Jumat, 28 September 2012

PLAGIAT !!! ITU JUGA DOSA .


“Seburuk-buruknya pencuri adalah seorang pembohong. Seorang pencuri hanya mencuri hartamu, tapi seorang pembohong mencuri akalmu.”
            Di jaman yang sudah modern seperti sekarang ini, banyak orang beranggapan bahwa manusia tidak mungkin bisa hidup tanpa kebohongan. Beragam alasan dikemukakan untuk membenarkan anggapan ini. Dalam pergaulan, orang memakai kebohongan untuk menjaga reputasi dirinya. Bahkan dalam pekerjaan pun, berbohong digunakan dengan alasan untuk kelancaran dan kesuksesan usaha. Sedangkan seorang pencuri adalah salah satu sifat seseorang yang suka mengambil hak milik orang lain. Nah apabila kedua hal ini di gabungkan maka akan muncul yang namanya kejahatan besar. Oleh karena itu muncullah yang namanya plagiat. Mengambil karya orang dan mengakuinya sebagai karyanya sendiri.  Apa perbuatan tersebut bukan mencuri ?. Sudah banyak kasus yang terjadi di negeri kita ini. Menjiplak karya orang dan mempromosikannya sebagai karya  pribadi. Sungguh itu bukanlah sesuatu yang bisa di banggakan dalam negara kita. Itu adalah perbuatan yang sangat memalukan. Banyak contoh yang  bisa kita ambil dalam masalah ini . Dalam bidang musik misalnya, Banyak band-band local yang mengambil lagu band dari luar negeri . Mereka mengubah sedikit liriknya dan kemudian lagu tersebut masuk dalam daftar karyanya. Dan  Adalagi dalam bidang karya sastra , mereka mengambil karya tulis milik orang lain kemudian mengakuinya sebagai karya pribadi. Itukah yang namanya berkarya ? Jawabannya hanya ada satu, yakni “bukan”. Karya yang sesungguhnya adalah karya yang keluar dari hati, karya yang keluar melalui tangan kita sendiri, karya yang tercipta karena usaha kita sendiri. Bukan karya yang tercipta dari hasil keringat orang lain.
Plagiat memang termasuk suatu usaha, tapi itu adalah usaha yang sangat memalukan. Bukan main kalau kita ketahuan sebagai seorang plagiator, bisa hancur reputasi kita di hadapan masyarakat. Sebuah fakta dalam kehidupan “ mencuri itu dosa, orang berdosa pasti  masuk neraka”. Mencuri dalam hal ini bisa di defenisikan mencuri karya milik orang lain. Coba kalimat diatas kita terapkan dalam pribadi masing-masing orang, pastinya tidak akan ada yang namanya mencuri karya milik orang lain, karena mereka takut yang namanya api neraka. Namun Tuhan ternyata memang maha bisa, Tuhan menciptakan manusia dalam berbagai karakter dan sifat sehingga semua sifat orang di dunia ini berbeda-beda. Ada yang selalu jujur dalam setiap melakukan sesuatu dan ada juga yang tidak jujur dalam melakukan sesuatu, itulah orang-orang yang suka mengambil karya orang lain (plagiator). Apabila semua orang mempunyai hobi untuk memplagiat karya orang maka tunggulah negara kita akan hancur dengan sendirinya. Bukan karena hal besar. Melainkan karena hal kecil seperti plagiatlah yang bisa menghancurkan negeri kita ini. Coba kita bayangkan bagaimana reaksi orang luar dengan maraknya plagiat-plagiat karya di indonesia. Pasti mereka berpikir bahwa serendah inikah pikiran orang indonesia? Sekeji inikah tingkah laku orang indonesia?. Sudah baik kalau peristiwa plagiat itu hanya berurusan dengan penduduk dalam negeri, jadi itu masih bisa di selesaikan baik-baik melalui jalur hukum. Tapi coba kalau kasus ini berurusan dengan orang luar negeri, bisa terbayangkan bagaimana wajah Indonesia di depan penduduk dunia. Oleh karena itu kita harus menyadari bahwa mengambil karya milik orang lain adalah sesuatu yang sangat berbahaya . Memang akibatnya tidak akan terasa langsung oleh pelaku tapi ketika pelaku sudah kedapatan urusannya bisa sampai ke jalur hukum. Apa sih salahnya berusaha membuat karya sendiri?, itu bisa membuat kita bangga akan sesuatu yang kita ciptakan dengan tangan kita ini. Pepatah mengatakan ,” dimana ada kemauan di situ ada jalan”, artinya jika anda punya kemauan untuk berkarya maka berkaryalah, jangan mengambil karya orang lain. Karena jika anda mengambil karya orang lain maka yang akan dirugikan adalah kedua belah pihak. Baik sang pemilik karya maupun sang plagiator. Alangkah bangganya kita apabila sesuatu karya itu bisa tercipta tanpa adanya gangguan yang bernama plagiator itu.
Mari kita bahas kembali masalah plagiat karya sastra di negeri kita ini.  Ada beberapa kasus yang bisa dijadikan pelajaran yang berharga. Di antaranya adalah kasus sastrawan besar kita, Chaeril Anwar. Beliau mendapat julukan plagiator karena di tuduh menjiplak karya seorang penyair asing. Puisinya yang berjudul “ Antara Karawang Bekasi “, isinya hampir menyerupai karya penyair asing yang bernama Archibald Mac Leish. Yang apabila di terjemahkan dalam bahasa Indonesia maka isinya tak jauh berbeda dengan karya Archibald yang berjudul “The Young Dead Soldiers Do Not Speak”, hanya bahasa dan susunan katanya saja yang agak berbeda. Sebenarnya masalah itu bisa menjadi biasa-biasa saja andaikan beliau mau berkomentar kalau puisi itu adalah suatu terjemahan dari karya seseorang. Ataukah puisi itu terinspirasi dari sebuah karya milik orang lain. Tapi semuanya terlanjur terjadi. Hanya Tuhan dan sang penulis yang tahu semua itu. seperti ungkapan yang berbunyi “Jangan-jangan soal plagiat, hanya penulis karya dan Tuhan yang tahu. Dan para pencurinya tetap pada kehormatannya . Apakah karya itu benar-benar suatu jiplakan ataukah hanya kebetulan saja mirip dengan karya seseorang? jawabanya ada pada diri kita sendiri. Kita hanya bisa mengambil pelajaran, yakni menghargai karya milik orang lain. Karena dengan adanya rasa penghargaan terhadap karya seseorang pasti hati kita akan enggan untuk melakukan suatu pencurian. Dan tanamkanlah dalam diri, bahwa bersikap jujur akan membawa suatu dampak yang besar untuk kehidupan kita. Sebaliknya, bersikap tidak jujur akan menimbulkan efek negatif bagi kehidupan kita. Sebagaimana dalam sebuah hadis yang di riwayatkan oleh Tirmizi yang berbunyi.
Sesungguhnya kejujuran itu membawa ketenangan dan dusta itu menimbulkan keragu-raguan,”(HR. Tirmidzi)

Hadis di atas sangat tinggi maknanya dalam kehidupan. Bahwa sanya kejujuran itu akan membuat kita tenang dan dusta itu akan menimbulkan banyak keragu-raguan. Begitu juga dalam karya sastra. Kalau karya sastra tersebut di buat dengan penuh kejujuran, maka hasilnya akan membuat kita tenang, karena tak adalagi yang perlu dikhawatirkan, tinggal pembacalah yang akan menilai bagus atau tidaknya karya tersebut. Tapi apabila karya tersebut di buat dengan penuh dusta, penuh dengan kemunafikan, penuh dengan kebohongan, maka percayalah keragu-raguan itu akan selalu datang menghampiri. Karena memang karya yang sedang kita hadapi, bukanlah karya original yang kita miliki. Melainkan karya milik orang yang diakui sebagai karya kita sendiri. Sekali lagi, perbuatan seperti itu termasuk dosa. Dosa yang hanya diketahui oleh Tuhan dan sang pencipta karya.
Menjiplak karya orang bisa saja menjadi sesuatu yang di perbolehkan selama itu ada perjanjian dengan sang pemilik karya. Dan kita juga harus tahu diri sebagai penjiplak, jangan pernah berpikir karya tersebut akan menjadi milik kita seorang, karena hal itu akan membuat anda diberi gelar “PLAGIATOR”. Oleh karena itu jika anda tidak mau mendapatkan gelar “PLAGIATOR”, caranya hindarilah sifat serakah. Karena serakah akan membuat segala sesuatu yang awalnya baik menjadi sangat buruk.
            Ada beberapa solusi yang tepat untuk mengatasi masalah plagiat dalam karya sastra. Yang pertama, tanamkanlah dalam hati kita bahwa mencuri karya milik orang lain adalah suatu dosa .
Kedua, selalulah hargai karya milik orang lain, karena dengan menghargai karya orang akan membuat kita selalu menjaga harga diri.
Ketiga, jangan pernah menjauh dari Tuhan, karena dengan selalu dekat kepadanya maka segala tindak kejahatan atau larangannya akan selalu kita hindari, termasuk Plagiat.
Ke empat, optimis saja dengan karya yang akan kita ciptakan dengan tangan kita sendiri. Jangan pernah berpikiran untuk mencuri karya orang lain.
Dan yang terakhir, selalu berpikiran yang positif, supaya pikiran kita selalu terarah dan tidak menemukan jalan yang buntu.
Itu tadi beberapa tips yang harus di terapkan dalam kehidupan ini. Karena dengan adanya tips-tips seperti itu artinya masih ada jalan untuk menghindari suatu perbuatan yang tercela yang di sebut plagiat karya.
Harus kita ketahui bersama, Sanksi Plagiat (UU No. 20/2003)Lulusan PT yang karya ilmiahnya digunakan untuk memperoleh gelar akademik, profesi, atau vokasi terbukti merupakan jiplakan: dicabut gelarnya (Pasal 25 ayat 2). Dipidana penjara paling lama dua tahun dan/atau pidana denda paling banyak 200 juta rupiah (Pasal 70).

“Hidup bangsa indonesia, dan  mari kita hindari plagiat dalam berkarya , karena sesungguhnya plagiat itu adalah dosa

Daftar pustaka
1.      AnneAhira.com Content Team
2.      HR. Tarmizi
3.      www. Kompasiana.com
4.      www. Wikipedia.org

REMAJA VS PERGAULAN BEBAS






“Remaja adalah masa paling indah untuk mencari teman”.
Ungkapan di atas memang benar adanya. Masa yang paling indah untuk mencari teman adalah masa remaja. Mengapa? Alasannya simpel saja, karena di masa remaja adalah waktu pembentukan karakter seseorang untuk mencari jati dirinya sendiri. Kemudian  untuk membentuk kepribadian seseorang tentunya di butuhkan teman untuk bergaul dalam kehidupan sehari-hari. Disinilah pusat permasalahannya. Remaja sekarang ini kebanyakan terjerumus dalam berbagai masalah di akibatkan oleh pergaulannya. Pergaulan bebas pada remaja sekarang ini boleh di bilang sangat mengkhawatirkan. Bukan main banyaknya remaja yang ingin mencoba sesuatu yang sudah jelas-jelas akan menimbulkan efek negatif pada dirinya. Salah satu contohnya merokok. “merokok dapat mengakibatkan, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin”. Kata- kata tersebut sudah jelas ada di setiap bungkus rokok, tapi kebanyakan di antara para remaja menghiraukan kata-kata tersebut. Coba kalau mereka di tanya apa alasanmu untuk merokok? Rata-rata  Jawabanya “ kalau nggak ngerokok takut di jauhin ama teman-teman” atau “ Aku hanya ikut-ikutan saja sama teman-teman yang lain”. Tidak ada satupun jawaban yang bisa menjadi argument yang kuat untuk menjelaskan apa alasannya mengkomsumsi sesuatu yang memiliki dampak yang sangat berbahaya bagi kehidupanya sendiri. Melihat problema di atas sudah bisa kita ambil sebuah pusat permasalahan yakni,“pergaulan bebas”. Pergaulan bebas bukan hal yang asing lagi di kalangan remaja sekarang ini, bahkan menurut apa yang saya amati 70 % kanakalan remaja itu di akibatkan oleh pergaulannya yang tidak bagus, boleh di bilang pergaulannya terlalu bebas. Atau dengan kata lain pergaulannya lebih mengarah ke hal yang berbau negatif. Lihatlah di sekeliling kita, apakah pergaulan bebas remaja punya dampak positif?. Apakah pergaulan bebas remaja membuat masyarakat angkat jempol atas perilaku mereka?. Tidak sama sekali, bahkan yang terjadi sekarang ini adalah kebalikan dari ke dua pernyataan  di atas. Banyak masyarakat resah akan akan kenaklan-kenakalan yang di sebabkan oleh para remaja. Bahkan para orang tua pun banyak  mengeluh akan pergaulan remaja sekarang ini.
Tidak sedikit jumlah remaja yang hancur akibat pergaulannya, ada yang hancur gara-gara merokok,meminum minuman keras, mengkonsumsi obat-obatan terlarang dan masih banyak lagi akibat yang lain, semuanya bersumber dari pergaulan bebas. Memang benar ungkapan yang mengatakan, “Remaja adalah masa paling indah untuk mencari teman”, tapi apa menyenangkan kalau punya teman yang membawa kita kejalan yang salah?, tentunya tidak . Dalam bergaul atau berteman setidaknya kita harus punya suatu prinsip atau pegangan yang bisa membantu kita supaya tidak terpengaruh dalam pergaulan bebas. Misalkan.” Saya akan berteman dengan siapapun tapi ada satu hal yang harus saya hindari. Apabila mereka mengajak untuk melakukan hal yang negatif maka saya harus menolak”. Jangan takut berkata tidak, kalau memang teman kita mengajak untuk melakukan hal yang berdampak negatif . Katakan saja apa yang tidak sependapat dengan kita, teman yang baik pasti akan mengerti dengan apa yang tidak di sukai temannya.
Saat ini pergaulan bebas telah menjadi masalah utama bagi kehidupan remaja. Ibarat kata dimana ada gula di situ ada semut artinya dimana ada remaja di situ ada pergaulan bebas. Berbagai dampak dari pergaulan bebas telah kita lihat di sekeliling kita. Banyak remaja hamil di liuar nikah, kemudian melakukan tindakan berdosa yang di sebut ABORSI. Banyak juga remaja yang kecanduan minuman keras, ada juga remaja yang suka bolos sekolah, apalagi remaja yang kecanduan merokok, sudah tak terhitung lagi jumlahnya. Bahkan sekarang ini sudah banyak remaja yang terjerumus ke dalam pemakaian obat-obatan terlarang ( NARKOTIKA ). Sungguh hal tersebut sangatlah memprihatinkan untuk kita para remaja. Jangan sampai kita terjerumus kedalam problem di atas. Bergaul boleh saja bergaul. Berteman dengan siapapun tidak ada yang melarang, tapi ketika teman kita mengajak untuk melakukan hal yang negatif tetaplah berpegang pada prinsip kita.” Katakan tidak “. Remaja yang sudah terbiasa hidup dengan pergaulan bebas pasti akan menjadi sorotan dari masyarakat. Masyarakat akan memberikan nilai negatif untuk mereka. Bukan hanya nilai negatif saja, pasti mereka juga akan mendapatkan cap nakal dari masyarakat.
 Pergaulan bebas sekarang ini telah menjadi keseharian para remaja. Di tahun 2011 ini banyak sekali kasus yang terjadi yang berkaitan dengan pergaulan bebas. Mulai dari banyaknya kasus pemerkosaan, banyaknya kasus perkelahian, dan kasus-kasus mengenai obat-obatan terlarang. Dan lebih memprihatinkannya lagi rata-rata yang terlibat dari kasus tersebut adalah umumnya dari kaum remaja. Inilah bukti yang kuat bahwa pergaulan remaja sekarang ini sudah melampaui batas pergaulan yang normal. Para remaja selalu ingin mencoba hal-hal yang berdampak negatif untuk dirinya sendiri. Sehingga apapun dia lakukan untuk mewujudkan keinginannya. Awalnya hanya sekedar mencoba, tapi lama kelamaan karena teman-temannya selalu memberikan dorongan akhirnya terjerumuslah dia kejalan yang yang salah. Yang tadinya jalannya hanya lurus tapi setelah di pengaruhi akhirnya dia belok ke kanan ataupun kekiri. Pergaulan bebas telah berhasil masuk ke dalam kehidupan para remaja. Dan para remaja juga kebanyakan ingin bebas, katanya “ nikmatilah masa-masa mudamu sebelum kamu menjelang tua “. Mereka menjadikan kata-kata di atas sebagai pegangannya, sehingga mereka betul-betul menikmati masa-masa remajanya dengan cara yang salah. Pergaulan bebaspun meraja lela sementara para remaja ada di ambang kehancurannya.
Ada beberapa solusi yang tepat untuk menghindari yang namanya pergaulan bebas. Yang pertama, jangan mudah terpengaruh dengan ajakan teman, karena mungkin dia mengajak kita untuk melakukan hal yang negatif. Yang kedua, jangan takut akan ancaman dari teman mungkin dia berkata,” kalau kamu tidak mau mengikutiku kamu bukan temanku”, jangan terpengaruh dengan ancaman seperti itu, karena kalau terpengaruh maka kita sudah termasuk remaja yang terjerumus ke dalam pergaulan bebas. Yang ketiga, kita harus punya prinsip atau pegangan agar kita tidak terjerumus dalam pergaulan bebas. Ke empat, dengarkanlah nasihat dari orang tua ataupun guru, yang melarang kita bergaul melebihi batas pergaulan yang normal. Dan yang terakhir berpegang teguhlah pada agama yang kita anut, pasti didalamnya terdapat motivasi dan penjelasan akan akibat-akibat yang muncul dari apa yang akan kita lakukan. Kalau begini namanya dosa, kalau begitu namanya amal, dan kalau saya begini pasti akibatnya sangat buruk bagi saya. Dan harus kita tahu bahwa Pergaulan bebas termasuk perbuatan yang sangat haram. Oleh karena itu kita tidak boleh dekat-dekat atau bahkan melakukan hal-hal yang diharamkan oleh agama. Rajinlah melakukan shalat karena shalat akan melindungi kita dari perbuatan yang di larang oleh agama. Dalam surah Al-Ankabut ayat 45 ALLAH berfirman yang artinya :
“... Dan dirikanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan ) keji dan mungkar”

               Jadi dapat di ambil sebuah kesimpulan bahwa kita jangan mau terpengaruh dengan pergaulan di sekeliling kita. Ada kata-kata mutiara yang berbunyi “Jadilah seperti ikan hidup, meski hidup di lautan yang asin namun ia tetap tawar . Dan janganlah menjadi seperti ikan mati yang larut dibentuk orang, menjadi ikan asin, dendeng dan lain sebagainya”. Artinya meskipun kita hidup di tengah-tengah teman yang selalu berbuat yang negatif,  tapi kita tak boleh  terpengaruh degan hal tersebut,   meskipun itu teman kita sendiri. Karena mungkin teman kita sendirilah yang  akan membawa kita menuju ke dalam pergaulan yang berdampak negatif pada diri kita sendiri.
“ Hindarilah pergaulan bebas




DAFTAR PUSTAKA :
1.       BUKU 3 PUSTAKA PENGETAHUAN AL-QUR’AN
2.       ALQUR’AN SURAH AL-ANKABUT AYAT 45
3.       WWW.KATA MUTIARA.CO.ID



" Peganganku hanyalah setia"




Gemuruh hati telah merasuk raga
Alunan sepi kini menghiasi jiwa
jeritan  suara hati pun menggema
Tuhan aku sungguh merindunya

Dalam doa aku berharap
dalam hati cinta meresap
Beribu kata rindu telah terucap
Tuhan sampaikanlah ketika ia terlelap....

Rasa yang kutanam kini kian tumbuh untuknya
rasa itu kian memenuhi dadaku
teringat sebuah janji untuk setia
tak akan kukecewakan dirinya

dialah insan penghapus luka
dialah insan penyejuk jiwa
takkan pernah kulukai hatinya
takkan kubiarkan ad air mata dipipinya

setia ini akan selalu kujaga
setia ini adalah miliknya
meski sepi kini menghiasi jiwa meski rasa rindu kian menggebu dihati
aku tak peduli sepi itu terus melnda, peganganku hanyalah setia

Minggu, 23 September 2012

AKU DAN PUISI CINTAKU


OLEH: SUHERMAN
            Sinar mentari pagi menerobos masuk ke dalam jendela kamarku, disertai dengan desiran angin lebut yang kini menerpa wajahku. Membuat aku terbangun dari tidur nyenyakku semalam. Meninggalkan mimpi yang entah seperti apa mimpi itu, karena begitu mata ini terbuka semua memory tentang mimpi itu lekas menghilang dan terhapuskan oleh angin. Tapi seingatku mimpi semalam adalah mimpi yang indah, buktinya aku bangun dengan perasaan yang begitu tentram dan damai. Segera kubereskan semua tugasku di kamar, mulai dari tempat tidur, hingga buku-buku yang berserakan di setiap sudut kamarku. Bukan main semalam , bukannya aku belajar tapi aku malah bermain-main dengan adik kecilku yang masih duduk di bangu kelas 2 SD. Semua bukuku jadi korban semua permainan itu, bahkan sepatuku pun ikut serta dalam permainan semalam, karena aku mendapati sebelah dari sepatuku berada di atas lemari. Memang untuk merapikan semua ini butuh kesabaran yang tinggi , tapi itu tidak mengurangi semangatku untuk menciptakan kamar yang bersih dan asri. Jam di dinding yang terpampang di atas pintu kamarku sudah menunjukkan pukul 07.00 pagi. Aku segera mandi dan setelah itu memakai seragam putih abu-abuku lengkap dengan dasi tentunya. Setelah aku yakin penampilanku sudah sempurna akupun bersiap-siap kesekolah. Kulangkahkan perlahan kakiku keluar dari kamar. Kemudian kulewati ruang makan, di sana masih ada papa,mama dan adikku yang sedang sarapan. Seperti biasanya, mereka menyapaku dengan senyuman. “ Man, kamu tidak sarapan dulu nak ?”, tanya ibuku seraya menghentikan aktivitas makannya sejenak diikuti oleh ayah dan adik perempuanku. “ iyya ma, entar aja kalau udah sampai di sekolah”. jawabku tenang. “ iyya tidak papa nak. Ya sudah sana berangkat, sebentar terlambat”. Ucapnya kemudian. “hati-hati yah man”, ayahku menambahkan. Dan yang terakhir dari adikku, “ hati-hati yah kak, buruan sana pacarnya nungguin entar, hehehe ”, ucapnya dengan suaranya yang masih sangat polos. “ iyya selamat makan semua, firman berangkat dulu”, ucapku  tersenyum setelah mendengar kata-kata terakhir adikku tadi. Itulah sedikit  gambaran tentang kebersamaan keluargaku. Kami adalah keluarga yang sangat harmonis. Aku sangat bersyukur berada di tengah-tengah mereka. Nah Sekarang sudah waktunya aku berangkat kesekolah. Aku berangkat dengan mengendarai sebuah motor baru pemberian ayahku sebulan yang lalu tepat di hari ulang tahunku yang ke 17. Sekarang aku tak perlu lagi ragu-ragu mengenai adanya polisi, karena aku juga baru-baru ini telah memiliki SIM. Jadi tak ada lagi yang perlu di khawatirkan.
             Aku berjalan pelan menyusuri koridor sekolah. Di kiri dan kananku sekumpulan siswa sedang asyik berkumpul dengan komplotan mereka. Entah apa yang mereka bicarakan di sana, yang jelas aku tetap fokus pada jalan yang akan menuntunku ke kelasku, XI IPA 3. Disana pasti teman-teman sudah menungguku dari tadi. Ada kabar burung, kalau hari ini di kelasku akan ada murid baru pindahan dari Bandung. Dan yang kebih specialnya lagi murid baru itu adalah seorang cewek. Tentunya aku tak mau  ketinggalan mengenai masalah seperti ini. Siapa sangka nanti murid baru itu bisa menjadi teman dekatku lalu merangkap menjadi pacarku, bisa saja kan ?. Setelah sekitar 10 menit aku berjalan akhirnya sampai juga aku di kelas XI IPA 3. Aku masuk dengan diiringi suara sorakan teman-teman kearahku, terutama dari murid cewek. Persis seperti kemarin-kemarinnya. Mereka semua pada histeris melihat pangerannya datang dari istana raja. Lebih tepatnya lagi mereka menyambut ketua kelasnya yang selalu saja datang paling akhir, tapi kalau masalah itu ,aku sih cuek-cuek aja. Malah aku mengaggap semua itu adalah sambutan special untuk seorang ketua kelas sepertiku. Begitu aku sampai di tempat dudukku, semua situasi pun kembali normal pandangan pun tak lagi mengarah padaku melainkan kembali pada pembahasan mereka sebelum aku datang. Para cewek bergosip sedangkan para cowok bercerita tentang sesuatu yang tak jelas. Syukur lah kalau begitu, jadi aku tak usah lagi repot-repot meladeni pertanyaan-pertanyaan aneh yang di tujukan untukku.   “eh bro, ternyata loe tetap bertahan yah sama posisi loe yang kemaren-kemaren”, ucap salah seorang temanku ketika aku baru saja duduk di kursiku. Dengan santai aku menjawab,“ iyya bro biasa, kan semalam guwe habis konser di Ancol jadi wajar aja kalo guwe terlambat gini”,ujarku disertai tawa kecil. Temanku yang satu ini memang bukan teman yang biasa bagiku. Dia adalah sahabatku dari SMP. Entah ikatan apa yang mengikat kami sehingga dari kelas 1 SMP sampai sekarang kami tidak pernah pisah sekolah, bahkan pisah kelas.  Satu fakta yang aneh tapi nyata, kami berdua mendapat julukan “kembar tapi beda”. Gimana tidak, sudah 5 tahun ini kami tidak pernah terpisahkan, bahkan adalagi istilah “ dimana ada firman di situ ada dannies”. Well, semua itu adalah sesuatu yang harus di syukuri.
Teng...teng .... teng...,
Lonceng  pelajaran telah berbunyi. Semua murid cewek langsung menghentikan aktivitas gosip mereka . Dan para cowok termasuk aku semakin tidak sabaran menunggu seperti apakah sosok murid baru yang bakal jadi penghuni kelas kami sebentar. Feelingku mengatakan pasti murid baru kali ini sosoknya seperti bidadari atau seperti cinderella dengan rambut panjang sampai punggung. Ah entahlah kita liat saja nanti. Berselang beberapa menit sebuah ketukan berhasil menyadarkanku dari lamunan. Oh itu ketukan dari Pak Sabir sang kepala sekolah. Dia masuk dengan wajah yang berseri pertanda sesuatu yang baik akan segera terjadi di kelasku. “ hm. Assalamu alaikum anak-anak”, sapanya pada kami. Serentak kami menjawab.” Walaikum musalam pak”. Beliau segera memulai berbicara. “ anak-anak sekalian, bersyukur kita pada hari ini, bla bla bla... bla...bla...bla...karena....bla...bla...bla ”. Hanya kalimat itu yang masuk dalam pendengaranku. Karena aku hanya fokus  terhadap seorang bidadari  yang akan memasuki ruang kelasku setelah ini. Seperti apakah dia ? “ Dan ini dia, silahkan masuk “. Begitu terdengar kalimat itu  pendengaranku langsung pulih lagi. Dan akhirnya sesosok wanita cantik masuk kekelasku dengan langkahnya yang sopan di sertai dengan senyuman manis dari bibirnya. Dia langsung menyapa kami, “ selamat pagi semua “, sapanya tanpa menghentikan senyuman manis yang ia miliki. “ PAGI JUGA”, balas kami para murid cowok dengan suara yang sangat bersemangat, dan nyatanya suara kami membuat suara cewek-cewek tak kedengaran sedikitpun. Funtastik murid baru yang masuk kali ini bukan lah seoarang bidadari maupun cinderella tapi dia adalah sesosok malaikat cantik yang tersesat di dalam dunia nyata ini. Kulitnya seputih pasir pantai, senyumnya ibarat delima merekah, rambutnya  sepunggung dan masih banyak lagi ciri yang tak bisa kugambarkan dengan  kata-kata. “ namaku Nurul Ainun biasa di panggil nurul, pindahan dari SMAN 03 Bandung, senang berkenalan dengan kalian”. Perkenalan diri yang begitu singkat tapi cukup membuat jantung berdebar-debar. Oh jadi namanya nurul? Nama yang bagus. Kalau dalam kosa kata bahasa Arab artinya Cahaya. Sebuah cahaya yang begitu nyata bagiku. Setelah memperkenalkan diri dia dipersilahkan duduk bersama kami. Dan aneh bin ajaib ternyata bangku yang kosong itu tinggal 1, tepatnya di depanku. Dengan langkah pelan dia berjalan menuju bangku kosong itu, seulas senyum dia lemparkan padaku kemudian dia duduk di bangku itu. betapa manis senyum yang dia miliki, dan begitu rapuhnya aku karena dengan mudahnya dia mencuri hatiku.  Ku keluarkan sebuah buku catatan kecil dari ranselku. Buku kecil ini berisikan tentang semua puisi-puisi yang berhubungan dengan perasaaanku. Entah sedih, suka, ataupun duka semuanya kucurahkan dalam buku kecil ini. kumulai menulis satu bait puisi tentang malaikat cantik yang ada di depanku sekarang.
Berawal dari sebuah senyuman,cinta itupun datang
Mengambil alih di ruang hatiku
Mematahkan segala rasaku
            Sebait puisiku telah jadi, kini aku kembali menatapnya, meski hanya punggung yang terlihat, tapi jujur aku menikmatinya. Aku benar-benar telah jatuh cinta pada gadis itu. Meski baru pertama kali ini aku bertemu dengannya, dan senyum yang dia miliki itu memaksa hatiku untuk luluh seketika. Yah aku tahu disekitarku ada banyak orang yang juga memperhatikannya, tapi aku yakin dia itu untuk aku, bukan untuk mereka.
Akhirnya Bu Ririk pun memasuki kelasku pertanda jam pelaran matematika telah dimulai. Tak ada satu kata pun yang bisa kucerna dari penjelasan beliau. Karena aku hanya fokus terhadap 1 titik yang ada di depanku, nurul ainun. “ hei Man, kamu ngelamun aja dari tadi”. Terdengar suara yang samar-samar di telingaku. Aku menganggap suara itu hanya firasatku saja. Tapi ternyata bukan, suara itu semakin keras dan sebuah cubitan halus menyentuh kulitku “ woe Man, loe kok ngelamun aja sih ???”. Dan akupun kembali kealam  kesadaran. “ iyya...iyya... sorry guwe ke asyikan nih bro”. “ ayo loe ngelamunin siapa, si dia yah ?” tanya dannies sambil menunjuk ke arah nurul. “ hus hus jangan keras-keras entar dia denger goblok”, bisikku seraya membalas cubitan yang tadi ia berikan padaku. “ aduh...man,man... loe tu yah gampang banget jatuh cintanya, masa ama anak baru aja langsung jatuh cinta, ketua kelas macam apa kamu ini bro”, ucapnya berbisik. “ Diam aja loe. Gak usah ikut campur”. Balasku singkat. “ ya udah. Up to you aja. Guwe nggak ngikut”. “ Firman, Dannies ngomong apa kalian barusan ?, apa kalian udah paham dengan penjelasan ibu, CEPAT MAJU KEDEPAN”, bentak ibu Ririk yang sadar akan obrolan kami barusan. Serentak semua orang melihat kearah kami termasuk si Nurul, dia melihatku kemudian tersenyum. Hah, lagi-lagi dia menebarkan senyumnya untukku. Kontan saja dengan gagah berani aku langsung maju kedepan diikuti oleh Dannies di belakanggku. “kerjakan nomor 1 dan kamu firman kerjakan nomor 5, CEPAT !!!” bentak bu Ririk. Seisi kelas pun diam membisu, melihat si ratu singa sedang mengamuk mangsanya. Hahaha, soal seperti ini sih Cuma pelajaran anak SMP bu’ , batinku berseru. Dalam waktu 1 menit soal itu berhasil kami kerjakan, dan waktunya hampir bersamaan. Sekedar informasi, Aku dan Dannies bukan hanya terkenal sebagai saudara kembar saja tapi kami juga unggul dalam pelajaran matematika, jadi tak usah heran kalau soal seperti itu tak menjadi halangan buat kami. Dengan bangga kami dipersilahkan duduk kembali disertai dengan tepuk tangan teman-teman semua, begitu aku melewati si Nurul lagi-lagi dia memberikanku senyum yang sama sehingga membuat jantungku ini serasa ingin terbang kembali. Kalau masalah pelajaran memang tak ada masalah tapi kalau dalam masalah percintaan, aku langsung error saat itu juga. Kembali kubuka catatan kecilku. Kulanjutkan bait ke dua dari puisiku .
Bila kulihat lagi senyuman itu
Betapa damai terasa di dada
Ada sepercik harapan untuk memilikinya

            Jam istirahat telah tiba, namun aku tak juga meninggalkan tempat dudukku. Si Dannies telah lompat dari bangkunya dan melesat cepat keluar dari kelas. Sementara aku enggan beranjak dari tempat ini. Apalagi si Nurul masih bertengger manis di hadapanku. Inilah waktu yang tepat untuk berkenalan dengannya lebih dekat lagi. “ hei, aku Firman. Salam kenal yah”, ucapku menyodorkan tangan kananku kearahnya. Dengan lembut dia membalas uluran tanganku,” aku nurul, salam kenal juga”, katanya. Obrolan kami pun berlanjut terus.
             Semuanya berawal dari perkenalan singkat waktu itu, sehingga sekarang kami sudah semakin dekat.  Dia adalah orang yang sangat asyik dalam segala hal, sama halnya dengan Dannies. Tapi Dannies adalah saudara kembarku, sementara Nurul adalah perempuan idamanku saat ini. Dan  sudah seminggu dia sekelas denganku, dan seminggu itu pula aku terus melakukan pendekatan padanya. Aku sendiri bingung mengapa aku begitu cepat membagi hati pada orang lain, baru juga sebulan aku putus dengan Rini anak XI IPA 2 dan sekarang aku sudah dekat dengan anak baru di kelasku. Tak apalah, itulah cinta. Kita tak tahu kapan cinta itu akan datang? dan kepada siapa kita harus memberikan cinta itu?. Seperti itulah aku sekarang ini, cintaku telah kuberikan kepada Nurul, tapi dia tak kunjung mengerti dengan apa yang telah kulakukan selama seminggu ini. Ada sesuatu yang ganjil rasanya. Dan entah mengapa rasa ketertarikanku padanya kini berkurang. Ketika aku sampai dirumah, kukeluarkan catatan kecil dari ranselku. Ingin kulanjutkan bait puisiku yang ke 3. Tapi sebelumnya aku memejamkan mata, merelakan semua kata yang akan kutulis nantinya. Dan akupun mulai menggores tinta di atasnya. Penuh dengan perasaan.
Namun seiring waktu terus berputar
Harapan itu kian memudar
Cintaku pun kini mulai menghilang
Tak ada lagi kesempatan untuk mengulang
           
            Keesokan harinya di sekolah, aku baru saja sampai di tempat parkiran motor. Dari jauh kulihat sepasang pemuda pemudi sedang duduk bermesraan di bawah taman sekolah. Dan aku kenal sekali wanita yang ada di samping laki-laki itu. Percaya atau tidak, mataku mungkin sudah rabun. Atau mungkin aku masih mengigau dalam tidurku. Wanita itu adalah Nurul, seseorang yang berhasil mencuri hatiku dengan senyumannya, seminggu yang lalu. Aku tak percaya dengan semua itu, rasa cinta yang tertata rapi di dalam hatiku, kini telah runtuh seketika. Aku dengan cepat meninggalkan pemandangan itu sebelum aku melakukan hal yang memalukan. Tapi aku sadar diri, dia bukanlah siapa-siapaku dan dia bukanlah pacarku. Hanya aku yang keliru selama ini, mengapa terlalu cepat aku mencintainya, mengapa terlalu bodoh aku dengan semua ini, mengapa aku tidak menyadari tentang hal ini. Begitu aku sampai di kelas aku langsung mengeluarkan catatan kecil dari ranselku. Tanpa menghiraukan Si Dannies yang lagi asyik-asyiknya dengar music di dekatku. Sekarang giliran bait ke 4 yang akan aku buat. Dan inilah isi dari bait keempatku. Begitu berat untuk menulisnya, namun itu harus.
Kini saatnya aku menghapusnya
Karena dia memang tak seindah semestinya
Dia hanyalah sekumpulan angin yang mengahampiri
Kemudian setelah itu berlalu begitu saja
Dia memang bukan untukku

Teng..teng...teng
             Lonceng masuk pun berbunyi. Artinya aku harus siap-siap menerima pelajaran Bahasa Indonesia. Seingatku pelajaran yang lalu ibu Nurbaya menyuruh kami untuk menyiapkan sebuah puisi untuk  di baca di depan kelas, dan aku sudah mendapatkan puisi yang akan aku baca untuk itu. Dan satu persatu teman-temanku telah memasuki kelas dan kulihat Nurul salah satu diantaranya. Seperti biasa dia selalu saja tersenyum pada semua orang, termasuk aku. Sebelum dia duduk di tempatnya, dia sempat memberikanku seulas senyuman, persis seminggu yang lalu ketika dia masih berstatus sebagai murid baru. Tapi senyuman itu tak punya arti apa-apa  buatku, meskipun terasa berat untuk melepaskan, tapi itulah satu-satunya pilihan terbaik untukku. Perasaan ini harus kuhilangkan dari hati, aku tak boleh terus menyimpannya seperti ini. Mungkin disuatu hari nanti aku akan mendapatkan hikmah dari semua ini. Beberapa saat kemudian ibu Nurbaya masuk dan memulai pelajaran Bahasa Indonesia. “ siapa orang pertama yang berani menampilkan puisinya di atas, maka akan mendapatkan nilai tambahan dari ibu”, ucapnya kemudian. Kontan saja aku adalah orang pertama yang naik di depan kelas. Dan kumulai membacakan puisi karyaku . Penuh perasaan dan penuh penghayatan.
                                               
                                               

                                                Berawal dari sebuah senyuman
Berawal dari sebuah senyuman,cinta itupun datang
Mengambil alih di ruang hatiku
Mematahkan segala rasaku
Bila kulihat lagi senyuman itu
Betapa damai terasa di dada
Ada sepercik harapan untuk memilikinya
Namun seiring waktu terus berputar
Harapan itu kian memudar
Cintaku pun kini mulai menghilang
Tak ada lagi kesempatan untuk mengulang
Kini saatnya aku menghapusnya
Karena dia memang tak seindah semestinya
Dia hanyalah sekumpulan angin yang mengahampiri
Kemudian setelah itu berlalu begitu saja
Dia memang bukan untukku
Aku membacakan puisiku dengan penuh penghayatan. Begitu baris terakhir selesai tepuk tangan teman-teman langsung meledak. Akupun kembali ketempat dudukku. “ eh sumpah puisi kamu bagus banget Man”, ucap malaikat cantik yang ada di depanku. “ iyya makasih”. Balasku singkat, dan kembali fokus pada orang yang akan tampil setelahku. Apa dia tak tahu kalau yang kumaksud dalam puisi itu adalah dia, apa dia tak tahu semua inspirasi puisi itu adalah berasal dari dirinya. Senyumannya itu memang manis, tapi sekarang aku sadar senyum itu telah ada yang memiliki. Aku harus melupakan malaikat cantik itu karena jika tidak, senyumannya itu akan selalu mengantuiku. Sekarang aku harus memulai pencarian baruku, karena masih banyak malaikat-malaikat cantik yang akan datang, aku percaya itu. Aku biarkan hidupku kembali normal seperti saat sebelum malaikat cantik  itu datang dalam kehidupanku. Kini aku kembali menjadi firman sahabat Dannies. Dua orang sahabat yang tidak akan pernah terpisahkan, kurasa itulah yang lebih baik. “Selamat tinggal malaikat cantikku, puisi cinta ini untukmu”.

SUGUHAN SPESIAL

Pada usia 25

Pada usia 25, kita tentunya menjadi pribadi yang lebih dewasa. Dewasa dalam berfikir, dewasa dalam bertindak, dewasa dalam segala hal...