hari ini dia harus memeriksakan diri kedokter, untuk mengkolsultasikan penyakitnya. Sebulan yang lalu dia pergi memeriksakan diri, namun baru hari ini dia akan pergi melihat hasil tesnya. Scepat mungkin ia harus meninggalkan pesantren. Ia tidak mau kedua sahabatnya tahu kalau dia sedang menjalani tes penyakit. Dia segera keluar tanpa memberi informasi pada kedua temannya. Dia hanya menitip pesan pada salah seorang anak venor, kalau nanti kedua sahabatnya mencari katakan saja dia sedang ada bimbingan beljar.

Sementara itu di dapur SMA
Memed : we zul, manai jasman  nah ? perasaan tadi  adaji jalan kesini.
Zul ; mh... manaidi ? (mencari kesekeliling, namun tak menemukan apapun)
Memed : atau mungkin nda makanki iyya ?
Zul : mungkin (dengan gaya cool )

Sementara itu Jasman sudah mendapatkan hasil tesnya dari dokter. Matanya berkaca-kaca saat melihat hasil tes yang ada ditangannya. Berkali-kali ia menghantamkan pukulannya pada tembok. Ia tidak percaya kalau dia mengidap penyakit seperti itu. penyakit yang sebentar lagi akan mencabut nyawanya,” kangker otak stadium akhir “, begitu kata dokter. Pantas saja akhir-akhir ini dia sering merasakan sakit dikepalanya, dan lebih sering merasa pusing setiap hari. Namun itu semua ia sembunyikan dari teman-temannya. “ umurku sudah tidak lama lagi “.

Scene 13
 
Suasana sore yang ramai diPesantren IMMIM,, seperti hari-hari biasanya semua santri sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Namun berbeda dengan Zul dan memed. Mereka berdua sedang gelisah menunggu sahabatnya datang. Tak berapa lama kemudian dipagar depan muncullah sesosok bayang yang sedari tadi meraki nantikan. Senyum tercipta dari sudut bibir anak itu, meskipun sebenranya itu hanyalah senyuman terpaksa yang harus ia keluarkn didepan kedua sahabatnya yang belum tahu sama sekali soal apa yang dialaminya.
Memed : we cika’ bagaimna bimbelmu, bagusji ? bagaimana tentornu cantikji kah ?
Zul : kau itu med, cewek terus kau urus, tidak adakah hal lain yang bagus diurus selain cewek ?
Memed : (menatap sinis) mentang-mentang mau datang ceweknu , sembarangmi nubilang sama saya, santai mako nah, dibelakngku masih banyak cewek yang antri, toh jasman ?
Jasman : (memaksakan diri tertawa) hahaha, iyyo , bah cika’ ka jangan sai mako berdebat soal cewek. (menatap Zul ) btw, mau betulan datang pacarnukah ? siapa lagi namanya , nur... nur... nur din ?
Memed : hahaha iyyo,nur...din namanya pacarna sul ,kwkwkwkw
Zul : santai mko nah.... belumpi belah kau liat. Kalau kau liat toh pasti tidak berkedip matamu.
Memed ; iyyokah ? buktikan bede’
Tak berapa lama kemudian datanglah seorang cewek dengan mengendarai motor matic.
Zul ; itue datang mi .
Seketika itu jasman dan memed terdiam,mentap cewek itu dengan seksama, dari caranya membuaka helm, rambutnya yang panjang terhembuskan angin angin( seperti sinetron).
Memed : hm. Jasman ayo pindah deh, nanti menggangguki’
Jasman : ayo’
Zul ; thanks nah cika’ (tersenyum)
30 menit berlalu. Pacar zul sudah pamit. Dia kembali menaiki motor dan berlalu. Zul , mengilutinya sampai didepan pagar, menatap kekasihnya pergi meninggalkannya. Dia sedih. Namun tiba-tiba ada 2tangan yang merangkulnya .
Memed : sudah bro, tiddak usah kau bersedih. Beginimi memang ces, kisah cinta anak pesantren, psti kalian harus terbiasa untuk terpisah begini.
Jasman : jangan mko khawatir bro, pacarmu pasti setiaji sama kau. ( musik )

 Scene 14


3 hari kemudian
Depan Asrama Al Gazali
Seseorang berlari kegirangan melewati para pemain bola, dengan ,membawa sebuah kertas ditangannya. Sepertinya dia sedang membawa kabar gembira.
Ank venor : we cika’ pengumuman untuk kalian semua. Ada lomba ceramah di unhas, siapa mau ikut, nanti toh yang juara akan dikirim ke tingkat provinsi baru nasional.
Jasman : weh, malaskuja ikut begituan, nda pedeka’ saya ceramah.
Memed ; kaukah, rumus-rumusji ada dikepalanu, hehehe
Zul ; iyyo, padodongi ikur begituan, biasayyaji, ceramahji lagi, biasaja saya ceramah di Pinrang.
Memed dan jasman : APA ???? kau harus ikut ( seger Jasman mengambil formulir yang dipegang ank venor)

Scene 15
Asrama algazali
  3 hari kemudian
Jasman dan memed sedang asyik memake up pi si Samsul supaya terkesan lebih mirip da’i profesional, hari ini hari perlombaan da’i yang diikuti oleh zul.

Scene 16

Lapangan Algazali,
Zul berlari membawa piala ditangannya. Membuat seketika suasana menjadi semakin heboh. Jasman dan memed hanya bisa tersenyum melihat apa yang telah diraih oleh sahabatnya
Zul : we cika’ ( memeluk kedua temannya) loloska ke tingkat provinsi, juara satuka’... woi tidak tappaku ku kurasa deh, padahal ma’bertelja tadi pas tampil.
Memed : hm, kayaknya sekarang saya sudah tahu apa bakatnu bro....
Jasman ; iyyo...
Zul : apa beng ?
Jasman : jagoko ceramah bodo’..... samsul ji....
Semua teman-teman memberikan salam ucapan selamat pada samsul.

Scene 17

Lapangan upacara

Setelah upacara usai.... samsul dipanggil naik keatas panggung untuk penyerahan piala. Ini untuk yang pertama kalinya. Dengan senyum bangga ia naik keatas panggung, dan menyerahkan piala tersebut pada pak kepala sekolah. 
Scene 18

Hari pertandngan tingkat provinsi samsul telah tiba. Siang ini dia akan pergi meperlihatkan kemampuan berceramahnya didepan para siswa sma sul-Sel –bar. Seperti biasa jasman dan memed selalu sibuk mengurusi gaya dan make up sahabtanya yang satu ini.
Memed : menagko cika’ nah.... harusko lagi dapat juara nah,,,, kau harus berjanji pada kami. Kau harus jadi juara kawan.
Jasman : iyyo cika;’, doa kami semua mengirimu.... tampilkan yang terbaik, dan tetap optimis untuk juara, kami percaya sama kau Zul, kau pasti bisa mengalahkn mwerek semua...
Zul : terima kasih banyak cika’, janjika’ pasti dapatka’ juara itu.... thanks nah, kalian memang adalah sahabat terbaikku
Mereka bertiga berangkat ke tempat perlombaan ditemani oleh seorang pembina pondok.
( musik )( lagunya shela on 7 bersiaplah....)
Akhirnya mereka pulang membawa pulang sebuah piala besar.... Samsul juara satu dan akan dikirim ketingkat nasional di Malang , minggu depan.



Scene 19

Beranda masjid. Memed , samsul dan Jasman sedang bercerita-cerita. Terdengar suara dari pusat informasi .
“ ilaa tholib, muh jasman karase’ ilakismy tyfatyhal’an “
Jasman ; panggilanku cika’ ....
Sul : iyyo, bawakko oleh-oleh nah....
Memed ; yang penting bisa dimakan, kasi’ mka ces...
Jasman ; oke bro.... assala’ kalian senangji.....

 Jasman pun berlari –lari untuk menemui tamunya
( adegan lucu jasman berlari, dengan iringan lagu india atau semacamnyalah)
Jasman datang dengan membawa sebuah kantongan berisikan makanan. Seorang teman datang menghampirinya.
Anak venor : bagi dulu ses’ e....
Jasman : teaja’ siapako ada tonji uangmu
Anak venor : iyyo , begituko . sekke’nu. ( berlalu dengan wajah kesal)
Anak tersebut membeberkan peristiwa tadi pada teman-teman yang lain. Mereka sedang asyik nongkrong di depan al-gazali.

  Jasman membawa makanan tersebut pada kedua temannya. Mereka makan bersama-sama di samping masjid at-thalabah.
Memed dan zul menuju ke toksan sementara jasman kembali ke asrama. Ia merasa sangat pusing. Ia ingin menenangkan diri . begitu ia sampai didepan asrama, tiba-tiba semua teman-teman, menghindarinya.
(jasman disentimeni)
Scene 20
Memed ; sabar mko cika’... masih ada kami toh, jangan khawatir kami tidak akan seperti mereka kawan
Zul : iyyo cika’..... sahabat itu tidak mungkin saling sentimeni.
Jasman : tapi, nda enak sekali kurasa dikasi begitu ces,,,,  kayak merasa oraang asingka’\
Zul : wewewe.... janganko berfikiran begitu cak... nanti mereka pasti berubah sendiriji itu, tidak mungkin mamo nasentimeni terusko.
Memed : jangan mko takut bro nah....
Jasman : thanks cika’ .,.. kalian memang sahabat terbaikku, saya sangat senang bisa mengenal kalian didunia, terima kasih untuk segalanya kawan ( kepalanya tersa sangat pusingdan juga sakit )( tanda kedua )
Memed : iyyo bah... jangko bilang sembarang deh.... biasayyaji

Sceme 21
Satu hari seebelum keberangkatan zul ke malang.
Venor sedang kumpul priode. Membahas masalah keberangkatan zul esok hari, venor sedang memberikan semangat pada zul.
Ketua : teman-teman semua, saya harap kita semua berdoa untuk samsul, supaya kelak dia jadi juara di tingkat nasional.bla,,bla..bla...
Setelah itu sepatah kata dari samsul
Samsul : cika, satu hal yang  saya mintadari kalian. Selama saya pergi lomba, jangan laloko main sentimeni ces, kenapa jasman kau sentimeni? Maumki 6 tahun sama-sama , seharusnya kalian sudah mengerti dengan karakter kita asing-masing..... tolong baikanko semua ces... tlong sekali... jangan ada yang terpecah-pecah seperti ini, kita sudah dewasa mki toh...

Semua teman hanya bisa menatap sul dengan rasa terharu, kemudian satu persatu menyalami jasman. Jasman hanya tersenyum-senyum melihat teman-teman menyalaminya. Kepalanya terasa seperti mau hancur. Wajahnya pucat. Dan bebrap saat kemudia dia ambruk.

Scene 22

Dalam Asrama .
Zul : jase’ baik-baik mko toh ces? Kenapako itu selalu pingsan ? padahal kemarin temanta hanya minta maaf sama kau cika’
Jasman : biasa, kan terharuka’ cika’... thanks nah... coba bukan gara-gara kau, mungkin masih di sentimenika’ cika’... thanks sekali lagi....
Memed ; iyyo, zul... keren sekali kemarin kuliat gayamu nah
Zul : siapa dulu dong, guwe gitu loh....
Jasman : begini cika’, kau harus berjanji nah.... harusko dapat juara . nanti itu piala bisa jadi saksi atas persahabatan kita semua cika’. Mungkin suatu hari nanti, kita semua pasti akan berpisah, karena mau mki alumni cika’ satuji saya pesanku janganko lupaka’ nah, apapun yang terjadi nanti,.(tanda ketiga)
Memed : banyak tong bacotnu kau, kayak mau mati saja
Samsul pun berangkat ke malang.


Scene 23
Sehari setelah keberangkatan Zul, jasman semakin sakit. Bahkan ia sudah tidak bisa menahan rasa sakit dikepalanya. Dia meminta izin untuk berobat. Sebelum itu dia menyembunyikan hasil tes penyakitnya dibawah kasurnya.

SUGUHAN SPESIAL

Pada usia 25

Pada usia 25, kita tentunya menjadi pribadi yang lebih dewasa. Dewasa dalam berfikir, dewasa dalam bertindak, dewasa dalam segala hal...